
Helar, Ngahelar ngaliwat imah kabogoh hayang katenjo supaya ditanya at. diaku; ting. hero, heroy.
Helaran iring-iringan mapay-mapay jalan gede nembongkeun panganten at. budak nu rek disunatan minangka ngingetan ondangan; nu sok ngayakeun ~ teh bareto nu baleunghar.
Helar Festival adalah sebuah rangkaian kegiatan perayaan yang ditujukan untuk menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang dalam lingkup kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Bandung Creative City Forum, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangaan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kota Bandung. Upaya untuk mengembangkan platform ekonomi kreatif di kota Bandung selama ini dirintis secara mandiri oleh berbagai komunitas masyarakat yang tergabung dalam Bandung Creative City Forum. Selain Helar Festival, forum ini juga menginisiasi pengembangan strategi branding dan membangun jaringan kerja sebagai upaya untuk mengukuhkan kota Bandung sebagai kota kreatif yang siap berkompetisi secara global.
Penamaan kata “Helar” diambil dari ungkapan bahasa Sunda yang dimaknai sebagai sebuah kegiatan menampilkan berbagai potensi diri untuk mendapatkan perhatian dari sekeliling. Diharapkan melalui kegiatan ini berbagai potensi kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakat kota Bandung dapat diapresiasi dan dikenali keberadaannya oleh masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Tahun ini helarfest akan menampilakn hampir 65 acara yang mencakup kegiatan festival, pameran, workshop, dan kompetisi dan mungkin akan bertambah lagi. Mari ramaikan Bandung, sebagai Kota Kreatif.
http://helarfest.com/events/calendar/

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman, masyarakat kota terus berubah dengan pasti. Perkembangan tersebut menuntut masyarakat kota untuk menyikapinya dan merubah gaya hidupnya baik sadar maupun tidak sadar. Perubahan tersebut dirasakan di berbagai aspek kehidupan, yang mengakibatkan terus berubahnya perilaku masyarakat.
Dalam konteks urban, khususnya Kota Bandung, perubahan perilaku tersebut sangat terasa. Dapat kita lihat sudut-sudut kota Bandung yang berubah, tidak hanya wujud fisiknya, tetapi juga perilaku masyarakat dalam berkehidupan. Ada sudut kota yang pada awalnya ramai menjadi mati, namun banyak pula yang pada awalnya sepi kini menjadi pusat kehidupan baru. Sebut saja Dago, yang dalam beberapa tahun terakhir ini berubah drastis dari yang awalnya kawasan residensial menjadi kawasan komersial dengan tingkat keramaian yang tinggi, bahkan dengan skala yang sudah bukan lokal lagi. Lalu Sukajadi misalnya, yang kini selalu ramai dan menjadi pusat kemacetan di tiap akhir minggu. Semuanya berubah dan saling mempengaruhi, antara kota dan perilaku masyarakatnya.
Sebagai perancang lingkungan binaan, merupakan sebuah tantangan untuk menjawab fenomena tersebut dan merancang Kota Bandung yang ‘baru’ ini. Karena sudah sepatutnya arsitektur merespon perilaku masyarakat kontemporer dalam konteks urban, dengan mewadahi sekaligus membentuk perilaku masyarakat kota, sehingga terbentuk korelasi yang saling mengisi antara lingkungan binaan serta manusianya.
Kasus proyek
Kasus proyek yang dipilih diserahkan kepada peserta sesuai dengan minat dan persepsi masing-masing mengenai suatu lokasi atau persoalan yang ada di kota Bandung. Demikian juga dengan skala dan bentuk intervensinya. Kasus ini bisa berupa rancangan fasilitas ruang publik, infrastruktur fasade bangunan, akses jalur pejalan kaki di blok perkotaan atau berupa gugus bangunan dalam skala kota. Dalam pengerjaannya, masing-masing peserta akan didampingi oleh beberapa anggota panitia reinventing yang didistribusikan secara merata. Panitia tersebut akan membantu peserta dalam mengerjakan proyek ini dengan porsi magang.
Format Presentasi
Gagasan rancangan disajikan dalam bentuk gambar 2D berupa denah, tampak, potongan dan ilustrasi grafis 3D. Gambar disajikan dalam kertas ukuran A1 (portrait) yang ditempelkan diatas bidang kaku. Skala gambar dan maket disesuaikan dengan skala proyek dan tetap mudah dinikmati audience. Seluruh gagasan rancangan disajikan maksimal dalam 2 lembar kertas A1. Apabila representasi grafis 2D dan 3D dianggap tidak memadai, peserta diperkenankan untuk menyajikannya dalam bentuk maket, video atau animasi dengan durasi tidak lebih dari 5 menit. Setiap peserta wajib menyertakan softcopy seluruh materi presentasi dalam bentuk CD.
Hak Cipta
Hak cipta karya tetap dipegang oleh masing-masing peserta. Panitia pameran akan menggunakan materi pameran untuk keperluan publikasi dan dokumentasi. Apabila ada pihak lain yang berminat untuk mempublikasikan karya-karya peserta di luar kegiatan BAFFEST 2009 – Helar Fest akan langsung berhubungan dengan peserta yang bersangkutan, pihak panitia hanya akan bertindak sebagai mediator.
Contact Person Pratya Aprilana pratya07@ymail.com +62 856 5931 9944
Pre-Event 1 November 2009
Design Sharing 15 November 2009
Pengumpulan karya 23 November 2009
Pameran 27 November -11 Desember 2009








