Logo

Yona Friedman Talks

7 December 2009 - 14:27 by p.khrisno.a.
Categories: Architect Does!, Brilliant!

banner-yona

Hal menyenangkan bagi saya bersekolah di luar negeri adalah perpustakaan, tersedianya berbagai buku dan jurnal membuat saya nyaman ‘menunggu’ di sekolah. Malam itu saya menunggu kuliah umum Yona Friedman, dalam kesempatannya berpameran di Brescia, Stefano Boeri-salah satu pengajar Polimi-’menculik’nya untuk diskusi kecil di aula kampus saya.

Yona Friedman dikenal banyak lewat pemikirannya ttg ‘mobile architecture’ tahun 1958-saya kutip dari Google-”Mobile architecture thus meant an architecture that was available for a “mobile society”. ‘Spatial City’, menurut Yona, adalah terminologi yang tepat untuk meletakkan ‘mobile architecture’. Saya menangkap, coba bayangkan kota sebagai rumah, sebaiknya rumah di masa depan bisa fleksibel dirubah dan dimodifikasi berdasarkan kebutuhan penghuni yang berganti-ganti, dengan demikian jangka hidup arsitektur makin panjang, atau ‘eternal’. Bersama teori ini, Yona berhipotesa bahwa sebuah bangunan mesti: pertama, menyentuh tanah seminimum mungkin. Kedua, harus bisa ‘dibongkar-pasang’, sehingga bisa ‘dikurangi-ditambah’, dan Ketiga bisa dirubah berdasarkan kebutuhan penghuni.

Bisa kita pahami pemikiran ini ternyata berpengaruh besar pada gerakan arsitek muda futuris di London, Archigram, juga para Metabolist dari Jepang tahun 60-an. Pikir begini, Pompidou Center di Paris tidak akan ada tanpa Archigram, sedangkan Archigram dikembangkan dari tulisannya Yona Friedman. dan hotel kapsul rancangan Kisho Kurokawa merupakan bentuk 1:1 dari pemikiran ‘mobile architecture’.

Berdasarkan penjelasan Yona, bukan berarti bangunan yang berpindah, melainkan perpindahan penggunanya, yang memiliki kebabasan bergerak. Saya membayangkan ini seperti masyarakat era informasi yang hidup bepindah tempat. Yang berarti pendekatannya lebih humanis, ke pengguna, embrio yang bersebrangan dengan arsitektur modern. Tapi kalau kita lihat dari terminologi ‘modern’, bisa berarti berkembang terus sesuai jamannya. Terbesit, semua yang kita lihat, pelajari dan buat (desain), kita ketahui secara cuma-cuma (taken for granted), bagaimana ilmu/teori mempengaruhi dari satu jaman ke jaman berikutnya, dari generasi ke generasi.

Pemikiran Yona lebih dari empat dekade lalu itu bisa kita lihat sekarang dalam bentuk ‘kontinen’ sebagai metropolis besar, seperti Eropa, dimana-dia memberi contoh-Yona tinggal di Paris, pembantu rumahnya datang dari Lyon naik kereta selama 2 jam, dalam hal ini London bisa menjadi suburb-nya Paris karena jarak tempuh kereta yang sama, sementara Brusel adalah tetangga Paris (lebih dekat lagi). Identitas sebuah benua tidak lagi didefinisi oleh negara, telah menciut menjadi kota, populasi kota bergerak dalam satu hari dimana orang bisa bekerja, makan siang, dan istirahat di tiga kota dalam sehari.

Yona, yang saya pikir adalah perempuan (dari namanya), ternyata sudah kakek-kakek, umurnya 86, lahir 1923 di Budapest, dia melalui perang dunia ke-2. Dalam penceritaan dia yang separuh suara tidak terdengar jelas (maklum sudah tua) dan pendengerannya pun sudah tidak jelas, Yona sempat menghadiri CIAM, kongres arsitektur modern yang digagas oleh Le Corbusier, dan bersinggungan langsung dengan Le Corbusier. Dia bercerita seperti Opa yang mencoba berbagi nilai kehidupan pada cucu-cucunya. Dia berkata, “Le Corbusier said to me, I can’t do what you do..so you have to continue what you do.” Ada nilai transfer semangat dari senior ke Yona-yang saat itu masih muda-dan dalam lecture ini, Yona ke para mahasiswa di aula.

Yona bercerita juga sepeninggal Le Corbusier, CIAM berbuah Team X (baca: team 10) pecah menjadi 2 gerakan New Brutalism di Inggris (Alison & Peter Smithson) dan Structuralism (Aldo van Eyck, Jaap Bakema) di Belanda. Perbincangan ini, begitu menyegarkan, tidak ada tendensi style, apalagi fitur ‘hijau’ dalam berarsitektur. Begitu menyenangkan bertemu dengan seorang pemikir arsitektur yang juga saksi sejarah.

Lecture bebas ini mengingatkan saya pada pertemuan serupa di Jakarta, saya lupa acara apa, namun arsitek dan pendidik pendahulu patut mendapat respek besar atas sejarah yang diletakannya. Cerita sejarah dari pelakunya langsung kadang lebih menarik dari pada konferensi isu terkini.

oleh Rafael Arsono

POLITECNICO DI MILANO – DIAP – MULTIPLICITY.LAB

P1090273ev61_2_popupyona-friedman_spatial-city-1960

 
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
« Baffest 2009 Event Timeline.
WEG! Sekilas Tentang Kawasan Dago »

Leave comments

Click here to cancel reply.








  • Home
  • We are the Jongs!
  • Meet and Greet :)
  • Grab a magz!
  • Need to Contact Us?
  • News and Updates
  • We Wear This!
  • We Proudly Present..
    • We are Architects
    • Brilliant!
    • Architect Does!
  • digiMove
  • Follow Us On

  • Recent Posts

    • Indonesian Dream_0357 (2nd winner of the 2010 Skyscraper Competition)
    • Press Release : jongArsitek! Perayaan hari jadi ke 2 dan Peluncuran agenda 2010
    • 100/1 AFFAIRS LOGOSET
  • Recent Comments

    • dhany on jongArsitek! Ulang Tahun Ke 2, Diskusi dan Peluncuran Agenda 2010! Datang dan Ramaikan!
    • Abimantra on Coming Soon: Pameran Arsitek Muda Nasional
    • relan on We Are Supporting Our Neighbourhood : Fold : Off Line
 
Copyright © 2009 JongArsitek!.com. All rights reserved.
Wordpress, theme design by Infochel.