<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: WEG! Sekilas Tentang Kawasan Dago</title>
	<atom:link href="http://jongarsitek.com/2009/12/08/weg-sekilas-tentang-kawasan-dago/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jongarsitek.com/2009/12/08/weg-sekilas-tentang-kawasan-dago/</link>
	<description>desain menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 08:38:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Bertemunya Prinsip-Prinsip Keindahan dengan Komersialisme &#171; Arsitektur Bicara</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2009/12/08/weg-sekilas-tentang-kawasan-dago/comment-page-1/#comment-587</link>
		<dc:creator>Bertemunya Prinsip-Prinsip Keindahan dengan Komersialisme &#171; Arsitektur Bicara</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 02:51:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=486#comment-587</guid>
		<description>[...] Contoh kasus mengenai peranan penting estetika visual dalam arsitektur dapat dengan mudah kita amati di Jalan Ir. H. Djuanda. Penataan ruang kawasan Jalan Ir. H. Djuanda (atau biasa disebut Dago) pada awalnya dirancang dengan nyaris sempurna sebagai kawasan hunian bervilla. Bangunan-bangunan di kawasan ini dirancang oleh arsitek-arsitek terkenal pada masanya, seperti Mclaine Pont, Schoemaker bersaudara, Gheijsels, dan Albers dengan karakteristik villa yang mengacu kepada arsitektur modern Eropa tahun 1920 dan 1930an. Seiring dengan perkembangan jaman, pada era 1990an hingga saat ini, kawasan ini berubah pesat menjadi kawasan komersial. Maraknya tren factory outlet secara perlahan tapi pasti membuat kawasan Dago menjadi sasaran para investor untuk mendirikan factory outlet, distro, restoran, hotel, dan lainnya. (http://jongarsitek.com/2009/12/08/weg-sekilas-tentang-kawasan-dago/) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Contoh kasus mengenai peranan penting estetika visual dalam arsitektur dapat dengan mudah kita amati di Jalan Ir. H. Djuanda. Penataan ruang kawasan Jalan Ir. H. Djuanda (atau biasa disebut Dago) pada awalnya dirancang dengan nyaris sempurna sebagai kawasan hunian bervilla. Bangunan-bangunan di kawasan ini dirancang oleh arsitek-arsitek terkenal pada masanya, seperti Mclaine Pont, Schoemaker bersaudara, Gheijsels, dan Albers dengan karakteristik villa yang mengacu kepada arsitektur modern Eropa tahun 1920 dan 1930an. Seiring dengan perkembangan jaman, pada era 1990an hingga saat ini, kawasan ini berubah pesat menjadi kawasan komersial. Maraknya tren factory outlet secara perlahan tapi pasti membuat kawasan Dago menjadi sasaran para investor untuk mendirikan factory outlet, distro, restoran, hotel, dan lainnya. (<a href="http://jongarsitek.com/2009/12/08/weg-sekilas-tentang-kawasan-dago/" rel="nofollow">http://jongarsitek.com/2009/12/08/weg-sekilas-tentang-kawasan-dago/</a>) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

