
Pada masa sekarang ini disadari atau tidak, Desain sudah memasuki era digital. Teknologi sudah berkembang dari dunia para ahli teknisi merasuk ke dunia kreatif para desainer. Mulai dari teknik menggambar, mengolah bentuk, memoles grafis, hingga membantu memecahkan perhitungan rumit.
Karena kemajuan teknologi yang sedemikian pesat, tidak sedikit pula desainer yang menjadi ketergantungan pada teknologi. Mereka menjadi seperti pecandu.. seakan akan tanpa teknologi tertentu mereka tidak bisa hidup, tanpa teknologi tersebut mereka tidak bisa berkreasi.
Para pecandu ini menjadi mandul terhadap kreatifitasnya sendiri. Mereka lupa dengan istilah “The man behind the gun”, senapan hanyalah senapan.. berbeda beda bentuk dan fungsi.. namun memiliki tujuan yang sama..dapat digunakan untuk menghancurkan atau menyelamatkan tergantung siapa yang menggunakan..
Bahwa selalu manusialah yang menarik pelatuknya supaya terjadi sebuah tembakan. Manusialah yang menciptakan senapan, seorang penembak jitu bukan ditentukan oleh senapannya, melainkan si penembak jitulah yang memilih senapan yang sesuai terhadap caranya menembak, bahkan sang penembak jitu yang hebat akan memodifikasi sendiri senapannya karena sudah tidak mampu mengakomodasi kemampuannya.
Pameran DECODE:Digital Design yang diselenggarakan di Victoria and Albert Museum pada 8 Desember 2009 – 11 April 2010 ini merupakan hasil karya para desainer yang menguasai teknologi dan ‘memodifikasi’ teknologi supaya dapat mengakomodasi ide-ide mereka.
Teknologi sebagai alat untuk menghadirkan desain yang inovatif dan interaktif. Teknologi digunakan untuk menghadirkan karya yang ‘hidup’ dan berintraksi. “CODE” merupakan tema pertama yang digunakan oleh sekelompok desainer dalam mengeksplorasi potensi artistic dari pemrograman. Teknologi digital memungkinkan manusia untuk berinteraksi dengan desain dan bahkan dengan pengunjung lain.
Tema “interactive” ini merupakan perpaduan dari teknologi sensor, kamera, dan tracking. Beberapa diantaranya mampu merespon ‘kehadiran’ pengunjung, merespon terhadap gesture. Pengunjung akan tertarik untuk mencoba dan berinteraksi. Teknologi yang seringkali mengisolasi manusia kini dijadikan alat untuk berinteraksi secara nyata.
“Network” yang sudah terjalin luas melalui internet, mulai dari pesan yang kita kirim, surat elektronik, catatan blog, dan informasi lain yang beredar luas. Data pada network yang open source tersebut digunakan sebagai basis.
Noviardi Prasetya















