Logo

Pemenang Pertama Sayembara Mengolah Fasade, Tabloid Rumah 2010

11 March 2010 - 15:59 by p.khrisno.a.
Categories: Brilliant!, We Proudly Present..

banner-rumahfasade

Salah satu Sahabat kami di Jogjakarta teman teman UGM, agus didik indra putra dan ikhsan shubhi baru saja memenangkan sayembara Fasade Rumah yang diselenggarakan Tabloid Rumah, bahkan mereka membagi presentasi mereka untuk berbagi proses desain mereka. Salut! Desain Menginspirasi!

poster-lomba-fasade5

poster-lomba-fasade7

poster-lomba-fasade1poster-lomba-fasade2poster-lomba-fasade3poster-lomba-fasade4

Many Face House

View more presentations from jong arsitek.
 
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
« Indonesian Dream_0357 (2nd winner of the 2010 Skyscraper Competition)
jongApparel! ke 2, Habis terjual! Terimakasih Semua! »

15 comments for “Pemenang Pertama Sayembara Mengolah Fasade, Tabloid Rumah 2010”

by basz

On March 11, 2010 at 4:33 pm

fantastis. saya jadi merasa tua. :D

by p.khrisno.a

On March 11, 2010 at 4:35 pm

sama nih bas, merasa sudah old skooll, kapan mau presentasi? ditunggu loh

by andika

On March 11, 2010 at 6:55 pm

WOW! Basz, klo elu tambah tua, tambah menjadi!

by alva

On March 12, 2010 at 5:23 pm

bambu (di tirai) kok keriting banget ya? rotan mungkin?

tanaman rambat (pada movable facade) bertumbuh dimana? apakah media tanamnya ada sekalian pada movable partnya itu? gimana mekanismenya ya?

balkon bergesernya pake apa? manual? motorized?

is this buildable? atau hanya proyek m*sturb*si lagi?

maaf kalo pertanyaannya nakal, ga dijawab juga ga apa2…

regards,
alva

by ukha

On March 12, 2010 at 5:31 pm

ade kelasku ini, tampilan tak seperti karyanya. amazing..terus berkharater bro.
pertahankan prestasimu, akan ku susul.

by p.khrisno.a

On March 12, 2010 at 7:53 pm

Mas Alva ini proyek sayembara, saya kagum idenya yang sangat menarik, hasil yang memuaskan menurut saya, karena paling tidak, ide membawa kita melompat jauh kedepan, dan menjadi satu pemikiran baru.

mungkin memang dalam beberapa hal ada yang utopis dan perlu penyesuaian untuk terbangun (menurut saya dengan teknologi sekarang ini semua menjadi mungkin :d ), tapi esensi dari “banyak fasade” bisa menjadi pilihan baru dalam desain fasade.

by alva

On March 12, 2010 at 8:33 pm

Paskal yang baik,

setuju dengan “banyak fasade”…
desain dinamis seperti ini memang menarik untuk diwujudkan..

lebih menarik lagi kalo pergerakannya pake kontrol otomatis, soalnya kalo pake manual (digerakkan oleh manusia), mungkin hanya akan bertahan 2 sampe 3 bulan pertama pemakaian (karena bosan akan rutinitas menggeser2)..

by doe

On March 16, 2010 at 12:22 pm

ini kaya rumah kaleng yang ada di amrik ya??
tapi material beda…
influence??
salut!!!

by chrisnantyo

On March 22, 2010 at 10:19 pm

Hehe..ikut nimbrung yak?

Menurutku masalah bisa dibangun atau tidak memang penting, apalagi bagi para ekonom budgetnya pun perlu dipertimbangkan.
Hanya saja, proses desain tidak semata-mata menyelesaikan permasalahan dengan teknologi yang sudah ada, tetapi memunculkan ide agar teknologi tersebut bisa ada di masa depan jauh lebih penting.(kalau lihat di Architectural Record rasanya agak miris, kok teknologi bangunan di sana belum saja bisa diaplikasikan di Indonesia)

Adik-adik kita ini berhasil lepas dari kotaknya dan memunculkan ide luar biasa mengenai fasade dinamis yang sesungguhnya.

Selamat ya..Ditunggu desain menginspirasi yang lainnya!

by ukha

On March 24, 2010 at 11:49 am

setuju katanya chris. ide orisinal lebih di pentingkan dalam karya arsitektur kompetisi. menurutku desain mereka masih rasional sekali, dan bisa di bangun.
IMHO.

by nizar

On November 16, 2010 at 8:06 pm

sayang air terjun nya gak keliatan ya mas..
kalo bisa dinikmati dari terasnya.top markotop dah..

by melina

On January 19, 2011 at 11:30 pm

desainnya sangat keren!

sepertinya ada influence jg dari Rumah Seng karya Djuhara untuk panel jendela squarenya yg sangat besar yg bs digeser ?(but it’s okay! bagus kok)
cuman saya masih penasaran mengenai medium tanaman rambatnya..setau saya kalo greenwall membutuhkan media tanah atau jenis media pengganti lain supaya tanaman bisa tumbuh. Pada desain ini, medium tersebut diletakkan dimana ya? karena saya cuma bisa melihat tanaman rambat tersebut dikelilingi frame tipis saja.

by melina

On January 19, 2011 at 11:36 pm

Ups, maaf…meralat karya Ahmad Djuhara td, bukan rumah seng melainkan ada karya beliau yg juga menggunakan secondary skin panel geser menggunakan kayu2 bekas.

by wen

On March 18, 2011 at 3:54 pm

brilliant!

by afan

On August 13, 2011 at 2:08 pm

wow..

Leave comments

Click here to cancel reply.








  • Home
  • We are the Jongs!
  • Grab a magz!
  • jongBincang!
  • Meet and Greet :)
  • Need to Contact Us?
  • Shop!
  • News and Updates
  • We Proudly Present..
    • We are Architects
    • Brilliant!
    • Architect Does!
  • digiMove
  • Follow Us On

  • Recent Posts

    • jongBincang! Julien de Smedt by Vidour
    • #KelasInspirasi : Mari Berbagi Mimpi!
    • Panel Diskusi : Metode Masa Kini Konservasi Bangunan
  • Recent Comments

    • irma rachmasari on VIDOUR : Arsitektur Rumah Indonesia?
    • cung on jongJelajah! Singapura
    • frumensius rosman leku on vidour : Wae Rebo Series – Ngole Wae Rebo | Wae Rebo Journey
  • architerian-160-60-1
  • vidour
 
Copyright © 2009 JongArsitek!.com. All rights reserved.
Wordpress, theme design by Infochel. Hosting by Raxdata Networks.