
Salah satu Sahabat kami di Jogjakarta teman teman UGM, agus didik indra putra dan ikhsan shubhi baru saja memenangkan sayembara Fasade Rumah yang diselenggarakan Tabloid Rumah, bahkan mereka membagi presentasi mereka untuk berbagi proses desain mereka. Salut! Desain Menginspirasi!






Many Face House
View more presentations from jong arsitek.









by basz
On March 11, 2010 at 4:33 pm
fantastis. saya jadi merasa tua. :D
by p.khrisno.a
On March 11, 2010 at 4:35 pm
sama nih bas, merasa sudah old skooll, kapan mau presentasi? ditunggu loh
by andika
On March 11, 2010 at 6:55 pm
WOW! Basz, klo elu tambah tua, tambah menjadi!
by alva
On March 12, 2010 at 5:23 pm
bambu (di tirai) kok keriting banget ya? rotan mungkin?
tanaman rambat (pada movable facade) bertumbuh dimana? apakah media tanamnya ada sekalian pada movable partnya itu? gimana mekanismenya ya?
balkon bergesernya pake apa? manual? motorized?
is this buildable? atau hanya proyek m*sturb*si lagi?
maaf kalo pertanyaannya nakal, ga dijawab juga ga apa2…
regards,
alva
by ukha
On March 12, 2010 at 5:31 pm
ade kelasku ini, tampilan tak seperti karyanya. amazing..terus berkharater bro.
pertahankan prestasimu, akan ku susul.
by p.khrisno.a
On March 12, 2010 at 7:53 pm
Mas Alva ini proyek sayembara, saya kagum idenya yang sangat menarik, hasil yang memuaskan menurut saya, karena paling tidak, ide membawa kita melompat jauh kedepan, dan menjadi satu pemikiran baru.
mungkin memang dalam beberapa hal ada yang utopis dan perlu penyesuaian untuk terbangun (menurut saya dengan teknologi sekarang ini semua menjadi mungkin :d ), tapi esensi dari “banyak fasade” bisa menjadi pilihan baru dalam desain fasade.
by alva
On March 12, 2010 at 8:33 pm
Paskal yang baik,
setuju dengan “banyak fasade”…
desain dinamis seperti ini memang menarik untuk diwujudkan..
lebih menarik lagi kalo pergerakannya pake kontrol otomatis, soalnya kalo pake manual (digerakkan oleh manusia), mungkin hanya akan bertahan 2 sampe 3 bulan pertama pemakaian (karena bosan akan rutinitas menggeser2)..
by doe
On March 16, 2010 at 12:22 pm
ini kaya rumah kaleng yang ada di amrik ya??
tapi material beda…
influence??
salut!!!
by chrisnantyo
On March 22, 2010 at 10:19 pm
Hehe..ikut nimbrung yak?
Menurutku masalah bisa dibangun atau tidak memang penting, apalagi bagi para ekonom budgetnya pun perlu dipertimbangkan.
Hanya saja, proses desain tidak semata-mata menyelesaikan permasalahan dengan teknologi yang sudah ada, tetapi memunculkan ide agar teknologi tersebut bisa ada di masa depan jauh lebih penting.(kalau lihat di Architectural Record rasanya agak miris, kok teknologi bangunan di sana belum saja bisa diaplikasikan di Indonesia)
Adik-adik kita ini berhasil lepas dari kotaknya dan memunculkan ide luar biasa mengenai fasade dinamis yang sesungguhnya.
Selamat ya..Ditunggu desain menginspirasi yang lainnya!
by ukha
On March 24, 2010 at 11:49 am
setuju katanya chris. ide orisinal lebih di pentingkan dalam karya arsitektur kompetisi. menurutku desain mereka masih rasional sekali, dan bisa di bangun.
IMHO.
by nizar
On November 16, 2010 at 8:06 pm
sayang air terjun nya gak keliatan ya mas..
kalo bisa dinikmati dari terasnya.top markotop dah..
by melina
On January 19, 2011 at 11:30 pm
desainnya sangat keren!
sepertinya ada influence jg dari Rumah Seng karya Djuhara untuk panel jendela squarenya yg sangat besar yg bs digeser ?(but it’s okay! bagus kok)
cuman saya masih penasaran mengenai medium tanaman rambatnya..setau saya kalo greenwall membutuhkan media tanah atau jenis media pengganti lain supaya tanaman bisa tumbuh. Pada desain ini, medium tersebut diletakkan dimana ya? karena saya cuma bisa melihat tanaman rambat tersebut dikelilingi frame tipis saja.
by melina
On January 19, 2011 at 11:36 pm
Ups, maaf…meralat karya Ahmad Djuhara td, bukan rumah seng melainkan ada karya beliau yg juga menggunakan secondary skin panel geser menggunakan kayu2 bekas.
by wen
On March 18, 2011 at 3:54 pm
brilliant!
by afan
On August 13, 2011 at 2:08 pm
wow..