Logo

Aradnagna : Taman di Sudut

8 July 2010 - 10:50 by p.khrisno.a.
Categories: Architect Does!, Brilliant!

Ini adalah karya salah satu finalis 10 besar Sayembara Desain Rumah Sudut Green yang diselenggarakan oleh Majalah Housing Estate untuk Puri Botanical Residence di Kebon Jeruk, Jakarta. Sebuah sayembara gagasan untuk menanggapi isu-isu perancangan pada kavling tanah sudut dan ide baru terhadap cara bertinggal.

Tugas yang diberikan adalah merancang sebuah rumah 2 lantai dengan program ruang pada lantai 1: R.Tamu, R.Keluarga, R.Makan, 1 R.Tidur Tamu, Garasi, R.Servis, pada lantai 2: 1 R.Tidur & Kamar Mandi Utama, 2 R.Tidur Anak, 1 Kamar Mandi Anak, R.Keluarga, R.Servis.

Dengan mempelajari tema kawasan yang ada; Botanical Residence, bahwa secara definisi botanical/botanical garden berkaitan erat dengan Greenhouse maka tema yang ditawarkan desain ini adalah ‘untuk menampilkan ruangan-ruangan di dalam bangunan ini layaknya tanaman-tanaman di dalam sebuah greenhouse’. Berkaitan dengan itu preseden yang kemudian menjadi inspirasi bentukan bagi ruangan-ruangan ini adalah Tempat Tidur Loft; tempat tidur bertingkat yang pada bagian bawahnya dimanfaatkan sebagai meja belajar atau tempat bermain, dan kasur tidur pada bagian atas.

Strategi yang tidak kalah penting dan cukup fundamental dari hal tersebut adalah merombak cara umum pembentukan lantai 2 untuk mendapatkan tidak hanya ruangan-ruangan yang lebih menarik tetapi juga untuk mendapatkan nilai tambah pada fungsi dan dapat menjadi lebih efisien secara konstruksi. Yaitu dengan mereduksi elemen slab lantai yang merupakan pemisah antara ruang lantai bawah dan lantai atas menjadi seminimal mungkin sehingga tidak hanya meminimalisir biaya pengecoran tetapi juga meningkatkan konektifitas antar lantai dan pada akhirnya menghasilkan ruang bersama yang lebih lega pada lantai dasar.

Pada umumnya lantai 2 disusun seperti sebuah layer baru yang menutup seluruh lantai di bawahnya dimana derajat keterhubungan antar dua lantai tersebut ditentukan oleh besar lubang void yang bisa diciptakan. Kemudian satu buah tangga yang terbuat dari beton menghubungkan lantai atas dan bawah, ditambah koridor yang menjadi penghubung ruang-ruang pada lantai 2. Sedangkan pada metode baru yang ditawarkan, lantai 2 merupakan kelanjutan dari masing-masing ruangan dibawahnya. Setiap ruangan memiliki lantai 2 nya masing-masing (dalam bentuk mezanin), dan setiap ruangan juga membentuk gugus massanya sendiri. Serupa pula dengan alur zat-zat pada tanaman, alur sirkulasi yang terbentuk pun berpusat pada lantai dasar, kemudian mengalir ke atas melalui batang tanaman masing-masing, dalam hal ini melalui tangga-tangga pribadi yang terbuat dari kayu di dalam gugus massa yang bersangkutan. Metode ini meminimalisir jauh penggunaan slab lantai beton yang digunakan pada lantai 2, baik untuk koridor maupun untuk kebutuhan ruang itu sendiri. Karena ruang yang terbentuk pada lantai 2 ini pada dasarnya adalah ruang pribadi bagi ruangan di bawahnya maka penggunaan material yang lebih ringan yakni kayu tidak akan mengganggu privasi ruangan di bawahnya. Kemudian ruang-ruang ini juga dilengkapi dengan teras rumput pribadi di bagian atas untuk bersanding dengan ruang tidur, melengkapi suasana istirahat penghuninya.

Gugusan massa ini secara massa dan struktur independen tehadap massa dan struktur kulit luar (greenhouse). Dengan pertimbangan beban struktur, biaya pondasi, dan durasi pengerjaan, gugusan massa pengisi ini dibangun dari struktur ringan layaknya sebuah partisi/kubikal/furnitur; rangka baja dilapis dengan panil GRC+rockwool. Sedangkan kulit luar-greenhouse merupakan portal baja yang melintasi gugusan-gugusan massa isi tanpa gangguan ke dalam dan membentuk struktur atap pelana sederhana.

Arah kemiringan atap dibuat berada pada sisi Timur-Barat sehingga terpaan sinar matahari berada sisi bangunan yang paling rendah; mencegah penetrasi sinar matahari langsung ke dalam interior bangunan. Kompromi terhadap isu view, derajat keterbukaan, dan sirkulasi silang diatasi melalui penggunaan kaca nako dan zoning/konfigurasi gugus massa isi. Dengan perawatan yang baik, kaca nako tidak hanya memasukkan view secara maksimum namun juga aliran udara dengan debit yang dapat diatur sesuai kehendak. Pemberian jarak antar gugusan massa isi juga tidak hanya ditujukan untuk sirkulasi manusia namun juga untuk mengizinkan udara yang masuk tadi untuk bersirkulasi silang. Posisi gugusan massa pada sisi terjauh dari jalan juga memberikan privasi yang lebih baik bagi ruang-ruang di dalamnya. Perletakkan gugus massa ruang makan-ruang keluarga atas di bagian tengah yang membagi panjang bangunan menjadi dua; bagian privat (belakang) dan semi public (depan) juga merupakan salah satu siasat untuk mengatasi derajat keterbukaan tampak depan (Utara) bangunan ini.

Bermain dengan ketersediaan lahan yang ada, massa bangunan diletakkan tanpa menyentuh dinding batas kavling dengan pertimbangan untuk mencegah kemungkinan kebocoran dari dinding samping tetangga sekaligus memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan ventilasi silang di dalam bangunan. Lansekap yang kemudian mengelilingi bangunan dibuat menjadi satu dengan bagian dalam bangunan, seolah meniadakan batas dari greenhouse itu sendiri. Seperti tanaman yang berada di luar ruangan, seolah gugusan massa ini berdiri langsung di atas lansekap.

Aradnagna Architects

Juli 2010

 
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
« Press Release : The National Young Indonesian Architect Exhibition by jongArsitek!
11 x 8 Kumpulan Sudut Pandang Muda : On Sale! »

4 comments for “Aradnagna : Taman di Sudut”

by relan

On July 11, 2010 at 12:57 pm

wah..menarik..
hubungan ruange menjanjikan euy.. walau hub.antar ruangnya jd terlalu vertikal kali ya?
moriyama house versi tropis?

by danny wicaksono

On July 17, 2010 at 12:04 am

ah relan selalu terlalu sinis.. :)

by relan

On July 27, 2010 at 2:42 am

jah…org muji dibilang sinis..danny emang kelewatan..:)

by wartono

On October 15, 2010 at 6:39 am

siiiiip.

Leave comments

Click here to cancel reply.








  • Home
  • We are the Jongs!
  • Grab a magz!
  • jongBincang!
  • Meet and Greet :)
  • Need to Contact Us?
  • Shop!
  • News and Updates
  • We Proudly Present..
    • We are Architects
    • Brilliant!
    • Architect Does!
  • digiMove
  • Follow Us On

  • Recent Posts

    • jongBincang! Julien de Smedt by Vidour
    • #KelasInspirasi : Mari Berbagi Mimpi!
    • Panel Diskusi : Metode Masa Kini Konservasi Bangunan
  • Recent Comments

    • irma rachmasari on VIDOUR : Arsitektur Rumah Indonesia?
    • cung on jongJelajah! Singapura
    • frumensius rosman leku on vidour : Wae Rebo Series – Ngole Wae Rebo | Wae Rebo Journey
  • architerian-160-60-1
  • vidour
 
Copyright © 2009 JongArsitek!.com. All rights reserved.
Wordpress, theme design by Infochel. Hosting by Raxdata Networks.