Logo

Aradnagna | Entry sayembara Penataan : Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung

27 July 2010 - 22:11 by Admin.
Categories: Brilliant!

MKAA Expo oleh Aradnagna

Ini adalah salah satu karya Sayembara Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA) untuk merevitalisasi kompleks museum/Gedung Merdeka, Bandung, yang merupakan bagian dari rangkaian acara dua tahunan Arte-Polis. Sebuah sayembara gagasan bertema New Museum yang diangkat untuk menumbuhkan semangat baru dan menjadikan museum sebagai salah satu fasilitas publik yang terbuka bagi masyarakat dari beragam kalangan, aksesibel untuk seluruh ragam komunitas, dan menjadi tempat alternatif berkumpulnya masyarakat dalam upaya meningkatkan potensi kotanya secara berkelanjutan.

Tugas yang diberikan adalah mengusulkan konsep perencanaan dan perancangan yang tanggap terhadap konteks sejarah MKAA dan menyusun program aktifitas bagi kegiatan revitalisasi bangunan-bangunan penting dalam kompleks sesuai prinsip perancangan dalam kawasan cagar budaya.

Skema dasar dari tema New Museum adalah menginterpretasikan kembali konsep museum yang ada agar tidak lagi dingin/angker sehingga identik dengan suasana formal/akademik dan terbatas bagi kalangan tertentu saja (siswa, peneliti, sejarawan), melainkan agar menjadi lebih dinamis dan selalu segar dengan membuka lebih banyak kesempatan pada karya-karya baru/kontemporer untuk masuk dan dipamerkan di dalam kompleks ini. Tidak hanya sebatas karya untuk dipamerkan, yang paling penting adalah untuk mampu menyerap masuk berbagai macam kegiatan yang berpotensi menghidupkan kompleks baik secara ragam kegiatan maupun secara ekonomi, sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan warga terhadap kompleks museum ini karena telah berpartisipasi di dalamnya. Sebuah Expo; MKAA Expo.

Strategi yang ditawarkan adalah bagaimana ‘menghidupkan kembali daya tarik kompleks MKAA/Gedung Merdeka yang pernah menjadi magnet di tahun 1955’ dengan proyeksi untuk menjadi sebuah icon dan simpul aktifitas bagi lingkungan di sekitarnya, pada khususnya bagi Jalan Braga. Sebuah alun-alun baru; Alun-Alun MKAA. Kemudian massa melayang terhubung dengan massa MKAA lama dengan menyuntikkan sebuah Galeri Penguhubung ke dalam MKAA lama yang berujung pada sebuah travelator yang membawa pengunjung ke atas ke galeri kontemporer baru tadi

1. Langkah pertama adalah menyusun sebuah kalender acara tahunan yang dapat memfasilitasi acara-acara akbar berskala lokal/nasional/internasional untuk dilaksanakan pada tiap-tiap bulannya.
2. Memperbesar galeri karya temporer yang kini ukurannya terlalu kecil untuk dapat menggelar acara pameran yang berdampak signifikan terhadap keseluruhan kompleks.
3. Menyuntikkan program ruang yang dapat mendatangkan pemasukan seperti kafe, toko, ruang pertemuan/auditorium, dan hotel, sehingga secara ekonomi kompleks ini dapat memenuhi kebutuhannya sendiri (self-sustained).
4. Menyerap aktifitas informal di sekitar kompleks yang kini kurang tertata agar menjadi lebih tertib, terutama masalah parkir.
Langkah-langkah ini dilakukan dengan memaksimalkan kesempatan yang diberikan oleh pemberi tugas untuk mengganti seluruh bangunan non-konservasi yang tidak tertata dan tumbuh tanpa pertimbangan terhadap keseluruhan kompleks dengan infiltrasi bangunan baru yang lebih terintegrasi dengan konsep New Museum.

Keadaan kompleks yang kini masih dipisahkan oleh Jalan Cikapundung Timur dipersatukan kembali dengan menutup jalan tersebut dari arus kendaraan publik menjadi salah satu fasilitas untuk agenda kegiatan tahunan. Pembebasan ini juga memungkinkan pengolahan bantaran sungai agar menjadi lebih menarik dan fungsional. Lalu-lintas yang kemudian dialihkan ke Jalan Cikapundung Barat menjauhkan sumber polusi disaat kemacetan keluar dari kompleks ini, dan dengan begitu Jalan Cikapundung Barat yang memiliki potensi ekonomi namun selama ini sepi akan menjadi lebih bergairah berkat limpahan lalu-lintas yang lebih ramai.

Kebutuhan ruang yang terbentuk dari kalender acara tahunan pada lahan yang telah dibebaskan dari bangunan-bangunan non-konservasi kemudian dikelompokkan menjadi tiga zoning utama (secara vertikal), yaitu basement/semi-basement (parkir), lantai dasar terbuka yang ternaungi/tidak ternaungi (plaza/alun-alun), dan sebuah massa melayang yang menaungi sebagian plaza tadi (infiltrasi massa baru di dalam kompleks : auditorium, perpustakaan & kafe, galeri kontemporer). Bentukan massa baru mengisyaratkan sesuatu yang menjembatani dua potensi yang ada pada dan di sekitar site, yaitu badan air Sungai Cikapundung dan Jalan Braga. Plaza ternaungi yang terbentuk di bagian bawahnya dapat digunakan sepanjang waktu untuk kegiatan seperti bazaar dan sebagainya, dimana luasan massa yang menaungi adalah sama dengan KDB/luasan lantai dasar bangunan-bangunan yang digantikan. Seolah massa ini adalah kumpulan bangunan existing yang dikonfigurasikan ulang kemudian diangkat levelnya hingga menyisakan plaza multi-fungsi di bawahnya.
Plaza yang tidak ternaungi oleh massa melayang terbentuk dari penambahan platform pada sebagian badan sungai yang menciptakan tempat dimana warga bisa berkumpul untuk menyaksikan panggung kesenian terbuka, konser musik, layar tancap, ataupun video-mapping. Sebuah platform yang merupakan miniatur dari alun-alun yang sebenarnya yang berada di sekitar kompleks ini.

Platform tersebut berada pada level yang sama dengan lapis pertama area parkir yang berada pada level semi-basement terhadap Jalan Braga. Lahan parkir ini didesain untuk dapat memuat sebanyak 402 mobil dan 228 motor. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan parkir program ruang-program ruang baru, angka ini diharapkan dapat menyerap kebutuhan parkir yang selama ini kurang tertib dengan menggunakan bahu jalan sehingga menambah kemacetan pada Jalan Cikapundung dan sekitarnya.

MKAA Expo dikonsep sebagai sebuah perwakilan dari jamannya, untuk memperkaya nilai historis kompleks ini dengan menampilkan semangat yang berlangsung pada saat bangunan ini dirancang. Tanpa berusaha mengimitasi langgam dari tahun-tahun yang telah berlalu diharapkan justru membuat kompleks ini menjadi lebih lengkap merekam perjalanan sejarah pada umumnya, dan sejarah arsitektur pada khususnya.

Aradnagna Architects
Juli 2010

[Show as slideshow]
aradnagna_malabar05
aradnagna_malabar08
aradnagna_malabar09
aradnagna_malabar10
aradnagna_malabar11
 
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
« DEMAYA : Bedah karya Andyrahman Architect
LABO | Pemenang 1 sayembara Penataan : Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung »

Leave comments

Click here to cancel reply.








  • Home
  • We are the Jongs!
  • jongIndonesia!
  • Grab a magz!
  • jongBincang!
  • Meet and Greet :)
  • Need to Contact Us?
  • Shop!
  • News and Updates
  • We Proudly Present..
    • We are Architects
    • Brilliant!
    • Architect Does!
  • digiMove
  • Follow Us On

  • Recent Posts

    • Diskusi “Ruang Alternatif anak dalam Berkreasi dan Belajar”
    • Open House Exhibition : AFAIR 2012 “Play with Your Surrounding”
    • ARCHWORX oleh Himpunan Arsitektur Bina Nusantara
  • Recent Comments

    • cung on jongJelajah! Singapura
    • frumensius rosman leku on vidour : Wae Rebo Series – Ngole Wae Rebo | Wae Rebo Journey
    • Benzz on Indonesian Dream_0357 (2nd winner of the 2010 Skyscraper Competition)
  • architerian-160-60-1
  • vidour
 
Copyright © 2009 JongArsitek!.com. All rights reserved.
Wordpress, theme design by Infochel. Hosting by Raxdata Networks.