Logo

bungus mentelah : Pemenang 1 sayembara Metamorfosa Arsitektur

29 July 2010 - 8:06 by p.khrisno.a.
Categories: Brilliant!, News and Updates

Sayembara desain rumah hunian dengan tema penerapan unsur lokal dan modern

Bungus mentelah sederhana ditafsirkan sebagai “atap untuk istirahat” atau juga dapat didefinisikan sebagai rumah tinggal. Desain ini merupakan kolaborasi antara rumah vernakular adat Lombok dengan arsitektur kontemporer. Desain rumah ini menganut paham bergaya modern tetapi dibalik desain itu mengacu dan memetik filosofi-filosofi kehidupan maupun filosofi-filosofi rumah adat Lombok.

Selain itu, rumah adat yang kita kenal pada umumnya identik dengan pemakaian material alam, tetapi kenyataannya pemakaian material alam yang dipakai terus-menerus tanpa dilandasi dengan tanggung jawab akan semakin menimbulkan kerusakan lingkungan. Maka kami membuat suatu solusi yaitu dengan sebagian besar material yang kami gunakan adalah material sintetis.

Metamorphosa 2010
View more presentations from jong arsitek.

lokasi tapak
Lokasi tapak terletak di daerah grogol, pemilihan lokasi ini ditetapkan bedasarkan kondisi daerah grogol yang cukup padat dan merupakan daerah pemukiman yang “hommy” untuk rumah tinggal. Kondisi lingkungan di lokasi cukup berpolusi dan menggenang apabila pada musim hujan, maka desain yang kami tawarkan mengambil prinsip-prinsip yang dapat menjadi solusi dari permasalahan tadi.

tanaman
Tanaman yang digunakan sebagai atap adalah Monstera yang dapat menyerap polusi di udara, dan juga dapat menyerap air yang cukup banyak. Maka dapat menjadi buffer yang baik dalam memfilter udara dan cahaya matahari.
Untuk tanaman rambat pada dinding, tanaman yang digunakan adalah ficus pumila, tanaman ini juga berfungsi sebagai penyerap polusi yang terdapat diudara.


inovasi desain

Pemakaian kaca nako sebagai dinding karena material ini adalah material yang praktis, jika udara panas dibuka dan jika udara dingin ditutup. Pemakaian nako ini juga mencerminkan dinding anyaman bamboo pada rumah adat yang fungsional.(gambar dinding nako)

Pemakaian bantalan gempa sebagai pencegah terjadinya gaya horizontal maupun vertical yang ditimbulkan gempa. (gambar bantalan gempa)

Secondary skin untuk meminimalisir masuknya cahaya dan bayangan yang dihasilkan merupakan nilai estetika. Dengan inovasi desain bamboo yang menambah estetika rumah tinggal ini. (gambar secondary skin)

Lantai kaca untuk melihat kolam (gambar lantai kaca)

filosofi
Rumah dan kamar orang tua yang menghadap timur secara simbolis bermakna bahwa yang tua lebih dulu menerima/menikmati kehangatan matahari bagi ketimbang yang muda yang secara fisik lebih kuat. Juga bisa berarti, begitu keluar rumah untuk bekerja dan mencari nafkah, manusia berharap mandapat ridha Allah diantaranya melalui shalat.

timur

Area orang tua dan ruang kerja berada di lantai 3, area anak berada di lantai 2, area bersama (bale) berada di lantai 1. Orang tua berada di tingkat paling tinggi disusul anak yang berada di tingkat bawahnya. Ini sebuah ajaran budi pekerti bahwa orang tua dalam bersikap dan berperilaku hendaknya menjadi panutan anaknya.
Angka “3” simbol daur hidup manusia yaitu, lahir, berkembang, dan mati. Pada desain kami terlihat dari 3 lantai dan 3 modular kubus.

Berugak yang ada di depan rumah, disamping merupakan penghormatan terhadap rezeki yang diberikan tuhan, juga berfungsi sebagai ruang keluarga, menerima tamu, juga menjadi alat control bagi warga sekitar. Misalnya, kalau sampai pukul 9 pagi masih ada yang duduk di berugak dan tidak keluar rumah untuk bekerja, mungkin dia sakit.

Atap bangunan berupa gunungan karena gunung merupakan pencerminan kesucian dan kesempurnaan.
Atap lumbung padi Lombok, dengan jarak 2 meter dari permukaan tanah dan relative tertutup.

Rumah berbentuk panggung sekaligus memaksimalkan resapan air.

Tamupun harus merunduk saat memasuki pintu rumah yang relative pendek. Mungkin posisi membungkuk itu secara tidak langsung mengisyaratkan sebuah etika atau wujud penghormatan kepada tuan rumah dari sang tamu.

Selain itu ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan system geser. Pintu geser merupakan cirri khas dari pintu arsitektur adat Lombok.

[Show as slideshow]
rebungusmentelaah_22
rebungusmentelaah_21
rebungusmentelaah_20
rebungusmentelaah_19
rebungusmentelaah_18
rebungusmentelaah_16
rebungusmentelaah_15
rebungusmentelaah_13
rebungusmentelaah_14
rebungusmentelaah_17
rebungusmentelaah_12
 
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
« LABO | Pemenang 1 sayembara Penataan : Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung
CS8 Semarang : imagination »

2 comments for “bungus mentelah : Pemenang 1 sayembara Metamorfosa Arsitektur”

by ricky firman putra

On July 30, 2010 at 12:49 am

nice work! congratz guys :)

by didot bima

On August 2, 2010 at 12:02 am

hehe thanks rick!

Leave comments

Click here to cancel reply.








  • Home
  • We are the Jongs!
  • Grab a magz!
  • jongBincang!
  • Meet and Greet :)
  • Need to Contact Us?
  • Shop!
  • News and Updates
  • We Proudly Present..
    • We are Architects
    • Brilliant!
    • Architect Does!
  • digiMove
  • Follow Us On

  • Recent Posts

    • jongBincang! Julien de Smedt by Vidour
    • #KelasInspirasi : Mari Berbagi Mimpi!
    • Panel Diskusi : Metode Masa Kini Konservasi Bangunan
  • Recent Comments

    • irma rachmasari on VIDOUR : Arsitektur Rumah Indonesia?
    • cung on jongJelajah! Singapura
    • frumensius rosman leku on vidour : Wae Rebo Series – Ngole Wae Rebo | Wae Rebo Journey
  • architerian-160-60-1
  • vidour
 
Copyright © 2009 JongArsitek!.com. All rights reserved.
Wordpress, theme design by Infochel. Hosting by Raxdata Networks.