Logo

jongJelajah! Singapura

15 September 2011 - 8:58 by p.khrisno.a.
Categories: Architect Does!, We are Architects, We Proudly Present..

FIVEFOOTWAY Sessions 01: This is what the future looks like from misterdibster on Vimeo.

Sebuah perjalanan dapat membantu seorang arsitek membuka wawasan dan memperluas hubungan. Perjalanan jongArsitek! selalu dimulai dari undangan komunitas lain untuk mengambil bagian dalam acara diskusi yang mereka selenggarakan. Setelah sebelumnya undangan datang dari Surabaya, kali ini undangan berasal dari rekan-rekan jongArsitek! di Singapura.

Perjalanan kami berlangsung dari tanggal 13 sampai 17 Juli 2011, tidak hanya untuk mengikuti diskusi, namun jadwal perjalanan tersebut juga diisi dengan ekskursi ke beberapa objek arsitektur. Beberapa kawan kami di jongArsitek! Singapura membantu penyusunan jadwal ekskursi dan proses ijin kunjungan ke bangunan.

***

Perjalanan tersebut dimulai dari hari Rabu, 13 Juli 2011

Siang itu terik sekali di Singapura, setalah mendarat dan menaruh barang-barang kami di rumah salah satu jongArsitek! Singapura, kami segera bertolak untuk memulai perjalanan hari pertama. Hari ini dimulai dengan mengunjungi Tokio Marine Tower, letaknya berada ditengah CBD Singapur, di salah satu sudut perempatan jalan utamanya. Tokio Marine dibangun dengan mengikuti guidelines kota Singapura yang terbaru, menjadikannya memiliki ruang terbuka di lantai satu dan sebuah dek di lantai dua yang kelak dapat menerima jembatan pejalan kaki penghubung antara gedung. CSYA, biro arsitek yang mendesain Tokio Marine mengirim beberapa teman untuk menemani kami berkeliling gedung. Ditemani salah oleh seorang arsitek CSYA berarti kami dapat mengakses ruangan-ruangan di Tokio Marine, salah satunya adalah ruang hall outdoor di lantai atas yang memiliki pemandangan CBD kota Singapura, tempat parkir mobil otomatis dan ruangan kantor.

Kini pembangunan kian menggiat di Singapura, dan rumah susun Duxton Pinacle adalah salah satunya. Bangunan rumah susun yang didesain oleh ARC Studio Architecture + Urbanism, memiliki bentuk bangunan yang mudah dikenali dari beberapa arah pandang selain karena ketinggian bangunannya juga karena keberadaan taman gantung penghubung antar bangunan di lantai 26 dan lantai 50. bangunan

Kantor URA menjadi rute berikutnya, disana kami berkesempatan untuk mengunjungi pameran karya Richard Rogers sebelum akhirnya mengunjungi SOTA, sekolah seni Singapura yang baru saja selesai dibangun. Pamerannya berisi proyek-proyek yang telah dihasilkan Richard Rogers mulai dari bangunan sampai dengan proyek masterplan. Yang menarik dari pameran ini, selain menampilkan maket dan informasi proyek, terdapat booth tempat duduk yang dilengkapi dengan koleksi buku biografi dan proyek mengenai Richard Rogers dari beberapa penerbit.

Menjelang sore kami bergerak menuju SOTA, school of the Arts, bangunannya mengundang dengan plaza terbuka di area pintu masuk. Satu yang kurang menyenangkan adalah bentuk ramp yang terputus-putus dan berkelok-kelok.
Kegiatan selanjutnya adalah diskusi Fivefootway di Selegie, Night and Day Bar. Selegie bar dipenuhi oleh pengunjung Fivefootway, beberapa rekan dari Indonesia yang bekerja di Singapura tampak hadir disini. Suasana hiruk-pikuk pengunjung bergantian dengan pembicara yang sedang membawakan presentasi, beberapa orang berdiri, dan sebagian lainnya duduk berdempetan mewarnai ruang diskusi. Diskusi ini merupakan jadwal utama jongArsitek! pada hari Rabu. Empat orang dari jongArsitek! menampilkan presentasi dengan topik yang berbeda-beda, Danny Wicaksono
 memberikan presentasi awal mengenai jongArsitek! dan beberapa eksplorasi desain yang telah dilakukannya, Paskalis Khrisno Ayodyantoro
 menampilkan presentasi mengenai rumah asuh yang sedang dikerjakan oleh kantornya dan beberapa komunitas yang diikutinya, Artiandi Akbar
 berbicara mengenai proyek arsitektur, desain dan branding yang berkaitan satu sama lain, dan terakhir Wiyoga Nurdiansyah dari SUB
Architect yang menjelaskan mengenai proyek-proyek SUB. Ambiance muda bergelora malam ini, pencapaian para pembicara pada pekerjaannya masing-masing memang selalu menggugah semangat berkarya setiap menitnya.

***

Kamis, 14 Juli 2011

Kami berkesempatan menemui Prof. Johanes Widodo di NUS untuk berdiskusi dan melakukan tur keliling di fakultas Arsitektur NUS. Diskusi pagi ini lebih memberikan perhatian pada dunia akademis arsitektur. Sertifikasi profesi arsitek, jenis pemilihan materi kuliah, pembentukan kualitas di mata kuliah studio, kegiatan-kegiatan tambahan arsitektur diluar perkuliahan, menjadi beberapa isu yang didiskusikan. Dunia akademis arsitektur memang berkaitan dengan dunia keprofesian, pertanyaan mendasarnya “arsitek seperti apakah yang akan dihasilkan?”. Setelah berdiskusi, kami berkesempatan untuk berkeliling kampus melihat ruang-ruang kelas, beberapa alat-alat pembuatan maket dan juga hasil karya studio para mahasiswa. Fasilitas disini memang sudah cukup jauh berkembang dari apa yang kita miliki di Indonesia, tapi rasanya kita tidak perlu menyayangkan hal tersebut. Fasilitas tersebut memang dimaksudkan untuk mendorong para mahasiswa NUS untuk mencapai level mendesain yang lebih baik. Namun pencapaian akademis di kampus dapat terus berkembang tidak hanya dengan bantuan fasilitas kampus saja, melainkan juga dengan mengikuti kegiatan-kegiatan workshop diluar kampus. Di Indonesia, akhir-akhir ini kegiatan arsitektur kian marak, sehingga rasanya akan membantu geliat penyebaran wawasan arsitektur kita. Dan mungkin jongArsitek! akan berkesempatan membuat jongBerbagi! selanjutnya.

Dari kampus NUS kami bertolak menuju Replubic Poly untuk melanjutkan rute perjalanan di hari kedua. Republic Poly merupakan sekolah politeknik yang didesain oleh Fumihiko Maki dan DP architect, desainnya formal rapi seperti sekolah pada umumnya namun ambience di ruangannya tidak seformal ruang sekolah pada umumnya. Ketika memasuki area kampus, kami merasakan suasana ruang publik yang cukup mengundang dengan adanya area plaza di bagian depan yang bersebelahan dengan area komersial kampus. Bangunannya pun menawarkan suasana yang santai dengan beberapa area terbuka, area ruang duduk, serta area belajar mahasiswa. Ruang dalamnya luas, menyenangkan dan tidak seperti berada di kampus, berbeda dengan kampus-kampus Indonesia dimana ruang-ruangnya yang luas dan megah hanya ditunjukkan untuk area entrance dan rektorat. Ruang-ruang di kampus ini memang milik mahasiswa.

Di perjalanan menuju objek selanjutnya, rumah sakit Koo Tech Puat, kami mampir ke Mesjid Assyafaah. Mesjid Assyafaah tampil dengan gaya modern di daerah sub-urban yang masih minim bangunan. Dibangun oleh Forum Architect, mesjid ini memberikan ambiance ruang shalat utama yang menarik hanya dengan permainan cahaya. Koo Tech Puat adalah rumah sakit yang memiliki suasana berbeda dengan rumah sakit pada umumnya. Ketika memasuki bangunan, ambience ruangan publik rumah sakit sama ketika kita memasuki ruangan publik sebuah mall atau bangunan umum lainnya. Bukan desain yang ‘nyeleneh’, tapi desain yang mempertanyakan kembali ambiance rumah sakit masa kini. Karena menarik sekali ketika ambience seperti itu diterapkan di sebuah rumah sakit, tentunya proses penyembuhan menjadi lebih cepat dan menyenangkan bagi para pasien.

Kunjungan terakhir adalah Marina Bay Sands, another new landmark building in Singapore, especially for Marina Bay. Bentuk bangunan hotelnya menambah city skyline di Marina Bay dan menjadikan Marina Bay memiliki pemandangan istimewa sepanjang 360 derajat. Malam itu beberapa dari kami berkesempatan untuk naik ke Sands SkyPark menggunakan akses kamar kawan jongArsitek!, Bu Mike, salah satu dosen Trisakti yang kebetulan sedang berada di sana. Sands SkyPark memberikan pemandangan kota Singapur yang dapat dinikmati dengan berbagai aktivitas, kolam renang, restoran, dan bar. Pemandangan kota, citylights, kini menjadi jenis wisata yang diminati masyarakat dan memiliki potensi pasar.

***

Jumat, 15 Juli 2011

Perjalanan hari ini diselingi oleh beberapa kunjungan bebas atau bahasa umumnya adalah waktu belanja. Kami berpencar di hari ini, beberapa menuju IKEA, beberapa lagi menuju Jalan Orchard dan beberapa lainnya membuat rute liburan sendiri namun rute terakhir kami sama, menelusuri Marina Bay area sampai Clarke Quay. Bisa dibilang ini juga ekskursi lain kami, karena berkeliling kawasan tersebut berarti mencicipi urban desain kota Singapura. Setiap memandang, street furniture terhampar dimana-mana. Bisa berupa bangku taman, pot tanaman, lampu taman, bahkan patung ataupun instalasi seni lainnya.

***

Sabtu, 16 Juli 2011

Pagi ini kami mampir ke National Singapore Museum sebelum akhirnya menuju hotel Fort Canning. Fort Canning Hotel merupakan bangunan pemugaran yang dikerjakan oleh DP Architect. Beberapa ruang di hotel tersebut didesain ulang agar sesuai dengan standar kamar hotel di Singapur. Tentunya ditemani oleh salah seorang arsitek dari DP Architect sehingga kami dapat mengintip jenis-jenis kamar di hotel tersebut.

Jadwal diskusi terakhir jongArsitek! akan berlangsung pada siang ini. Diskusi dengan SIA dengan judul Rubanism and Urbanism: Architecture’s Challange of Our Time bertempat di kantor SIA. Beberapa arsitek telah berkumpul untuk mendengarkan diskusi yang dipimpin oleh Prof. Tay Kheng Soon, suasana diskusi kali ini lebih formal, yang datang lebih banyak arsitek senior. Semua peserta diskusi diharapkan untuk menyampaikan pemikirannya tentang perkembangan kota di Asia, khususnya Asia Tenggara. (Cuplikan bahan diskusi dapat dilihat pada notes jongJelajah! with SIA, Debate on : New Asian Architecture Beyond Catch Up (ketchup)) Pada diskusi tersebut di-setting kelompok pro dan kontra, sehingga suasana lebih hidup dan menegangkan bahkan beberapa orang tampak bersikuku karena perbedaan sudut pandang. Namun ketegangan berangsur mereda ketika diskusi telah mencapai sesi kesimpulan, beberapa kesepakatan dibuat dan jalan tengah menjadi jawaban dari pendapat-pendapat pro dan kontra.
Ketika keluar dari kantor SIA, matahari sore menyambut kami, tidak seterik pagi tadi ketika kami berjalan menuju sana. Sore ini acara bebas terakhir kami di Singapura, beberapa orang menuju tempat makan untuk menghilangkan letih sehabis diskusi, yang lainnya menghilangkan letih dengan berjalan menuju pusat-pusat perbelanjaan. Dan diakhiri dengan bertemu kembali di Marina Bay area, duduk-duduk di malam minggu, disuguhi dengan pemandangan orang-orang yang berseliweran, ditemani alunan musik dari arah Marina Bay Ampiteater. Kami akhirnya memutuskan untuk melewati Double Helix Bridge, arah pemandangan yang berbeda dari atas jembatan ini. Lelah, letih malam ini ditutup dengan memandang Marina Bay. Rupanya Marina Bay tidak cukup hanya dilihat dari satu sisi saja, untunglah, jadi kami tidak bosan malam ini.

***

Minggu, 17 Juli 2011, pulang.

Bertemu dengan desainer-desainer lain memang menambah wawasan kami, namun bukan itu alasan dibalik perjalanan ini. Kami ingin berbagi, menularkan apa yang kami kerjakan selama ini, mengelorakan semangat berkarya. Desain kelak menjadi sumbangsih kita atas solusi dari masalah-masalah yang terjadi di sekitar kita karena dengan terus berkarya maka lingkungan binaan ini akan terus terjaga kelangsungannya.

Beberapa jongArsitek! Singapur melepas kepulangan kami di bandara. Hari ini kami pulang, Apa yang kami bawa? Berbekal bahan-bahan diskusi, sharing pemikiran dan oleh-oleh, kami berjalan mantap memasuki pintu pesawat terbang tujuan Singapura-Jakarta.

Desain menginspirasi!

Putri Kusumawardhani

[Show as slideshow]
jongjelajah_sg_0711_01
jongjelajah_sg_0711_02
jongjelajah_sg_0711_03
jongjelajah_sg_0711_04
jongjelajah_sg_0711_05
jongjelajah_sg_0711_06
jongjelajah_sg_0711_07
jongjelajah_sg_0711_08
jongjelajah_sg_0711_09
jongjelajah_sg_0711_10
jongjelajah_sg_0711_100
jongjelajah_sg_0711_101
jongjelajah_sg_0711_102
jongjelajah_sg_0711_103
jongjelajah_sg_0711_104
jongjelajah_sg_0711_105
jongjelajah_sg_0711_106
jongjelajah_sg_0711_107
jongjelajah_sg_0711_108
jongjelajah_sg_0711_109
1234567►

video :

COPYRIGHT

Copyright of slides and videos belong to the respective presenters. Images and event footage are property of FIVEFOOTWAY and may be used with proper accreditation.

GRATITUDE

Venue – Kelley Cheng, Randy Chan & all at Night & Day bar
Tokens – FARM
Photography – Hong Guan
Video – Xun Bin
Efforts – Zakiah, Xun Bin, Shahidah, Nabillah, Sarah, Terry, Zhongren
Support – All presenters, the Fivefootway team, the community

Presenter :

Adib Jalal
Editor-in-chief, FIVEFOOTWAY (Singapore)
Slides

Paskalis Khrisno
Architect (Jakarta)
Video

Danny Wicaksono
Architect, Editor-in-chief, Jong Arsitek (Bandung)

Artiandi Akbar
Architect (Bandung)

SUB
Architect (Bandung)

Mark Wee
Architect, UNION (Singapore)

Tang Ling-Nah
Artist (Singapore)
Slides, Video

Light Collab
Lighting Designers (Singapore)

Budi Wijaya
Artist, Creative Director, Beautiful/Banal (Singapore)
Slides

 
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.
« Publikasi Resmi : PAMERAN RUMAH RUMAH TANPA PINTU
UDUN! Sabtu 13 Agustus 2011 jongArsitek! x KeukenBDG x HTH x BDGberkebun »

1 comments for “jongJelajah! Singapura”

by cung

On December 1, 2011 at 10:04 pm

kunjungan yang padat. hebat. semoga bermanfaat.

Leave comments

Click here to cancel reply.








  • Home
  • We are the Jongs!
  • Grab a magz!
  • jongBincang!
  • Meet and Greet :)
  • Need to Contact Us?
  • Shop!
  • News and Updates
  • We Proudly Present..
    • We are Architects
    • Brilliant!
    • Architect Does!
  • digiMove
  • Follow Us On

  • Recent Posts

    • Pameran : INCH Furniture
    • International Workshop: SMART CITY
    • Cikapundung River Cinema
  • Recent Comments

    • landmark-kotabekasi on jongArsitek! di “IMAJI DESIGN WEEKS”
    • andi on (UPDATED) Komik Gerundelan Calon Arsitek oleh Errik Irwan Wibowo
    • MAPPISARA TAHUDDIN on Forum Arsitek ID.SG
  • architerian-160-60-1
  • vidour
 
Copyright © 2009 JongArsitek!.com. All rights reserved.
Wordpress, theme design by Infochel. Hosting by Raxdata Networks.