<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jongArsitek! &#187; We Proudly Present..</title>
	<atom:link href="http://jongarsitek.com/category/feature/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jongarsitek.com</link>
	<description>desain menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 01:57:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Desert Pavilion &#8211; Expo 2015 Milan</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/08/25/desert-pavilion-expo-2015-milan/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/08/25/desert-pavilion-expo-2015-milan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 01:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[Architect Does!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1142</guid>
		<description><![CDATA[Desert Pavilion &#8211; Expo 2015 Milan Rafael Arsono &#8211; Uros Stojadinovic &#8211; Guido Tesio Politecnico di Milano &#8211; Architecture and Urban Landscape 2010 Professors: Remo Dorigati, Giancarlo Floridi Abstraksi Arsitektur yang berpuing. Gurun tidak berskala. Ukuran menjadi tidak relevan. Di Gurun tidak ada referensi arsitektural. Dalam ketidakpastian yang menyeluruh ini, arsitektur membenarkan dirinya hanya dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><strong>Desert Pavilion &#8211; Expo 2015 Milan</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Rafael Arsono &#8211; Uros Stojadinovic &#8211; Guido Tesio</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Politecnico di Milano &#8211; Architecture and Urban Landscape 2010</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Professors: Remo Dorigati, Giancarlo Floridi</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><strong>Abstraksi</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Arsitektur yang berpuing.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Gurun tidak berskala.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Ukuran menjadi tidak relevan.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Di Gurun tidak ada referensi arsitektural.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Dalam ketidakpastian yang menyeluruh ini,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">arsitektur membenarkan dirinya hanya dalam aktivitas ritual,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">sebagai perluasan dari lansekap.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Di Gurun, di tengah kesendirian,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">arsitektur langsung berdiri sebagai tengara,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">melebihi keabsahan fungsi itu sendiri.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Di Gurun, arsitektur mau tidak mau muncul monumental.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Di tengah Gurun, arsitektur berfungsi sebagai naungan,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">sebagai pelindung, dan sebagai ruang kosong,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">yang lantas mengingatkan pada &#8216;kehampaan&#8217; Gurun.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Sebagai naungan, arsitektur muncul karena kebutuhan keseharian.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Arsitektur lantas menjadi ritual.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Ritual tersebut merubah kehampaan menjadi ruang yang berarti.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Dan akhir dari hidup arsitektur harus kembali ke kekosongan yang murni.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Mitos yang bersiklus.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Di tengah Gurun, arsitektur tidak memiliki ambisi untuk &#8216;berubah&#8217;.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Karena Gurun adalah gurun, tidak pernah berubah.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Gurun hanya bisa &#8216;berkembang&#8217;.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Gurun sangat anti-modern.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Bagi mitos modern dari &#8220;paviliun&#8221;,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Ide &#8216;bongkar-pasang&#8217; adalah ideal.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Bagi kami, ide &#8216;berpuing&#8217; adalah yang paling sesuai.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Keduanya merupakan ide dari kesementaraan.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Jika yang pertama cenderung &#8216;diluar konteks&#8217;,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">memaksakan ide memindahkan dari satu tempat ke tempat lain,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">yang kedua sangat mengakar dan spesifik pada lansekap.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Puing adalah lansekap itu sendiri.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Puing sangat kontekstual dan lokal.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Arsitektur yang mampu bertahan melewati reruntuhan bentuknya.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Paviliun ini adalah arsitektur yang berpuing.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Merencanakan menjadi puing akan hidup dari ke-tidak digunakan-nya,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">melewati kesementaraan fungsinya.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Sadar akan kesementaraannya, dan kegentingan hidupnya,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">arsitektur ini didominasi oleh perasaan &#8216;mati&#8217; yang mendalam.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Bentuk lebih tidak penting ketimbang puing yang tersisa.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Arsitektur yang berpuing,</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">akan menihilkan dirinya sendiri.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Dia akan mati dengan sendirinya</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">secara pasti dalam lingkup alamnya:</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Gurun.<span id="more-1142"></span></span><br />
<span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><strong>Latar Belakang</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Desert Pavilion, atau Paviliun Gurun, adalah nama dari proyek tugas akhir kami di kelas untuk program master program internasional di Politecnico di Milano. Tema dari kelas studio akhir tersebut adalah Expo 2015 yang akan datang, &#8216;Feeding The Planet, Energy for Life&#8217;. Mendobrak dogma Expo selama ini yang dirancang sebagai ajang pamer kekayaan negara dengan beradu rancangan arsitektur, Expo kali ini mengangkat isu lansekap, non-arsitektural, yang ada nanti hanya ladang tanaman dari berbagai negara yang terjejer rapi sepanjang 1,5km axis. Fasilitas ruang publik seperti ruang seminar, ruang tamu, ruang wawancara sampai toilet tersebar sebagai gedung netral. Masterplan ini anti-arsitektur, namun sangat berkarakter, seperti Jacques Herzog (salah satu komite perancang masterplan Expo 2015) meyebut &#8220;monumentalitas yang lebih puitis&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">cek link ini</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=2QxxIpYff-g&amp;feature=player_embedded" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=2QxxIpYff-g&amp;feature=player_embedded</a></span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Masterplan Expo 2015 menurut saya sangat berkarakter karena dua hal, yang pertama karena Italia sebagai sebuah bangsa sangat menyadari kekuatan dirinya, agrikultur. Jadi Expo ini akan menjadi sangat lokal (sekaligus global). Kedua, kita bisa lihat bagaimana ide taman-strip&#8211;yang mirip seperti proposal Rem Koolhaas untuk Parc de la Villette&#8211;bisa jadi lebih menarik dan eksperimental dari sekedar sebuah bangunan. Walaupun tanpa gegap-gempita arsitektur dari tiap partisipan, Expo 2015 nanti tetap ambisius dengan rencana pembangunan 5 rumah kaca berisi iklim dari tiap kontinen. Betul, termasuk tropis dan gurun, yang para komite sendiri belum bisa pastikan akan menghabiskan biaya berapa besar.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">cek link ini</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><a href="http://www.abitare.it/highlights/milano-expo-2015/" target="_blank">http://www.abitare.it/highlights/milano-expo-2015/</a></span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><strong>Konsep</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Kembali ke tugas akhir kami, masing-masing kelompok diharuskan memilih iklim, negara, atau daerah, dan ahrus merepresentasikan daerah terpilih tersebut ke dalam plot 20&#215;150 meter. Kelompok kami memilih Gurun Nubi di Afrika tengah, tepatnya di Sudan, karena disanalah experimentasi perkembangan agrikultur perlu dilakukan, di tempat yang, makanan, sangat sulit didapat.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Bagaimana merepresentasikan iklim Gurun pada sebuah paviliun yang menihilkan arsitektur? Sikap yang kami ambil adalah membagi cara pandang kami ke dalam dua metode secara paralel, yaitu riset agrikultur dan desain arsitektur, untuk membedakan secara jelas arsitektur dan agrikultur. </span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Riset agrikultur dilakukan secara bertahap memilah lokasi Gurun di dunia, menganalisis jenis tanaman, sampai tipologi agrikultur. Hasil riset mengerucut ke daerah persawahan di dekat sungai Nil, beberapa kilometer di luar Khartoum. Dari foto satelit  &#8216;google maps&#8217; kami memilih area yang kontras antara agrikultur dan pemukiman, agrikultur dan gurun, sangat kontras.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Sementara pendekatan arsitektur kami, berangkat dari abstraksi di atas, mencoba melawan &#8216;kesementaraan&#8217; dari paviliun ini dengan ide &#8216;menjadi puing&#8217;, yang untuk itu, secara konstruktif membuat kami memilih &#8216;rammed earth&#8217; (tanah yang dipadatkan) sebagai metode membangun. Paviliun ini tidaklah menunjukkan agrikultur secara langsung, melainkan proses imigrasi&#8211;bisa dibilang perjalanan&#8211;penduduk meninggalkan ladang tanaman untuk pergi bekerja ke kota. Sebuah kejadian umum yang dapat menyebabkan perluasan permukaan gurun (desertification). Perjalanan ini dijewantahkan ke dalam ruang-ruang yang didesain memiliki aura spesifik. Apabila perjalanan ini merupakan ritual, maka denah terbuka tidak menjadi pilihan, melainkan ruang yang dibuat untuk suasana dan fungsi tertentu. Masuk, jalan dari kamar ke kamar, keluar ke arah yang berbeda. Ruang ini, secara keseluruhan, sangat linear. Dengan kata lain, kaku, tegas, kuno namun pada tempatnya.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Keempat ruang terbagi secara fungsional dan abstrak, ruang pameran dan ruang teater (ke-2 dan ke-4), ruang dengan taman berkolam serta ruang meditasi (1 dan 3) yang harus melalui &#8216;ramp&#8217; yang landai menembus kolong gelap setinggi 2,40 meter. Ruang-ruang tersebut disusun secara geometris dasar (hampir) kubus dengan dimensi total 8x8x8 meter (3 meter ke bawah tanah) dengan ketebalan dinding 60 cm, berdampingan satu sama lain.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Seluruh permukaan tapak ditutup dengan kerikil (sticked-gravel) dengan beberapa lahan terbuka sebagai lahan tanaman dan oase di ujung belakang tapak. Lahan ini adalah percobaan tumbuhan dari permukaan pasir hydrophobic, sebagai corak pameran teknologi di paviliun ini, pasir yang memiliki daya tahan kelembaban yang tinggi (saat ini dikembangkan oleh UAE), untuk membuka kemungkinan bercocok-tanam kembali (agrification), jagung, gandum atau bahkan padi di gurun.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Jika dari muka tapak, paviliun Gurun ini terasa kering dan sulit, dalam perjalanannya bayangan, gradasi cahaya, air dan pada ruang teater (ruang ke 4), pengunjung dapat melihat tanaman dan pepohonan yang dibingkai oleh dinding paviliiun, sebagai simbol optimisme dan kehidupan.</span></p>
<p><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;">Pada akhirnya, bagaimanapun juga Expo adalah pameran, dan penjelasan fitur pameran secara didaktik tidak dapat kami hindari, seperti tertuang di akhir tapak paviliun ini. Namun pencitraan ide migrasi dan strategi menanam kembali (agrification) sekaligus identitas Gurun terjewantahkan secara jelas.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Helvetica; font-size: small;"><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/1.gif" ><img class="aligncenter size-full wp-image-1144" title="1" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/1.gif" alt="" width="720" height="510" /></a><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/2.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-1145" title="2" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/2.jpg" alt="" width="720" height="510" /></a><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/3.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-1146" title="3" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/3.jpg" alt="" width="720" height="510" /></a><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/4.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-1147" title="4" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/08/4.jpg" alt="" width="720" height="510" /></a><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/08/25/desert-pavilion-expo-2015-milan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bungus mentelah : Pemenang 1 sayembara Metamorfosa Arsitektur</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/29/bungus-mentelah-pemenang-1-sayembara-metamorfosa-arsitektur/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/29/bungus-mentelah-pemenang-1-sayembara-metamorfosa-arsitektur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 00:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>
		<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1122</guid>
		<description><![CDATA[Sayembara desain rumah hunian dengan tema penerapan unsur lokal dan modern Bungus mentelah sederhana ditafsirkan sebagai “atap untuk istirahat” atau juga dapat didefinisikan sebagai rumah tinggal. Desain ini merupakan kolaborasi antara rumah vernakular adat Lombok dengan arsitektur kontemporer. Desain rumah ini menganut paham bergaya modern tetapi dibalik desain itu mengacu dan memetik filosofi-filosofi kehidupan maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sayembara desain rumah hunian dengan tema penerapan unsur lokal dan modern</em></p>
<p><strong>Bungus mentelah</strong> sederhana ditafsirkan sebagai “atap untuk istirahat” atau juga dapat didefinisikan sebagai rumah tinggal. Desain ini merupakan kolaborasi antara rumah vernakular adat Lombok dengan arsitektur kontemporer. Desain rumah ini menganut paham bergaya modern tetapi dibalik desain itu mengacu dan memetik filosofi-filosofi kehidupan maupun filosofi-filosofi rumah adat Lombok.</p>
<p>Selain itu, rumah adat yang kita kenal pada umumnya identik dengan pemakaian material alam, tetapi kenyataannya pemakaian material alam yang dipakai terus-menerus tanpa dilandasi dengan tanggung jawab akan semakin menimbulkan kerusakan lingkungan. Maka kami membuat suatu solusi yaitu dengan sebagian besar material yang kami gunakan adalah material sintetis.</p>
<div style="width:425px" id="__ss_4861364"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/JongArsitek/metamorphosa-2010" title="Metamorphosa 2010">Metamorphosa 2010</a></strong><object id="__sse4861364" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=metamorphosa2010-100728185641-phpapp02&#038;stripped_title=metamorphosa-2010" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed name="__sse4861364" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=metamorphosa2010-100728185641-phpapp02&#038;stripped_title=metamorphosa-2010" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/JongArsitek">jong arsitek</a>.</div>
</div>
<p><strong>lokasi tapak </strong><br />
Lokasi tapak terletak di daerah grogol, pemilihan lokasi ini ditetapkan bedasarkan kondisi daerah grogol yang cukup  padat dan merupakan daerah pemukiman yang “hommy” untuk rumah tinggal. Kondisi lingkungan di lokasi cukup berpolusi dan menggenang apabila pada musim hujan, maka desain yang kami tawarkan mengambil prinsip-prinsip yang dapat menjadi solusi dari permasalahan tadi.</p>
<p><strong>tanaman</strong><br />
Tanaman yang digunakan sebagai atap adalah Monstera yang dapat menyerap polusi di udara, dan juga dapat menyerap air yang cukup banyak. Maka dapat menjadi buffer yang baik dalam memfilter udara dan cahaya matahari.<br />
Untuk tanaman rambat pada dinding, tanaman yang digunakan adalah ficus pumila, tanaman ini juga berfungsi sebagai penyerap polusi yang terdapat diudara.</p>
<p><strong><br />
inovasi desain</strong><br />
Pemakaian kaca nako sebagai dinding karena material ini adalah material yang praktis, jika udara panas dibuka dan jika udara dingin ditutup. Pemakaian nako ini juga mencerminkan dinding anyaman bamboo pada rumah adat yang fungsional.(gambar dinding nako)	</p>
<p>Pemakaian bantalan gempa sebagai pencegah terjadinya gaya horizontal maupun vertical yang ditimbulkan gempa. (gambar bantalan gempa) </p>
<p>Secondary skin untuk meminimalisir masuknya cahaya dan bayangan yang dihasilkan merupakan nilai estetika. Dengan inovasi desain bamboo yang menambah estetika rumah tinggal ini. (gambar secondary skin)</p>
<p>Lantai kaca untuk melihat kolam (gambar lantai kaca)</p>
<p><strong>filosofi</strong><br />
Rumah dan kamar orang tua yang menghadap timur secara simbolis bermakna bahwa yang tua lebih dulu menerima/menikmati kehangatan matahari bagi ketimbang yang muda yang secara fisik lebih kuat. Juga bisa berarti, begitu keluar rumah untuk bekerja dan mencari nafkah, manusia berharap mandapat ridha Allah diantaranya melalui shalat.</p>
<p>timur</p>
<p>Area orang tua dan ruang kerja berada di lantai 3, area anak berada di lantai 2, area bersama (bale) berada di lantai 1. Orang tua berada di tingkat paling tinggi disusul anak yang berada di tingkat bawahnya. Ini sebuah ajaran budi pekerti bahwa orang tua dalam bersikap dan berperilaku hendaknya menjadi panutan anaknya.<br />
Angka “3” simbol daur hidup manusia yaitu, lahir, berkembang, dan mati. Pada desain kami terlihat dari 3 lantai dan 3 modular kubus.</p>
<p>Berugak yang ada di depan rumah, disamping merupakan penghormatan terhadap rezeki yang diberikan tuhan, juga berfungsi sebagai ruang keluarga, menerima tamu, juga menjadi alat control bagi warga sekitar. Misalnya, kalau sampai pukul 9 pagi masih ada yang duduk di berugak dan tidak keluar rumah untuk bekerja, mungkin dia sakit.</p>
<p>Atap bangunan berupa gunungan karena gunung merupakan pencerminan kesucian dan kesempurnaan.<br />
Atap lumbung padi Lombok, dengan jarak 2 meter dari permukaan tanah dan relative tertutup.</p>
<p>Rumah berbentuk panggung sekaligus memaksimalkan resapan air.</p>
<p>Tamupun harus merunduk saat memasuki pintu rumah yang relative pendek. Mungkin posisi membungkuk itu secara tidak langsung mengisyaratkan sebuah etika atau wujud penghormatan kepada tuan rumah dari sang tamu.</p>
<p>Selain itu ada sesangkok (ruang tamu) dan pintu masuk dengan system geser. Pintu geser merupakan cirri khas dari pintu arsitektur adat Lombok.</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-16-1122">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=16&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-282" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/11.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="11" alt="11" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_11.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-283" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/2.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="2" alt="2" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_2.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-284" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/3.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="3" alt="3" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_3.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-285" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/4.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="4" alt="4" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_4.JPG" width="75" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-286" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/5.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="5" alt="5" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_5.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-287" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/6.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="6" alt="6" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_6.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-288" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/7.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="7" alt="7" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_7.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-289" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/8..JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="8." alt="8." src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_8..JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-290" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/9.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="9" alt="9" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_9.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-280" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/1.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="1" alt="1" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_1.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-281" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/10.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_16" >
								<img title="10" alt="10" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/rebungus_mentelaah/thumbs/thumbs_10.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/29/bungus-mentelah-pemenang-1-sayembara-metamorfosa-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LABO &#124; Pemenang 1 sayembara Penataan : Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/27/labo-pemenang-1-sayembara-penataan-museum-konferensi-asia-afrika-bandung/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/27/labo-pemenang-1-sayembara-penataan-museum-konferensi-asia-afrika-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 14:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[New Museum diangkat sebagai tema yang menumbuhkan semangat baru untuk menjadikan museum sebagai salah satu fasilitas publik yang terbuka bagi masyarakat dari beragam kalangan. Museum selayaknya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah namun juga harus menjadi tempat yang menarik, aksesibel untuk seluruh ragam komunitas dan menjadi tempat alternatif berkumpulnya masyarakat dalam upaya meningkatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo01.JPG" alt="" width="740" height="434" /></p>
<p>New Museum diangkat sebagai tema yang menumbuhkan semangat baru untuk menjadikan museum sebagai salah satu fasilitas publik yang terbuka bagi masyarakat dari beragam kalangan. Museum<br />
selayaknya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah namun juga harus menjadi tempat yang menarik, aksesibel untuk seluruh ragam komunitas dan menjadi tempat alternatif berkumpulnya masyarakat dalam upaya meningkatkan potensi kotanya secara berkelanjutan.</p>
<p>Membangun kembali ruh kompleks MKAA (Museum Konperensi Asia Afrika) tidak dapat terlepas dari upaya mengenang spirit kebangkitan yang lekat dengan peristiwa KAA itu sendiri. Peristiwa KAA bukan sekedar peristiwa berskala Kota Bandung, namun peristiwa yang mengharumkan nama Indonesia sebagai sebuah negara yang berpengaruh secara internasional terutama di dalam membangun kekuatan poros baru yang menggabungkan kekuatan Asia dan Afrika pada masanya. Membangkitkan kembali kawasan museum KAA menuntut kita berpijak pada sejarah gemilang tersebut untuk diwariskan dan terus terjaga hingga ke generasi mendatang.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo02.JPG" alt="" width="740" height="534" /></p>
<p>Tujuan dari perancangan kompleks kawasan ini adalah :<br />
1. Tersusunnya konsep perencanaan dan perancangan kompleks MKAA yang tanggap terhadap &#8216;konteks sejarah (heritage-context)&#8217;.<br />
2. Tersusunnya program aktifitas bagi kegiatan revitalisasi bangunan-bangunan penting dalam kawasan sesuai prinsip perancangan dalam kawasan cagar budaya. sedangkan Sasaran dari perencanaan antara lain :<br />
1. Rumusan masalah-masalah spesifik dalam tapak seperti polusi, intensitas kegiatan masyarakat, kepadatan lalu lintas, bantaran air sungai (Cikapundung), dan permasalahan lainnya.<br />
2. Rumusan konsep pengembangan Kompleks MKAA/ Gedung Merdeka dan sekitarnya<br />
3. Rancangan lingkungan yang memperhatikan tautan (linkages), koridor, ruang antar bangunan, dan atau ruang publik pada kawasan secara komprehensif</p>
<p><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo03.JPG" alt="" width="740" height="315" /></p>
<p>Figure ground dari blok MKAA, warna merah adalah bangunan yang dikonservasi. Keberadaan sungai menjadi bagian yang tak terpisahkan dari museum. Permasalahan dari kawasan ini antara lain :<br />
- matinya fungsi beberapa bangunan<br />
- kurangnya ruang terbuka hijau<br />
- munculnya lost space (ruang mati yg tidak dikelola)<br />
- masalah kemacetan dan parkir<br />
- kurangnya street furniture dan fasilitas umum<br />
- kualitas sungai cikapundung yang tidak terawat dengan baik.<br />
Ditengah penurunan vitalitas kawasan Braga, makna museum menghilang seiring dengan menghilangnya fungsifungsi penunjang museum di sekitarnya.</p>
<p>Pada dasarnya blok MKAA yang dilalui sungai cikapundung memiliki potensi dalam menyediakan waterfront dan promenade bagi kawasan , ditambah dengan konteks historis di dalamnya serta bangunan-bangunan bersejarahnya,maka pengembangan museum yang lebih luas dan dinamis dapat dimaksimalkan.</p>
<p>Konsep oase menjadi pilihan di saat kawasan kekurangan ruang terbuka hijau dan ruang publik yang memadai. Alun alun di sisi selatan kompleks MKAA yang dahulu merupakan ruang terbuka publik beralih fungsi menjadi halaman masjid dan ruang parkir. Kerinduan akan suasana kota Bandung yang sejuk dan rindang menjadi salah satu inspirasi pengembangan museum yang baru. Ketimbang membuat sebuah massa baru yang kontras dengan bangunan lama,desain museum baru dibuat menyerupai taman,dengan sekuen-sekuen yang terjaga.</p>
<p>Museum baru dibuat menyatu dengan lingkungan sekitar, multi entry, berinteraksi dengan masyarakat,sungai, jalur-jalur pedestrian, taman, dan memberi sekuen pengalaman diantara bangunan lama, bangunan baru, dan alam. Ia akan lebih terbuka, melebur dalam kehidupan kota sehari hari.</p>
<p>Strategi pengembangan museum baru dan penataan kawasan antara lain :</p>
<p>URBAN OASE<br />
Penciptaan sebuah plaza dengan bermacam vegetasi dan fasilitas selain sebagai area resapan juga berfungsi sebagai simpul jalur pedestrian dan pusat orientasi sekaligus generator aktifitas.</p>
<p>PENATAAN TAMAN DAN SUNGAI<br />
Bantaran sungai Cikapundung akan difasilitasi dengan pengolahan sampah sederhana dan<br />
menjadi ruang hijau untuk mengembalikan keseimbangan ekologi dan menerus masuk ke<br />
dalam plasa, menyatu pada atap-atap hijau bangunan baru</p>
<p>IMAGE BRANDING<br />
Feature street furniture yang khas akan menjadi brand image baru yang mengingatkan masyarakat<br />
tentang museum KAA</p>
<p>PENATAAN FUNGSI BANGUNAN DAN LINKAGE<br />
Fungsi-fungsi bangunan pada kompleks Museum<br />
KAA akan diprioritaskan pada fungsi museum dan fungsi penunjangnya, dengan sebuah jalur yang<br />
saling terhubung sehingga menyediakan pilihanpilihan tujuan.</p>
<p>PEMANFAATAN LORONG BAWAH TANAH DAN PENCIPTAAN BASEMENT<br />
Museum KAA akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung baru dan pemanfatan lorong bawah<br />
tanah sebagai bagian dari sekuen perjalanan museum.</p>
<p>PERAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN<br />
Masyarakat dilibatkan dalam pengembangan museum yang dikemas dalam suatu event. (penanaman bunga,pohon,pengolahan sampah,</p>
<p><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo04.JPG" alt="" width="740" height="1305" /><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo05.JPG" alt="" width="740" height="700" /><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo06.JPG" alt="" width="740" height="498" /></p>
<p><em>MASSA BANGUNAN</em></p>
<p>Beberapa massa bangunan eksisting dirobohkan untuk mendapatkan skyline kawasan yang terjaga dan persentase ruang terbuka yang lebih banyak. Massa-massa baru dibuat terpecah sesuai dengan kapling kapling eksisting sehingga proses pentahapan pembangunan lebih mudah. Ketinggian dibatasi hingga 3 lantai sehingga bangunan-bangunan sekitar masih dapat<br />
terlihat dari arah taman.Jarak antar massa disesuaikan untuk mendapatkan skala yang beragam. Sedangkan untuk daerah sungai tidak dibangun massa baru untuk memaksimalkan unsur alami di blok tersebut. Area sungai kemudian dihubungkan dengan area museum melalui sebuah taman terbuka yang sekaligus menjadi simpul kawasan serta, di sini pengunjung dapat memilih aktifitas dan tujuan sesuai keingunan.</p>
<p>Penataan area sungai dilakukan dengan membuat fasilitas pengolahan sampah yang dioperasikan bersama masyarakat setempat.Di tepian sungai ditanam pohon-pohon peneduh untuk kenyamanan pejalan kaki dan mengembalikan ekosistem sungai. Area promenade menjadi ruang multifngsi sebagai bagian dari ekstensi museum.<br />
<em></em></p>
<p><em><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo07.JPG" alt="" width="740" height="583" /><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo08.JPG" alt="" width="740" height="802" /><br />
SIRKULASI</em></p>
<p>Tidak ada akses jalan yang ditutup pada sirkulasi baru .Sirkulasi pejalan kaki diperbanyak dengan jalur-jalur baru dalam blok museum,jembatan penghubung,basemen,dan menerus menuju museum. Akses masuk museum di area taman terhubung dengan akses basemen. Blok dibuat lebih permeabel dengan menambah beberapa pintu masuk. Di setiap tepi massa terdapat selasar di dalam dan luar blok sehingga aktifitas window shopping dapat terjadi di kedua sisi bangunan.</p>
<p>Sirkulasi kendaraan menuju parkir basemen diletakkan pada jalan Braga selatan,dengan memanfaatkan perbedaan kontur yang miring ke arah sungai ,maka pembuatan basemen dapat lebih mudah. Basemen dibuat pada sebagian lahan sehingga masih menyisakan area resapan dan pohon pohon yang besar. Keberadaan ruang bawah tanah eksisting dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai alternatif galeri dan sirkulasi pengunjung. Sebuah sunken gallery berbentuk lingkaran diletakkan di tengah taman,memberi komunikasi visual pada pengunjung diatas taman . Sirkulasi baru dibuat untuk menghubungkan fungsifungsi penunjang museum dan memberikan pilihan tujuan yang beragam pada pengunjung.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo09.JPG" alt="" width="740" height="1127" /><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo10.JPG" alt="" width="740" height="675" /></p>
<p>SEKUEN KAWASAN</p>
<p>Aktifitas awal yang sudah terbentuk akan memudahkan penciptaan sekuen visual kawasan. Dari arah braga,pengunjung dapat masuk melalui pintu masuk utara,menuju ke museum melewati taman dan pepohonan. Dari sisi barat dapat melalui jembatan penghubung,di sini bangunan lama dan baru terlihat kontras namun memiliki ketinggian yang sejajar. Bangunan perpustakaan menjadi fokus utama area belakang museum,dengan fasad transparan untuk memperlihatkan aktifitas di dalamnya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo11.JPG" alt="" width="740" height="532" /><img class="alignnone" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo12.JPG" alt="" width="740" height="1065" /></p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-14-1110">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=14&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-246" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo01.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo01" alt="mkaa_labo01" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo01.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-247" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo02.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo02" alt="mkaa_labo02" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo02.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-248" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo03.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo03" alt="mkaa_labo03" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo03.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-249" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo04.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo04" alt="mkaa_labo04" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo04.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-250" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo05.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo05" alt="mkaa_labo05" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo05.JPG" width="79" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-251" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo06.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo06" alt="mkaa_labo06" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo06.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-252" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo07.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo07" alt="mkaa_labo07" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo07.JPG" width="95" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-253" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo08.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo08" alt="mkaa_labo08" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo08.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-254" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo09.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo09" alt="mkaa_labo09" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo09.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-255" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo10.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo10" alt="mkaa_labo10" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo10.JPG" width="82" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-256" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo11.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo11" alt="mkaa_labo11" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo11.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-257" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/mkaa_labo12.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_14" >
								<img title="mkaa_labo12" alt="mkaa_labo12" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mkaa_labo/thumbs/thumbs_mkaa_labo12.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/27/labo-pemenang-1-sayembara-penataan-museum-konferensi-asia-afrika-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aradnagna &#124; Entry sayembara Penataan : Museum Konferensi Asia Afrika, Bandung</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/27/aradnagna-entry-sayembara-penataan-museum-konferensi-asia-afrika-bandung/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/27/aradnagna-entry-sayembara-penataan-museum-konferensi-asia-afrika-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 14:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1094</guid>
		<description><![CDATA[MKAA Expo oleh Aradnagna Ini adalah salah satu karya Sayembara Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA) untuk merevitalisasi kompleks museum/Gedung Merdeka, Bandung, yang merupakan bagian dari rangkaian acara dua tahunan Arte-Polis. Sebuah sayembara gagasan bertema New Museum yang diangkat untuk menumbuhkan semangat baru dan menjadikan museum sebagai salah satu fasilitas publik yang terbuka bagi masyarakat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MKAA Expo</strong> oleh <a href="http://www.aradnagna.com/">Aradnagna</a></p>
<p>Ini adalah salah satu karya Sayembara Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA) untuk merevitalisasi kompleks museum/Gedung Merdeka, Bandung, yang merupakan bagian dari rangkaian acara dua tahunan Arte-Polis. Sebuah sayembara gagasan bertema New Museum yang diangkat untuk menumbuhkan semangat baru dan menjadikan museum sebagai salah satu fasilitas publik yang terbuka bagi masyarakat dari beragam kalangan, aksesibel untuk seluruh ragam komunitas, dan menjadi tempat alternatif berkumpulnya masyarakat dalam upaya meningkatkan potensi kotanya secara berkelanjutan.</p>
<p>Tugas yang diberikan adalah mengusulkan konsep perencanaan dan perancangan yang tanggap terhadap konteks sejarah MKAA dan menyusun program aktifitas bagi kegiatan revitalisasi bangunan-bangunan penting dalam kompleks sesuai prinsip perancangan dalam kawasan cagar budaya.</p>
<p>Skema dasar dari tema New Museum adalah menginterpretasikan kembali konsep museum yang ada agar tidak lagi dingin/angker sehingga identik dengan suasana formal/akademik dan terbatas bagi kalangan tertentu saja (siswa, peneliti, sejarawan), melainkan agar menjadi lebih dinamis dan selalu segar dengan membuka lebih banyak kesempatan pada karya-karya baru/kontemporer untuk masuk dan dipamerkan di dalam kompleks ini. Tidak hanya sebatas karya untuk dipamerkan, yang paling penting adalah untuk mampu menyerap masuk berbagai macam kegiatan yang berpotensi menghidupkan kompleks baik secara ragam kegiatan maupun secara ekonomi, sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan warga terhadap kompleks museum ini karena telah berpartisipasi di dalamnya. Sebuah Expo; MKAA Expo.</p>
<p><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar01.jpg" rel="cbox_1094"><img class="alignnone size-full wp-image-1095" title="aradnagna_malabar01" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar01.jpg" alt="" width="720" height="581" /></a></p>
<p>Strategi yang ditawarkan adalah bagaimana ‘<em>menghidupkan kembali daya tarik kompleks MKAA/Gedung Merdeka yang pernah menjadi magnet di tahun 1955</em>’ dengan proyeksi untuk menjadi sebuah icon dan simpul aktifitas bagi lingkungan di sekitarnya, pada khususnya bagi Jalan Braga. Sebuah alun-alun baru; Alun-Alun MKAA. Kemudian massa melayang terhubung dengan massa MKAA lama dengan menyuntikkan sebuah Galeri Penguhubung ke dalam MKAA lama yang berujung pada sebuah travelator yang membawa pengunjung ke atas ke galeri kontemporer baru tadi</p>
<p>1.	Langkah pertama adalah menyusun sebuah kalender acara tahunan yang dapat memfasilitasi acara-acara akbar berskala lokal/nasional/internasional untuk dilaksanakan pada tiap-tiap bulannya.<br />
2.	Memperbesar galeri karya temporer yang kini ukurannya terlalu kecil untuk dapat menggelar acara pameran yang berdampak signifikan terhadap keseluruhan kompleks.<br />
3.	Menyuntikkan program ruang yang dapat mendatangkan pemasukan seperti kafe, toko, ruang pertemuan/auditorium, dan hotel, sehingga secara ekonomi kompleks ini dapat memenuhi kebutuhannya sendiri (self-sustained).<br />
4.	Menyerap aktifitas informal di sekitar kompleks yang kini kurang tertata agar menjadi lebih tertib, terutama masalah parkir.<br />
Langkah-langkah ini dilakukan dengan memaksimalkan kesempatan yang diberikan oleh pemberi tugas untuk mengganti seluruh bangunan non-konservasi yang tidak tertata dan tumbuh tanpa pertimbangan terhadap keseluruhan kompleks dengan infiltrasi bangunan baru yang lebih terintegrasi dengan konsep New Museum.</p>
<p><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar02.jpg" ><img class="alignnone size-full wp-image-1096" title="aradnagna_malabar02" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar02.jpg" alt="" width="720" height="274" /></a><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar03.jpg" ><img class="alignnone size-full wp-image-1097" title="aradnagna_malabar03" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar03.jpg" alt="" width="720" height="427" /></a></p>
<p>Keadaan kompleks yang kini masih dipisahkan oleh Jalan Cikapundung Timur dipersatukan kembali dengan menutup jalan tersebut dari arus kendaraan publik menjadi salah satu fasilitas untuk agenda kegiatan tahunan. Pembebasan ini juga memungkinkan pengolahan bantaran sungai agar menjadi lebih menarik dan fungsional. Lalu-lintas yang kemudian dialihkan ke Jalan Cikapundung Barat menjauhkan sumber polusi disaat kemacetan keluar dari kompleks ini, dan dengan begitu Jalan Cikapundung Barat yang memiliki potensi ekonomi namun selama ini sepi akan menjadi lebih bergairah berkat limpahan lalu-lintas yang lebih ramai.</p>
<p><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar06.jpg" ><img class="alignnone size-full wp-image-1098" title="aradnagna_malabar06" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar06.jpg" alt="" width="720" height="184" /></a><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar04.jpg" ><img class="alignnone size-full wp-image-1099" title="aradnagna_malabar04" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar04.jpg" alt="" width="720" height="1477" /></a></p>
<p>Kebutuhan ruang yang terbentuk dari kalender acara tahunan pada lahan yang telah dibebaskan dari bangunan-bangunan non-konservasi kemudian dikelompokkan menjadi tiga zoning utama (secara vertikal), yaitu basement/semi-basement (parkir), lantai dasar terbuka yang ternaungi/tidak ternaungi (plaza/alun-alun), dan sebuah massa melayang yang menaungi sebagian plaza tadi (infiltrasi massa baru di dalam kompleks : auditorium, perpustakaan &amp; kafe, galeri kontemporer). Bentukan massa baru mengisyaratkan sesuatu yang menjembatani dua potensi yang ada pada dan di sekitar site, yaitu badan air Sungai Cikapundung dan Jalan Braga. Plaza ternaungi yang terbentuk di bagian bawahnya dapat digunakan sepanjang waktu untuk kegiatan seperti bazaar dan sebagainya, dimana luasan massa yang menaungi adalah sama dengan KDB/luasan lantai dasar bangunan-bangunan yang digantikan. Seolah massa ini adalah kumpulan bangunan existing yang dikonfigurasikan ulang kemudian diangkat levelnya hingga menyisakan plaza multi-fungsi di bawahnya.<br />
Plaza yang tidak ternaungi oleh massa melayang terbentuk dari penambahan platform pada sebagian badan sungai yang menciptakan tempat dimana warga bisa berkumpul untuk menyaksikan panggung kesenian terbuka, konser musik, layar tancap, ataupun video-mapping. Sebuah platform yang merupakan miniatur dari alun-alun yang sebenarnya yang berada di sekitar kompleks ini.</p>
<p>Platform tersebut berada pada level yang sama dengan lapis pertama area parkir yang berada pada level semi-basement terhadap Jalan Braga. Lahan parkir ini didesain untuk dapat memuat sebanyak 402 mobil dan 228 motor. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan parkir program ruang-program ruang baru, angka ini diharapkan dapat menyerap kebutuhan parkir yang selama ini kurang tertib dengan menggunakan bahu jalan sehingga menambah kemacetan pada Jalan Cikapundung dan sekitarnya.</p>
<p>MKAA Expo dikonsep sebagai sebuah perwakilan dari jamannya, untuk memperkaya nilai historis kompleks ini dengan menampilkan semangat yang berlangsung pada saat bangunan ini dirancang. Tanpa berusaha mengimitasi langgam dari tahun-tahun yang telah berlalu diharapkan justru membuat kompleks ini menjadi lebih lengkap merekam perjalanan sejarah pada umumnya, dan sejarah arsitektur pada khususnya.</p>
<p><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar07.jpg" rel="cbox_1094"><img class="alignnone size-full wp-image-1100" title="aradnagna_malabar07" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/07/aradnagna_malabar07.jpg" alt="" width="720" height="393" /></a></p>
<p>Aradnagna Architects<br />
Juli 2010</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-13-1094">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=13&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-241" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/aradnagna_malabar05.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_13" >
								<img title="aradnagna_malabar05" alt="aradnagna_malabar05" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/thumbs/thumbs_aradnagna_malabar05.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-242" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/aradnagna_malabar08.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_13" >
								<img title="aradnagna_malabar08" alt="aradnagna_malabar08" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/thumbs/thumbs_aradnagna_malabar08.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-243" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/aradnagna_malabar09.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_13" >
								<img title="aradnagna_malabar09" alt="aradnagna_malabar09" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/thumbs/thumbs_aradnagna_malabar09.JPG" width="86" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-244" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/aradnagna_malabar10.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_13" >
								<img title="aradnagna_malabar10" alt="aradnagna_malabar10" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/thumbs/thumbs_aradnagna_malabar10.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-245" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/aradnagna_malabar11.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_13" >
								<img title="aradnagna_malabar11" alt="aradnagna_malabar11" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/aradnagna_malabar/thumbs/thumbs_aradnagna_malabar11.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/27/aradnagna-entry-sayembara-penataan-museum-konferensi-asia-afrika-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reportase Open House : Achmad Tardiyana</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/26/open-house-achmad-tardiyana/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/26/open-house-achmad-tardiyana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 00:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1081</guid>
		<description><![CDATA[Rumah itu berbeda dari deretan rumah yang lainnya, sosoknya temaram di tengah malam yang cukup gulita itu. Pemilik rumah sekaligus arsitek rumah ini, Achmad Tardiyana, membangun rumah ini dengan berawal dari keinginannya untuk membangun rumah murah. Rumah yang dikatakan murah belum tentu tidak estetik, ketika memasuki pekarangan rumah suasana yang terbangun dari kombinasi bentuk, material, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah itu berbeda dari deretan rumah yang lainnya, sosoknya temaram di tengah malam yang cukup gulita itu. Pemilik rumah sekaligus arsitek rumah ini, Achmad Tardiyana, membangun rumah ini dengan berawal dari keinginannya untuk membangun rumah murah. Rumah yang dikatakan murah belum tentu tidak estetik, ketika memasuki pekarangan rumah suasana yang terbangun dari kombinasi bentuk, material, dan keadaan lingkungan sekitar keunikan local yang baik.</p>
<p>Dari arah jalan, fasad rumah sangat mengundang, area bukaan mendominasi tampak depan rumah, menciptakan akses visual langsung ke bagian dalam rumah terutama lantai tingkat 1. Rak buku terjajar rapi di suatu sudut, sementara di sudut lainnya sebuah ampiteather mini memanfaatkan kemiringan lahan. Letak rumah yang bersebalahan dengan taman kanak-kanak memberikan dorongan kepada sang arsitek untuk membangun sebuah ruang yang dapat mewadahi kegiatan positif bagi warga sekitar</p>
<p>Hal yang menarik ketika memasuki lantai dua adalah akses langsung dari amphitheater menuju ruang keluarga menciptakan sebuah aliran pergerakan yang menerus dengan bantuan selasar belakang. Selasar belakang tampil seperti perpanjangan ruang keluarga, dengan bangku panjang yang digunakan juga sebagai pembatas. Terdapat juga akses utama yang menghubungkan tingkat 1 sampai dengan tingkat 3 yang berada di sisi lain amphiteather.</p>
<p>Lantai dua berisi kamar mandi, dapur, ruang makan dan ruang keluarga sedangkan lantai tiga bersifat lebih privat berisi ruang kerja dan ruang tidur. Dari lantai atas ini, semua ruang dapat dilihat, memberikan pemilik rumah untuk dapat mengawasi setiap ruangnya.</p>
<p>Konektivitas ruang yang terjadi di dalam bangunan sama seperti ketika kita melihat tampak muka bangunan, akses visual menerus dan hubungan ruang yang menerus, seakan mengundang kita untuk terus bergerak menjelajahi detail setiap ruangnya. Keindahan yang diciptakan bangunan ini adalah dari permainan detail setiap elemennya, sambungan satu material bahan ke material lain dan sambungan-sambungan kabel yang diekspose.</p>
<p> Open house tidak saja diisi dengan jalan-jalan malam di dalam bangunan rumah, kali ini bersamaan dengan launching buku seri rumah ide oleh Imelda Akmal dan presentasi beberapa proyek rumah yang masuk pada buku tersebut. Pada sesi akhir, diskusi juga membahas mengenai perlombaan desain rumah yang diadakan seri rumah ide. Diskusi malam itu berakhir dengan pesan, “Jangan lupa mengikuti perlombaan seri rumah ide. Tuangkan ide-ide segar dari para mahasiswa arsitektur, dan arsitek-arsitek muda sampaikan arsitektur kepada masyarakat.” Semuapun tersenyum simpul menikmati suasana diskusi yang berlangsung di area amphiteather yang terbuat dari papan kayu dan beton. </p>
<p>desain menginspirasi!</p>
<p>Putri Kusumawardhani</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-11-1081">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=11&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-222" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep01.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep01" alt="oh_apep01" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep01.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-223" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep02.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep02" alt="oh_apep02" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep02.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-224" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep03.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep03" alt="oh_apep03" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep03.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-225" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep04.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep04" alt="oh_apep04" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep04.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-226" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep05.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep05" alt="oh_apep05" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep05.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-227" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep06.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep06" alt="oh_apep06" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep06.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-228" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep07.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep07" alt="oh_apep07" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep07.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-229" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep08.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep08" alt="oh_apep08" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep08.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-230" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep09.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep09" alt="oh_apep09" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep09.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-231" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep10.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep10" alt="oh_apep10" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep10.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-232" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/oh_apep11.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_11" >
								<img title="oh_apep11" alt="oh_apep11" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/oh_apep/thumbs/thumbs_oh_apep11.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


<p>foto foto oleh Andhang Rakhmat Trihamdani</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/26/open-house-achmad-tardiyana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Summary: Bogor Botanical Gardens International Workshop 2010, 3-10 Juli 2010 (English version, updated)</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/26/summary-bogor-botanical-gardens-international-workshop-2010-3-10-juli-2010-english-version-updated/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/26/summary-bogor-botanical-gardens-international-workshop-2010-3-10-juli-2010-english-version-updated/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 00:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>
		<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1076</guid>
		<description><![CDATA[Press Release: English Version Bogor Botanical Gardens International Workshop 2010, 3-10 Juli 2010 The workshop was initiated by Bogor100. Bogor100 community is consisted by individuals who care about Bogor’s urban development and heritage preservation. For this workshop, Bogor100 works together with several institutions and non-govermental communities; Bogor Botanical Gardens, P4W – LPPM IPB, Landscape Department [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Press Release: English Version<br />
Bogor Botanical Gardens International Workshop 2010, 3-10 Juli 2010</p>
<p>The workshop was initiated by <a href="http://bogor100.org/">Bogor100</a>. Bogor100 community is consisted by individuals who care about Bogor’s urban development and heritage preservation. For this workshop, Bogor100 works together with several institutions and non-govermental communities; Bogor Botanical Gardens, P4W – LPPM IPB, Landscape Department IPB, and Kampoeng Bogor community and <a href="http://www.m-aan.org/">mAAN</a>. The event was held for 7 (seven) days in the Botanical Garden; in the historic Guest House (former director’s residence) and the historic Treub Laboratory.</p>
<p>The workshop was inspired by similar ones held by modern Asian Architecture Network (mAAN) in Shanghai (2004) and Padang (2007); which were always involving students from various international universities and engaging local participants and international experts (academicians and practicioners) as unit masters. Each unit master was responsible as facilitator for 6-7 participants. Participants had to choose the masters according to their interests. The workshop is a collaborative, voluntary, and non-commercial event. The organizer invited 6 experts as unit masters: Prof. Lai Chee Kien (National University of Singapore), Prof. Yahaya Ahmad (University of Malaya, Malaysia), Adi Purnomo (professional architect, Bogor-Jakarta), Dr. Widjaja Martokusumo (Bandung Institute of Technology), Avianti Armand (professional architect/ writer, Jakarta), Rahman Andra Wijaya (professional landscape architect, Bogor). Overall, there were more than 30 participants coming from the National University of Singapore, the University of Malaya, Bogor Institute of Agriculture, Bandung Institute of Technology, Pelita Harapan University, Petra Christian University and young fresh graduates and local volunteers.</p>
<p>Several speakers were invited to share revelant information for the participants; Prof. Johannes Widodo (National University of Singapore) spoke about World Heritage and UNESCO Asia Pacific Heritage Awards, accompanied by several good preservation practices; Prof. Lai Chee Kien (NUS) discussed the role and history of the botanical gardens around Southeast Asia; Prof. Yahaya Ahmad (UM) shared his experience dealing with Penang and Malacca maintaining their World Heritage Site status; Dr. Ernan Rustiadi (P4W IPB) shared his research on Bogor current economic development and urban/ regional planning; Setiadi Sopandi illustrated Bogor’s urban morphology and architecture; Dr. Kuswata Kartawinata (Bogor Botanical Garden, UNESCO) shared his knowledge about the history of Bogor Botanical Gardens; Dr. Siti Nurisyah (Landscape Dept. IPB) talked about landscape architecture documentation and survey; and Dr. Dedy Darnaedi (Bogor Botanical Gardens) discussed the garden’s role as nature conservation site.</p>
<p>The aim of the workshop is to map problems and potentials surrounding urban physical/ environmental development and urban social management, and to relate those problems/ potentials with the existence of Bogor Botanical Gardens as the natural core of the city. The workshop tries to highlight those aspects and proposes creative solutions and improvements which lead to specific aims. Bogor100’s intention is to have the public informed about the importance of the Garden for Bogor’s urban ecosystem and also for the communities. Bogor100 also acts as an open forum that enables stakeholders, institutions and communities, to discuss current problems and ideas for Bogor’s development.</p>
<p>Few results produced by units;</p>
<p>Unit Lai Chee Kien:<br />
Bogor urban planning and development had been against the nature that its physical structure had been developed without addressing the characteristic of the site and its riverine/ hydrological system. This had caused enormous problems and pollution, not only in Bogor, but spread into the Jabodetabek area. The unit proposes a stricter zoning regulation; the northern part is to be dedicated for physical development, while the southern part is best to be dedicated for conservation area. Industries should be put carefully not to pollute the rivers. This would benefit the fresh clean water supplies to the Botanical Garden. The unit propose a development plan to open up public spaces/ parks along the Ciliwung river banks, especially the one connecting the Botanical Garden with the CIFOR forest, and the one leading to the Garden. The students designed a multi-platform ‘bridge’ and a dam functioning as a public open space (as communal space for the dense population) connecting Pulo Geulis and the river bank. The bridge is multi-function: reducing the flood speed when needed, trapping garbage, flood indicator, and some element might function as water catchments devices.</p>
<p>Unit Yahaya Ahmad:<br />
The unit did several assessments to the role of the Garden as usually done to identify a heritage site. As a natural and man-made heritage site, located in the middle of a city, it is important to be able to identify risks and threats to the Garden. It becomes a necessity if the citizen would like to promote the Garden as a World Heritage Site. Among all things can be done, firstly the protection from risks and threats should be done by regulations. One important thing that can effectively protect a heritage site is to have a buffer zone. The unit proposes a buffer zone surrounding the Botanical Garden that also recognizes public activities, historic/ distinctive buildings, facilities. The decision to impose a buffer zone requires total awareness to our own living environment; it might be concerning identification of historic buildings and districts, important environmental elements and systems, important and unique cultural values and customs, local ecosystems as well as economic activities. The zoning decision is often very sensitive since it involves various disciplines and institutions as well as many people’s livelihood; therefore the unit understands time and more effort are needed to have a good buffer zone.</p>
<p>Unit Adi Purnomo:<br />
The unit highlights the problem of water: the amount of water needed by the inhabitants and the supplies. Assumed from figures of annual precipitation record, the unit asserts that it is actually possible to supply the household water usage from rain water collection system. If this system works, there is no need for people living in Bogor to collect ground water – which is harmful to the environment. The results are creative ways to collect rain water using existing public facilities as well as new visually-interesting public facilities; water catchments umbrellas, using road structures as ground reservoirs; public transportation as moving water catchments devices.</p>
<div style="width:425px" id="__ss_4835332"><strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/JongArsitek/i-dontcarebogorbotanicalgarden" title="I don-t-care-bogor-botanical-garden">I don-t-care-bogor-botanical-garden</a></strong><object id="__sse4835332" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=i-don-t-care-bogor-botanical-garden-100725190134-phpapp02&#038;stripped_title=i-dontcarebogorbotanicalgarden" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed name="__sse4835332" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=i-don-t-care-bogor-botanical-garden-100725190134-phpapp02&#038;stripped_title=i-dontcarebogorbotanicalgarden" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object>
<div style="padding:5px 0 12px">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/JongArsitek">jong arsitek</a>.</div>
</div>
<p>Unit Avianti Armand:<br />
The master specifically encourages the participants to do observation to the periphery of the Botanical Garden, and to give their evaluation of the existing ‘spatial quality’ based on sensory perception. The sensory perception observation involves the visual qualities of a segment, the noises produced by the traffic or visitors/ pedestrians, the smells produced by flowers, leaves or public transportation, and the surface of the pedestrian walks or walls. The observation was interestingly translated into information graphics, and considered as references for physical improvements. The unit’s achievement is to introduce a creative parameter that is usually overlooked in conventional statistics and assessments which are usually problematic if being converted into policies and plans.</p>
<p>Unit Widjaja Martokusumo:<br />
One of the intricate problem in Indonesian cities is the lack of coordination within the urban management practice. The results are contradicting and superimposing policies made by different institutions and bodies. It had been contra productive and inefficient. Administrative islands governed by different institutions are often not related to the physical condition and local ecosystem; i.e. the problem of riverine system and water catchments area of Jabodetabek had cause major annual flood, droughts, and salt water penetration. The Garden is also having problem with its offical role as nature conservation site while at the same time being a popular recreational public park, and as a nature education center. The problem occurs when people were not well informed about the facility. The unit, therefore, focuses on providing good information and orientation for the public when approaching the Garden. By reusing old structures and introducing minor improvements at the southern end of the Garden, the unit confidently thinks that the Garden might be understood better by the people.</p>
<p>Unit Rahman Wijaya:<br />
The unit specifically upholds several efforts by the Municipality and the Garden to improve visitors’ facilities. So far, the problems had been caused by piece meal improvements which were not well coordinated and did not put local potentials into attention. The improvements were also still encouraging the use of private transportations, and neglecting the use of more-environmental-friendly public transportations such as trains and busses. Therefore the unit focusses on improving the existing trail of visitor from the Bogor Main Train Station to the Bogor Botanical Garden main entrance. The trail creates unique walking experience by engaging existing historic/ heritage buildings and urban elements as visitor information centers and facilities (as museums, eating-places, sight seeing shelters, and some panoramic spots). The trail starts from the station itself, Taman Topi park, Kapten Muslihat street, Cathedral complex, Herbarium building, Zebaoth Church, Post Office building, historic office buildings and research centers) up to the main entrance. The route design improves the standard of public facilities such as the pedestrian walks, crossings and pedestrian connections, street furnitures, dividers/ fences/ walls, the management of street vendors, and introducing more green elements.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Workshop ini merupakan prakarsa komunitas Bogor100, yang terdiri dari berbagai individu yang peduli terhadap warisan sejarah dan perkembangan kota Bogor. Untuk pelaksanaan workshop ini, Bogor100 bekerja sama dengan beberapa institusi/ komunitas diantaranya: Kebun Raya Bogor, P4W &#8211; LPPM IPB, Jurusan Lansekap IPB; dan didukung oleh komunitas Kampoeng Bogor dan mAAN. Workshop selama 7 (tujuh) hari ini dilaksanakan di dalam Kebun Raya Bogor, tepatnya di 2 gedung bersejarah: Guest House (bekas rumah direktur Kebun Raya Bogor) dan Laboratorium Treub.</p>
<p>Workshop ini diinspirasikan oleh workshop serupa yang pernah dilaksanakan oleh modern Asian Architecture Network (mAAN) di Shanghai (2004) dan Padang (2009), yaitu dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi luar dan dalam negeri, serta melibatkan peserta lokal; dan mengundang para pakar (praktisi maupun pengajar) sesuai dengan bidangnya sebagai unit master. Setiap unit master bertanggungjawab sebagai fasilitator unit yang terdiri dari 6-7 peserta. Peserta dapat memilih unit master yang mereka pilih sesuai dengan minat konsentrasi. Sifat kegiatan workshop ini adalah kolaboratif, suka rela dan non-komersil. Panitia mendatangkan 6 orang pakar sebagai unit master, antara lain: Prof. Lai Chee Kien (National University of Singapore), Prof. Yahaya Ahmad (University of Malaya, Malaysia), Adi Purnomo (Arsitek, Bogor-Jakarta), Dr. Widjaja Martokusumo (Institut Teknologi Bandung), Avianti Armand (Arsitek/ Penulis, Jakarta), Rahman Andra Wijaya (Arsitek Landsekap, Bogor). Secara keseluruhan terdapat lebih dari 30 peserta yang berasal dari National University of Singapore, University of Malaya, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pelita Harapan, dari kalangan profesional muda dan peserta/ relawan lokal.</p>
<p>Beberapa nara sumber juga diundang memaparkan berbagai informasi yang relevan bagi para peserta; diantaranya: Prof. Johannes Widodo mengenai World Heritage dan Unesco Asia Pacific Heritage Awards serta beberapa contoh praktek pelestarian yang baik, Prof. Lai Chee Kien mengenai peran dan sejarah kebun-kebun raya di Asia Tenggara, Prof. Yahaya Ahmad mengenai pengalaman usaha pelestarian Penang dan Malaka sebagai situs warisan dunia, Dr. Ernan Rustiadi mengenai berbagai informasi perkembangan Bogor lewat data statistik, Setiadi Sopandi mengenai morfologi dan arsitektur pecinan Bogor, Dr. Kuswata Kartawinata mengenai sejarah Kebun Raya Bogor, Dr. Siti Nurisyah mengenai teknik pendokumentasian landsekap, dan Dr. Dedy Darnaedi mengenai peran kebun raya sebagai pusat konservasi alam.</p>
<p>Tujuan workshop ini adalah untuk memetakan permasalah penataan fisik lingkungan dan sosial dan manajerial perkotaan yang selama ini beriringan dengan perkembangan pusat kota Bogor dan berbagai dampaknya terhadap Kebun Raya Bogor, sekaligus mengusulkan berbagai solusi kreatifnya dari berbagai sudut pandang, namun berujung pada beberapa tujuan spesifik. Komunitas Bogor100 secara khusus mengangkat isu ini untuk kembali menegaskan pentingnya peran Kebun Raya Bogor bagi lingkungan dan masyarakat Bogor, dan perlunya sebuah wadah bersama untuk menjembatani pulau-pulau administrasi yang terisolasi.</p>
<p>Beberapa yang berhasil dipetakan selama workshop adalah:</p>
<p>Unit Lai Chee Kien:<br />
Perencanaan dan perkembangan kota Bogor selama ini telah ’melawan’ alam bahwa perkembangan fisik dilakukan tanpa mengindahkan kondisi tapak dan jalur air, sehingga mengakibatkan permasalahan dan pencemaran air tidak hanya di Bogor namun meluas di area Jabodetabek. Usulan unit adalah untuk melakukan zonasi yang lebih tegas bahwa perkembangan fisik kota seharusnya dikonsentrasikan pada bagian utara serta memperlakukan area selatan sebagai area konservasi. Zona industri harus diletakkan dengan lebih hati-hati agar tidak mencemari sungai-sungai. Hal ini bila dilakukan dapat membantu kualitas pasokan air terhadap Kebun Raya Bogor. Usulan praktis untuk mengusung ide ini adalah membuka ruang-ruang publik di titik-titik tertentu di sepanjang aliran sungai Ciliwung, menghubungkan Kebun Raya Bogor dengan hutan CIFOR (ke arah utara) dan ke arah selatan. Unit ini merancang sebuah ’jembatan’ multi-platform dan ’dam’ yang berfungsi sebagai ruang terbuka publik di Pulo Geulis sekaligus sebagai peredam kecepatan air di kala pasang, penyaring sampah, indikator banjir, dan teras penyerapan air hujan.</p>
<p>Unit Yahaya Ahmad:<br />
Unit ini melakukan beberapa assesment terhadap peran Kebun Raya Bogor sesuai dengan praktek yang dilakukan dalam mengidentifikasi sebuah benda warisan alam dan budaya. Sebagai sebuah entitas alam yang juga hasil binaan, terlebih terletak di tengah sebuah kota, menjadi sangat penting untuk dapat mengidentifikasi berbagai resiko dan ancaman bagi Kebun Raya Bogor, apalagi bila hendak dipromosikan sebagai sebuah warisan dunia (World Heritage). Usaha perlindungan dari berbagai resiko dan ancaman ini harus diwujudkan melalui kebijakan-kebijakan pembangunan dan pelestarian, diantaranya lewat penentuan zona penyangga (buffer zone). Penentuan zona ini melibatkan banyak hal, diantaranya mencakup pengidentifikasian kawasan/ bangunan bersejarah, elemen-elemen dan sistem-sistem lingkungan penting, potensi-potensi budaya, keberadaan ekosistem, dan lain sebagainya. Proses penentuan zona ini sangat sensitif karena menyangkut banyak hal, termasuk harkat hidup orang banyak, maka dari itu unit ini menyadari usulan mengenai zona penyangga ini masih mungkin diperdebatkan dan dipikirkan lebih lanjut.</p>
<p>Unit Adi Purnomo:<br />
Unit ini menyoroti permasalahan dan potensi Bogor dalam hal pasokan dan aliran air. Berangkat dari data statistik mengenai curah hujan, pasokan air, dan kebutuhan pemakaian air penduduk kota Bogor; unit ini menemukan terdapat potensi luar biasa apabila masyarakat Bogor dapat memanfaatkan air hujan bagi kegiatan sehari-hari. Jumlah pasokan air bersih (dari air hujan) sangat melimpah bila dibandingkan dengan kebutuhan air warga, sehingga sebenarnya warga Bogor tidak perlu menyedot air tanah untuk keperluan mereka. Maka dari itu unit ini mengusulkan berbagai hal yang mungkin (maupun yang saat ini belum dapat diwujudkan) atas usaha memanfaatkan curah hujan; diantaranya adalah dengan membangun payung-payung tadah hujan yang fungsional sekaligus secara visual menarik, pemanfaatan kolong jalan sebagai struktur penampung air, dan pemanfaatan angkot sebagai alat penangkap hujan.</p>
<p>Unit Avianti Armand:<br />
Unit master Avianti mengajak peserta untuk melakukan pengamatan sensoris terhadap periphery/ batas luar Kebun Raya Bogor dan memberikan ‘penilaian terhadap kualitas ruang’ yang terjadi. Pengamatan sensoris ini melibatkan kualitas visual, suara, sentuhan, dan penciuman; yang diterjemahkan dalam seperangkat infografis yang kemudian dijadikan referensi bagi usulan pengembangan perencanaan fisik batas luar Kebun Raya Bogor. Yang paling menarik dari pendekatan ini adalah pengumpulan informasi yang sifatnya memberikan ilustrasi kualitas ruang kota lewat pengindraan langsung; informasi yang tidak berupa angka-angka statistik ataupun ilustrasi verbal yang kadang sulit diterjemahkan ke dalam usulan-usulan kebijakan maupun perencanaan.</p>
<p>Unit Widjaja Martokusumo:<br />
Persoalan besar yang dialami berbagai kota di Indonesia adalah ketiadaan koordinasi manajemen pengelolaan kota yang terpadu, sehingga banyak dari berbagai kebijakan dan usaha perencanaan yang tumpang tindih dan saling bertentangan. Hal ini sangat kontraproduktif terhadap usaha pengelolaan kota yang baik. Pulau-pulau administratif tersebut juga tidak sinkron dengan kondisi fisik dan ekosistem lingkungan kota, sehingga persoalan seperti aliran sungai dan penentuan daerah resapan menjadi masalah yang tidak kunjung selesai hingga kini. Tumpang tindih peran juga terjadi pada Kebun Raya Bogor, selain fungsi resminya sebagai sebuah pusat konservasi tanaman, KRB juga ternyata berfungsi sebagai ruang terbuka hijau publik, sebagai sebuah pusat aktivitas masyarakat dan juga pusat informasi dan pendidikan. Permasalahannya adalah ketika masyarakat sulit membedakan fungsi ini dan mengalami disorientasi sehingga sulit memahami dan memperlakukan fasilitas ini sesuai dengan fungsinya. Unit ini, maka dari itu, mengusulkan perencanaan fisik yang bisa menjembatani disorientasi, yaitu dengan merancang kembali titik-titik tertentu yang dianggap bermasalah dan mengusulkan pemanfaatan kembali fasilitas gedung-gedung pada bagian selatan Kebun Raya Bogor untuk menampung kegiatan pusat informasi publik.</p>
<p>Unit Rahman Wijaya:<br />
Unit ini secara spesifik mendukung beberapa upaya yang sudah dirintis oleh Pemerintah Kota maupun Kebun Raya Bogor sendiri untuk memberikan fasilitas bagi pengunjung Kebun Raya Bogor. Permasalahan yang timbul selama ini adalah penataan alur pengunjung yang tidak terkoordinasi dengan baik dan tidak mengakomodasi berbagai potensi pariwisata dan informasi publik yang ada di Bogor. Keberpihakan pada pengguna transportasi publik juga tidak terdukung dengan baik, dan masih didominasi oleh keinginan untuk mengakomodasi pengguna kendaraan pribadi. Maka dari itu unit Rahman Wijaya merancang ulang rute pengunjung dari Stasiun Kereta Api Bogor menuju Pintu Masuk 1 Kebun Raya Bogor sebagai sebuah ’trail’ yang menyajikan pengalaman menarik, termasuk memberikan pengetahuan mengenai potensi-potensi sejarah lokal dan informasi mengenai Kebun Raya Bogor dan pengetahuan lingkungan. Rancangan rute ini mencakup penataan gedung dan pedestrian di Stasiun Kota Bogor, Taman Topi, jalan Kapten Muslihat, komplek Gereja Katedral, gedung Herbarium, Gereja Zebaoth, pertigaan di depan BTM, gedung-gedung perkantoran/ penelitian, museum-museum, gerbang utama Kebun Raya Bogor. Rancangan rute ini juga memberikan elemen-elemen yang membantu meningkatkan kualitas ruang kota, seperti memberikan ruang lebih pada pejalan kaki (konektivitas pejalan kaki), memberikan lebih banyak ruang bagi elemen-elemen hijau kota, sehingga dapat meningkatkan faktor kenyamanan dan keamanan, sekaligus menata-ulang manajemen ruang kota sehingga tetap dapat menikmati hasil dari potensi ekonomi sektor informal.</p>
<p>Penulis: Setiadi Sopandi</p>
<p>PS:<br />
This note is also a press release and abstract for the publication.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/26/summary-bogor-botanical-gardens-international-workshop-2010-3-10-juli-2010-english-version-updated/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KAMAR#03 : Mimpi Rumah Murah dan Perumahan Sosial</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/21/mimpi-rumah-murah-kamar03/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/21/mimpi-rumah-murah-kamar03/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 13:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>
		<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1064</guid>
		<description><![CDATA[Kami baru saja mendapat sebuah slide dan reportase foto dari Willy Samoel di Makasar tentang Komunitas Arsitek Muda Makasar yang baru saja mengadakan presentasi dan diskusi dengan Yu sing, tentang Mimpi Rumah Murah dan Perumahan Sosial. Beberapa terlampir slide tentang Mimpi Rumah Murah dan Perumahan Sosial oleh Yu sing, Selamat terinpirasi! Foto foto teman teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami baru saja mendapat sebuah slide dan reportase foto dari Willy Samoel di Makasar tentang Komunitas Arsitek Muda Makasar yang baru saja mengadakan presentasi dan diskusi dengan Yu sing, tentang Mimpi Rumah Murah dan Perumahan Sosial. Beberapa terlampir slide tentang <strong>Mimpi Rumah Murah dan Perumahan Sosial oleh Yu sing, </strong>Selamat terinpirasi<strong>!<br />
</strong></p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-10-1064">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=10&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-205" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/a mimpi rumah murah & perumahan sosial copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="a mimpi rumah murah &amp; perumahan sosial copy" alt="a mimpi rumah murah &amp; perumahan sosial copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_a mimpi rumah murah & perumahan sosial copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-206" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/b diskusi copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="b diskusi copy" alt="b diskusi copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_b diskusi copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-207" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/c buat apa hidup copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="c buat apa hidup copy" alt="c buat apa hidup copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_c buat apa hidup copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-208" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/d kisah pengusaha petani copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="d kisah pengusaha petani copy" alt="d kisah pengusaha petani copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_d kisah pengusaha petani copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-209" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/e apa itu sukses copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="e apa itu sukses copy" alt="e apa itu sukses copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_e apa itu sukses copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-210" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/f sukses adalah copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="f sukses adalah copy" alt="f sukses adalah copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_f sukses adalah copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-211" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/g intisari hidup copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="g intisari hidup copy" alt="g intisari hidup copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_g intisari hidup copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-212" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/h arsitektur kepada rakyat copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="h arsitektur kepada rakyat copy" alt="h arsitektur kepada rakyat copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_h arsitektur kepada rakyat copy.JPG" width="90" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-213" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/i desain rumah murah copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="i desain rumah murah copy" alt="i desain rumah murah copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_i desain rumah murah copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-214" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/j awal mula desain rumah murah copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="j awal mula desain rumah murah copy" alt="j awal mula desain rumah murah copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_j awal mula desain rumah murah copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-215" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/k tahun pertama copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="k tahun pertama copy" alt="k tahun pertama copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_k tahun pertama copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-216" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/l tdk henti2nya copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="l tdk henti2nya copy" alt="l tdk henti2nya copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_l tdk henti2nya copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-217" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/m jaim copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="m jaim copy" alt="m jaim copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_m jaim copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-218" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/n workshop ami copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="n workshop ami copy" alt="n workshop ami copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_n workshop ami copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-219" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/o ruang mimpi copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="o ruang mimpi copy" alt="o ruang mimpi copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_o ruang mimpi copy.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-220" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/p rekonstruksi pasca bencana copy.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="p rekonstruksi pasca bencana copy" alt="p rekonstruksi pasca bencana copy" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_p rekonstruksi pasca bencana copy.JPG" width="97" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-221" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/w penutup.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_10" >
								<img title="w penutup" alt="w penutup" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/mimpi_rumah_murah/thumbs/thumbs_w penutup.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


<p><strong>Foto foto teman teman Arsitek Muda di Makasar</strong></p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-9-1064">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=9&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-179" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_001.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_001" alt="kamar_03_001" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_001.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-180" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_002.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_002" alt="kamar_03_002" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_002.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-181" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_003.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_003" alt="kamar_03_003" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_003.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-182" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_004.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_004" alt="kamar_03_004" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_004.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-183" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_005.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_005" alt="kamar_03_005" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_005.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-184" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_006.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_006" alt="kamar_03_006" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_006.JPG" width="82" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-185" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_007.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_007" alt="kamar_03_007" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_007.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-186" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_008.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_008" alt="kamar_03_008" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_008.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-187" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_009.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_009" alt="kamar_03_009" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_009.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-188" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_010.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_010" alt="kamar_03_010" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_010.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-189" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_011.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_011" alt="kamar_03_011" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_011.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-190" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_012.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_012" alt="kamar_03_012" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_012.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-191" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_013.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_013" alt="kamar_03_013" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_013.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-192" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_014.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_014" alt="kamar_03_014" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_014.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-193" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_015.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_015" alt="kamar_03_015" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_015.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-194" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_016.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_016" alt="kamar_03_016" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_016.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-195" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_017.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_017" alt="kamar_03_017" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_017.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-196" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_018.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_018" alt="kamar_03_018" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_018.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-197" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_019.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_019" alt="kamar_03_019" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_019.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-198" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_020.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_020" alt="kamar_03_020" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_020.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-199" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_021.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_021" alt="kamar_03_021" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_021.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-200" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_022.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_022" alt="kamar_03_022" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_022.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-201" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_023.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_023" alt="kamar_03_023" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_023.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-202" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_024.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_024" alt="kamar_03_024" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_024.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-203" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_025.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_025" alt="kamar_03_025" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_025.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-204" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/kamar_03_026.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_9" >
								<img title="kamar_03_026" alt="kamar_03_026" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/KAMAR_3/thumbs/thumbs_kamar_03_026.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/21/mimpi-rumah-murah-kamar03/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PNAM 2010 : Diskusi</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/19/pnam-2010-diskusi/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/19/pnam-2010-diskusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 03:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1058</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa Video diskusi Pameran Nasional Arsitek Muda 2010, beberapa video akan diunggah segera. Video diskusi dan presentasi lainnya bisa di buka di tautan jongBincang! rekaman rekaman ini dibantu melalui kamera sederhana Errik Irwan Wibowo. Diskusi : Peran Lintas Komunitas dalam budaya kreatif architerian Lintas Komunitas dalam Budaya Kreatif &#8211; architerian from jongArsitek! on Vimeo.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa Video diskusi Pameran Nasional Arsitek Muda 2010, beberapa video akan diunggah segera. Video diskusi dan presentasi lainnya bisa di buka di tautan <a href="http://jongarsitek.com/jongbincang/">jongBincang!</a> rekaman rekaman ini dibantu melalui kamera sederhana Errik Irwan Wibowo.</p>
<p><strong>Diskusi : Peran Lintas Komunitas dalam budaya kreatif</strong></p>
<p>architerian</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="300" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://vimeo.com/moogaloop.swf?clip_id=13430900&amp;server=vimeo.com&amp;show_title=1&amp;show_byline=1&amp;show_portrait=0&amp;color=&amp;fullscreen=1" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="300" src="http://vimeo.com/moogaloop.swf?clip_id=13430900&amp;server=vimeo.com&amp;show_title=1&amp;show_byline=1&amp;show_portrait=0&amp;color=&amp;fullscreen=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><a href="http://vimeo.com/13430900">Lintas Komunitas dalam Budaya Kreatif &#8211; architerian</a> from <a href="http://vimeo.com/jongarsitek">jongArsitek!</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/19/pnam-2010-diskusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>11 x 8 Kumpulan Sudut Pandang Muda : On Sale!</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/14/11-x-8-kumpulan-sudut-pandang-muda-on-sale/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/14/11-x-8-kumpulan-sudut-pandang-muda-on-sale/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 00:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>
		<category><![CDATA[We Proudly Present..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[This book is collection of selected writings and projects that has been published in jongArsitek!, a monthly digital magazine, focusing on architecture. jongArsitek! is now entering their third year of publication with 17 editions and has reached 30000 readers. This book divided into two parts. Part one consist 11 projects, which is taken from workshop, competition and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/06/jongArsitek_A2_594-420_promoposter.jpg" rel="cbox_952"><img class="alignnone size-full wp-image-951" title="jongArsitek_A2_594-420_promoposter" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2010/06/jongArsitek_A2_594-420_promoposter.jpg" alt="" width="750" height="1055" /></a></p>
<p>This book is collection of selected writings and projects  that has been published in jongArsitek!, a monthly digital magazine,  focusing on architecture. jongArsitek! is  now entering their third year of publication with 17 editions and has  reached 30000 readers.</p>
<p>This book divided into two  parts. Part one consist 11 projects, which is taken from workshop,  competition and exhibitions. And part two consist 8 essay by contributors  from national and international.</p>
<p>Books 11 x 8 showing some point of view from young and  emerging architects that has become medium of inspiration for many young  architects of this country. With aim to roll out and continue various  new, fresh and useful discourse for the better future of Indonesian  architecture.</p>
<p>96 Pages, 15.5 cm x 22.5 cm, Limited Edition of 500</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-8-952">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=8&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-172" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/11x8-a.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_8" >
								<img title="11x8-a" alt="11x8-a" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/thumbs/thumbs_11x8-a.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-173" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/11x8-b.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_8" >
								<img title="11x8-b" alt="11x8-b" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/thumbs/thumbs_11x8-b.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-174" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/11x8-c.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_8" >
								<img title="11x8-c" alt="11x8-c" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/thumbs/thumbs_11x8-c.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-175" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/11x8-d.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_8" >
								<img title="11x8-d" alt="11x8-d" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/thumbs/thumbs_11x8-d.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-176" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/11x8-e.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_8" >
								<img title="11x8-e" alt="11x8-e" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/thumbs/thumbs_11x8-e.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-177" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/11x8-f.JPG" title=" " class="thickbox" rel="set_8" >
								<img title="11x8-f" alt="11x8-f" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/11x8/thumbs/thumbs_11x8-f.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/14/11-x-8-kumpulan-sudut-pandang-muda-on-sale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komik Gerundelan Calon Arsitek oleh Errik Irwan Wibowo</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2010/07/12/komik-gerundelan-calon-arsitek-oleh-errik-irwan-wibowo/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2010/07/12/komik-gerundelan-calon-arsitek-oleh-errik-irwan-wibowo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 02:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[Architect Does!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu sahabat kami Errik Irwan Wibowo, dari semarang, yang sekarang tinggal dan bekerja di Bali, membagi komik komik jenaka proses panjang menjadi mahasiswa arsitektur. Silahkan klik gambar untuk melihat priview lebih jelas, atau klik kanan dan &#8220;open link&#8221; untuk melihat dalam ukuran utuh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu sahabat kami Errik Irwan Wibowo, dari semarang, yang sekarang tinggal dan bekerja di Bali, membagi komik komik jenaka proses panjang menjadi mahasiswa arsitektur. Silahkan klik gambar untuk melihat priview lebih jelas, atau klik kanan dan &#8220;open link&#8221; untuk melihat dalam ukuran utuh.</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-7-1046">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://jongarsitek.com/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=7&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-155" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/01. Peleton Gajah (1 dari 3).JPG" title="01. Peleton Gajah (1 dari 3)" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="01. Peleton Gajah (1 dari 3)" alt="01. Peleton Gajah (1 dari 3)" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_01. Peleton Gajah (1 dari 3).JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-156" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/02. Peleton Gajah Padam (2 dari 3).JPG" title="02. Peleton Gajah Padam (2 dari 3)" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="02. Peleton Gajah Padam (2 dari 3)" alt="02. Peleton Gajah Padam (2 dari 3)" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_02. Peleton Gajah Padam (2 dari 3).JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-157" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Kisah jelang ujian.JPG" title="Kisah jelang ujian" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Kisah jelang ujian" alt="Kisah jelang ujian" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Kisah jelang ujian.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-158" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Kisah....JPG" title="Kisah..." class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Kisah..." alt="Kisah..." src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Kisah....JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-159" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Konsultasi ala arsitek.JPG" title="Konsultasi ala arsitek" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Konsultasi ala arsitek" alt="Konsultasi ala arsitek" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Konsultasi ala arsitek.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-160" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Macet & Kemajuan.JPG" title="Macet &amp; Kemajuan" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Macet &amp; Kemajuan" alt="Macet &amp; Kemajuan" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Macet & Kemajuan.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-161" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Ngisi Studio 7.JPG" title="Ngisi Studio 7" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Ngisi Studio 7" alt="Ngisi Studio 7" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Ngisi Studio 7.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-162" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/PTMB.JPG" title="PTMB" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="PTMB" alt="PTMB" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_PTMB.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-163" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Perang ala Arsitektur 1.JPG" title="Perang ala Arsitektur 1" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Perang ala Arsitektur 1" alt="Perang ala Arsitektur 1" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Perang ala Arsitektur 1.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-164" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Perang ala Arsitektur 2.JPG" title="Perang ala Arsitektur 2" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Perang ala Arsitektur 2" alt="Perang ala Arsitektur 2" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Perang ala Arsitektur 2.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-165" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Review ke-2.JPG" title="Review ke-2" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Review ke-2" alt="Review ke-2" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Review ke-2.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-166" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/STUDIO PROYEK AKHIR ARSITEKTUR ABIS DI LAN.JPG" title="STUDIO PROYEK AKHIR ARSITEKTUR ABIS DI LAN" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="STUDIO PROYEK AKHIR ARSITEKTUR ABIS DI LAN" alt="STUDIO PROYEK AKHIR ARSITEKTUR ABIS DI LAN" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_STUDIO PROYEK AKHIR ARSITEKTUR ABIS DI LAN.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-167" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Senggang-lembur.JPG" title="Senggang-lembur" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Senggang-lembur" alt="Senggang-lembur" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Senggang-lembur.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-168" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Siklus.....JPG" title="Siklus...." class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Siklus...." alt="Siklus...." src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Siklus.....JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-169" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Studio Perancangan Arsitektur hari2 ini.JPG" title="Studio Perancangan Arsitektur hari2 ini" class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Studio Perancangan Arsitektur hari2 ini" alt="Studio Perancangan Arsitektur hari2 ini" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Studio Perancangan Arsitektur hari2 ini.JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-170" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/Studio perancangan...JPG" title="Studio perancangan.." class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="Studio perancangan.." alt="Studio perancangan.." src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_Studio perancangan...JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-171" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/wALL OF ....JPG" title="wALL OF ..." class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="wALL OF ..." alt="wALL OF ..." src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_wALL OF ....JPG" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-178" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/03 peleton gajah.jpg" title=" " class="thickbox" rel="set_7" >
								<img title="03 peleton gajah" alt="03 peleton gajah" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/Gerundelan_Calon_Arsitek/thumbs/thumbs_03 peleton gajah.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2010/07/12/komik-gerundelan-calon-arsitek-oleh-errik-irwan-wibowo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
