<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jongArsitek!</title>
	<atom:link href="http://jongarsitek.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jongarsitek.com</link>
	<description>desain menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 01:39:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>jongBincang! Julien de Smedt by Vidour</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/05/04/jongbincang-julien-de-smedt-by-vidour/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/05/04/jongbincang-julien-de-smedt-by-vidour/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 01:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>
		<category><![CDATA[We are Architects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1741</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/39246952" width="750" height="422" frameborder="0" webkitAllowFullScreen mozallowfullscreen allowFullScreen></iframe></p>
<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/38938177" width="750" height="422" frameborder="0" webkitAllowFullScreen mozallowfullscreen allowFullScreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/05/04/jongbincang-julien-de-smedt-by-vidour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#KelasInspirasi : Mari Berbagi Mimpi!</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/04/27/kelasinspirasi-mari-berbagi-mimpi/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/04/27/kelasinspirasi-mari-berbagi-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 07:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>
		<category><![CDATA[We Proudly Present..]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1728</guid>
		<description><![CDATA[Catatan si penata pencahayaan Pagi itu, di jam kedua saya bertugas mengajar adik-adik kelas 6. Latar belakang pendidikan saya adalah arsitektur tapi hari itu saya bertugas mewakili pengenalan impian kepada siswa-siswi SDN Duri Pulo 03 pagi dalam bidang ilmu yang saya geluti sekarang yaitu lighting design. &#8220;Siapa yang tahu apa profesi kakak? &#8221; &#8220;Tukang lampu!&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Catatan si penata pencahayaan</strong></p>
<p>Pagi itu, di jam kedua saya bertugas mengajar adik-adik kelas 6. Latar belakang pendidikan saya adalah arsitektur tapi hari itu saya bertugas mewakili pengenalan impian kepada siswa-siswi SDN Duri Pulo 03 pagi dalam bidang ilmu yang saya geluti sekarang yaitu <em>lighting design</em>.</p>
<p>&#8220;Siapa yang tahu apa profesi kakak? &#8221;</p>
<p>&#8220;Tukang lampu!&#8221; celetuk salah satu siswa yang sepertinya terlihat paling berani, mungkin karena ketauan dari awal saya membawa-bawa lampu meja mencolok berwarna merah.  Hahaha, dalam hati sedikit tertawa sedih tapi geli karena saya dibilang tukang.</p>
<p>&#8220;Kurang tepat. Sedikit lagi!&#8221; kata saya.</p>
<p>Dan benar saja, setelah saya jelaskan bahwa saya ini <em>lighting designer</em> semua anak di kelas itupun mengaku tidak tahu tentang profesi saya. Lalu saya mencoba menerjemahkan dengan bahasa yang paling sederhana, saya ini perancang pencahayaan. Khususnya yang ada hubungannya dengan bangunan, bukan seperti pencahayaan yang mereka pernah lihat dari kakak-kakak fotografer ataupun pencahayaan panggung artis-artis korea kesayangan mereka.</p>
<p>Saya ilustrasikan dengan logika sederhana &#8211; saya suruh mereka memejamkan mata.  Saya tanya, apakah mereka bisa melihat jika mata terpejam-gelap dan tidak ada cahaya? Mereka sambil setengah bergumam menjawab &#8220;tidaak&#8221;.  Dari situlah saya mulai menyisipkan ide-ide tentang hal-hal apa sajakah yang dikerjakan oleh <em>lighting designer</em>. Saya sampaikan bahwa tugas kami adalah tidak sekedar memilih jenis lampu, warna lampu, sudut jatuhnya cahaya, memilih tempat yang tepat untuk meletakkannya tapi yang paling penting adalah menciptakan suasana yang paling &#8220;enak dan nyaman&#8221; untuk kita berkegiatan; membaca, menulis, menari, dsb.</p>
<p>Ya&#8230;pemilihan kata sangat penting untuk menjelaskan semua hal tentang profesi kita kepada adik-adik SD ini.  Jika biasanya kita menjelaskan tujuan perancangan kita kepada <em>client</em> adalah untuk menciptakan ruang yang &#8220;<em>comfortable</em>&#8221; untuk beraktivitas, tentu kita harus menggantinya dengan kata dan ungkapan yang jauh lebih sederhana.  Contoh-contoh gambar <em>project</em>, majalah dan contoh berbagai bola lampu yang dinyalakan juga akan membantu mereka untuk lebih tertarik kepada sesuatu yang disebut <em>lighting</em>.</p>
<p>Hal lain yang menjadi catatan adalah tentang penguasaan kelas.  Entah kenapa secara pribadi saya merasa lebih bisa &#8220;menguasai&#8221; adik-adik kelas 1.  Walaupun suara yang saya keluarkan harus <em>extra</em> lantang, tapi lebih mudah untuk mengembalikan perhatian mereka. Sedangkan untuk kelas 4 dan 6, saya merasa lebih tertantang mendapatkan perhatian mereka kembali jika salah satu atau beberapa kelompok mulai terpecah konsentrasinya. Maka di akhir hari itu terbayang rasa sedih-haru teringat masa SD dulu.  Ingin rasanya datang dan &#8216;salim&#8217; ke guru-guru satu persatu karena siang itu terbit hebat rasa <em>salute</em> saya pada mereka.</p>
<p>Ketika saya tanya di pagi hari &#8220;Siapa yang cita-citanya <em>pengen</em> jadi <em>lighting designer</em>?&#8221; &#8211; tidak ada yang menjawab, tapi begitu di akhir kelas saya tanya lagi &#8211; hampir semua anak mengangkat tangannya. Ah senang sekali rasanya. Saya yakin dengan cara berkomunikasi yang tepat dan semangat membara dari si pembawa ide maka hal-hal baik tersebut akan terus tersebar luas.</p>
<p><strong>Kota</strong><strong> yang baik datang dari masyarakat yang baik</strong></p>
<p>Kelompok-kelompok kecil itu bergantian memanggil saya, bertanya bagaimana cara menggambar rumah, kantor atau mobil. Salah satu kelompok menemukan cara lain untuk menggambarkan kotanya, yaitu dengan menulis “Rumah Ayu, Gedung Yudis, Perpustakaan Dimas, Mobil Yudis, Hotel Aril”. Ketika kelas 2-5 ditanya dimana rumah impian masa depan, semua menjawab serempak, “di tamaaannn!”</p>
<p>Maket tugas akhir yang saya bawa terus membuat seisi kelas berjalan hilir-mudik ke depan, menyentuh-nyetuh pohon, mobil-mobil kecil berskala 1:500 dan mengetok-ketok bangunan yang terbuat dari <em>greyboard</em>.</p>
<p>Gambar-gambar yang saya bawa tentang jalan raya, jalan tol, sungai membuat beberapa anak mengitari saya dan menutupi teman-teman lainnya yang masih duduk di kursi.</p>
<p>Ketika pulang, ada seorang anak mendekat menghampiri saya, Subur namanya, “kak, besok datang lagi yaa, bawa lego rumah yang banyakk” Lalu berlari lagi menjauh. Tiara, temannya yang lain menjabat tangan saya, “kak, peta kota yang tadi aku udah <em>copot</em> terus aku jadiin satu sama yang lain, jadi kotanya lengkap, nanti diisi lagi yaa” dia tersenyum bangga sambil menatap mata saya mencari sebuah janji.</p>
<p>Sepotong kenangan menjadi satu, sedikit kekhawatiran tentang pelajaran hari ini terus menghantui, “apakah anak-anak mengerti? apakah mereka tahu profesi arsitek kota? apa mereka tahu apa yang saya lakukan? apakah saya membawa inspirasi untuk mereka?” Tapi sebuah kalimat pada saat briefing menyadarkan saya, “hadir dan menitipkan pesan, semudah dan sesederhana itu saja”.</p>
<p>Jangan bertanya tentang pesan saya, pesan saya tidak puitis dan berirama, hanya pesan-pesan pendek tentang berperilaku dikota. Seperti slogan-slogan papan nasehat yang dapat ditemui di tengahkota, “jangan mencoret-coret tembok, jangan duduk diatas kawat pembatas tanaman, jangan naik di atap kereta api, jangan menyebrang sembarangan”. Sebuah pesan-pesan singkat mengenai berperilaku baik dikota. Satu hal yang tidak saya pesankan hanya satu, karena anak-anak itu ternyata sudah sangat hafal tentang pesan, “dilarang buang sampah sembarangan”. :)</p>
<p><em>The city is the people</em> – Shakespeare</p>
<p><strong>Kisah Sang Arsitek Cilik.</strong></p>
<p>Beberapa anak kecil sedang asyik bergerombol berjumlah 11-13 orang, sibuk berdiskusi. Salah satu anak mengambil inisiatif untuk memimpin gerombolan tersebut, tidak jauh dari meja meja yang tidak teratur berantakan beberapa kumpulan juga tampak membentuk lingkaran kecil dan ada satu lagi berada di sudut lain. Dengan kepala menunduk, sesekali beberapa anak dari tampak mengintip kecil ke kumpulan lain. Mereka tampak serius, terkadang ada saja yang keluar dari kumpulan, berguling guling di lantai atau naik ke atas meja, kemudian kembali lagi. Bahkan dalam beberapa waktu salah satu anak melakukan gerakan kayang di depan. Tetapi dalam waktu 20 menit, walaupun dari sunyi, kemudian ricuh, kembali tenang, mereka berhasil membuat kota!</p>
<p>Anak anak kelas 3 SD ini baru saja workshop singkat membuatkotadiatas kertas A2 dengan mainan lego. Seorang ketua kelompok yang mengajukan dirinya sendiri, mencatat 15 bangunan yang ada di sekitar dan di kenal mereka, seperti gedung sekolah, rumah, rumah sakit, kantor polisi dan lain sebagainya, kemudian membagi ke anggota kelompok masing masing, untuk mendapat kebebasan merancang bangunan dari lego dan meletakkan diatas kertas bergambar kota yang masih kosong.</p>
<p>20 menit pertama, adalah pekerjaan terberat sekaligus menantang, yaitu bagaimana mengenalkan profesi kami ke anak-anak SD ini. Dari seorang bankir, analis program tv swasta, satgas pemberantasan mafia hukum, creative director, pemilik perusahaan, CEO, sustainable advisor, perancang kota, pemilik kafe, staff IT hingga profesi saya, seorang Arsitek memiliki masalah yang sama. Arsitek dan beberapa profesi yang telah disebut, bagi mereka adalah kata yang asing, bahkan baru bagi perbendaharaan kata mereka.</p>
<p>Beginilah kira-kira penjelasan sederhana tentang seorang arsitek untuk teman teman di SD.</p>
<p>“<em>Saya adalah arsitek,</em></p>
<p><em>Arsitek adalah orang yang merancang bangunan dan membangunnya sehingga bisa digunakan oleh orang lain secara nyaman dan bisa memberikan lingkungan yang lebih baik.</em></p>
<p><em>Kami bekerja tidak sekedar menggambar, tetapi mendengarkan mimpi, menuangkan harapan orang lain, dan membuatnya nyata melalui proses menjadi bangunan yang bertahan lama.</em></p>
<p><em>Tempat dimana kalian duduk sekarang, kota kita, lihatlah keluar jendela, mesjid, gedung hotel itu, rumah itu, pasar, tempat kalian bermain, rumah sakit, adalah hasil kerja arsitek dan timnya. Kami bermimpi bersama dan membuatnya terbangun.</em></p>
<p><em>Monas, Museum gajah, masjid istiqlal, gereja katedral, stadion bung karno, candi borobudur, dari pyramid di Mesir hingga menara Eiffel di paris, kami merancang dan membuatnya nyata dan bertahan hingga saat ini. Kota kita di isi dan dibentuk oleh arsitek.</em></p>
<p><em>Arsitek menurut arsitek terkenal Frank Lloyd Wright adalah sekaligus penyair dan peramal, penyair yang menadakan jamannya dan menjawab masa depan melalui rancangannya.</em></p>
<p><em>Dan kamu, kamu, kamu, kita adalah seorang arsitek untuk masa depan kita</em>.”</p>
<p>Dari kelas 1 hingga 6 SD, semua memiliki keunikan masing masing, karakter yang berbeda pada tiap kelas. Pemahaman yang anak anak ketahui pun berbeda satu sama lain. Pengenalan profesi pun perlu di bedakan di masing masing kelas, berbeda halnya antara kelas 5 dengan kelas 1 dan itu semua perlu di dukung dengan kesabaran yang tinggi dan metode yang kreatif. Bila anda mengatakan mengajar di kelas kelas SD itu mudah, anda harus mencobanya! “menyenangkan, menginspirasi, tapi juga melelahkan” begitulah rekan kelas inspirasi saya, Michael Putrawenas, bertutur setelah setengah hari di sekolah. Kami para professional, angkat topi untuk guru-guru kelas dasar ini, karena mereka lah yang menentukan masa depan senyum-senyum dan keluguan anak anak ini.</p>
<p>“Pak, bapak!” seorang murid SDN Petojo Selatan 01 menarik narik baju saya ketika pulang setelah menerbangkan balon cita-cita mereka, “bapak saya hanya pemungut sampah, bisa <em>ngga</em> saya jadi arsitek?&#8221;. &#8220;Bisa, bekerja keraslah!&#8221;  sahutku, kemudian ia berlari malu sambil menjawab “besok <em>ngajar</em> lagi yaaa!!”</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Kelas Inspirasi, begitulah gerakan ini dinamakan, sebuah gerakan yang dibentuk oleh Anies Baswedan dan Tim nya, yang bertujuan memberikan inspirasi melalui berbagi pengalaman dari masing masing pekerja professional di bidang profesi nya masing masing  kepada generasi muda yang masih di sekolah dasar, sehingga generasi ini memiliki mimpi, cita-cita, menjadi tujuan hidup mereka dan bekerja keras untuk meraih kedepannya.</p>
<p>Republik Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta, adalah pilihan, pilihan untuk membiarkannya sekadar terus berkembang menjadi jumlah penduduk terbanyak di dunia, atau sebagai potensi, potensi penduduk sebagai pekerja, sebagai motor perbaikan bangsa, sebagai jembatan kekuatan baru, sebuah jembatan yang bisa dilakukan melalui pendidikan.</p>
<p>Saya dan teman teman yang kini telah bekerja dan terlibat di kelas inspirasi merasa bahwa kelas menengah adalah sebuah pencapaian, adalah hasil pekerjaan berat di masa lalu, adalah hasil pendidikan yang ditanamkan pada generasi sebelumnya</p>
<p>Hari ini, dalam pekerjaan kita, adalah saatnya kita berbagi kembali, kepada mereka yang masih membutuhkannya. Kita yang telah menikmati pendidikan dasar 9 tahun, mengalami tingkat lanjut dan mendapatkan kesempatan perguruan tinggi dan menikmati hasil melalui pekerjaan kita sekarang. Hari ini bukan saatnya mengeluh dan mengecam dengan kondisi kekurangan negara kita. Kita bisa, berbuat sesuatu, sedikit dikitnya adalah berbagi waktu kita, melalui berbagi pengalaman profesi, sebuah mimpi bagi mereka, teman teman muda. Mimpi yang telah nyata, yang telah kita capai untuk berada di dalamnya, dan inilah saatnya kita membagi cara dan jalan menuju mimpi tersebut. Kita adalah bukti.</p>
<p>“Pendidikan bukan sekadar &#8220;program&#8221;, Pendidikan harus menjadi gerakan sosial. Semua terlibat, semua ambil tanggung jawab…. biarkan anak anak bermimpi tinggi melampaui gurunya”, ujar Anies Baswedan membuka kelas inspirasi.</p>
<p>Biarkan mereka melampaui kita saat ini. Menjadi arsitek untuk masa depannya.</p>
<p><strong>Kameraaaaa, lampuuuuuu, Actioonnnn!</strong></p>
<p>Paskalis Khrisno Ayodyantoro (arsitek), Putri Kusumawardhani (urban designer), Tamara Ismiyarti Palupi (lighting designer)</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-39-1728">

	<!-- Slideshow link -->
	<div class="slideshowlink">
		<a class="slideshowlink" href="http://jongarsitek.com/2012/04/27/kelasinspirasi-mari-berbagi-mimpi/?show=slide">
			[Show as slideshow]		</a>
	</div>

	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-1539" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/belajar geometri bangunan.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="belajar geometri bangunan" alt="belajar geometri bangunan" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_belajar geometri bangunan.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1540" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/ingin jadi arsitek.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="ingin jadi arsitek" alt="ingin jadi arsitek" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_ingin jadi arsitek.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1541" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/lampu tamara 1.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="lampu tamara 1" alt="lampu tamara 1" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_lampu tamara 1.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1542" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/lampu tamara2.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="lampu tamara2" alt="lampu tamara2" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_lampu tamara2.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1543" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/mari buat kota1.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="mari buat kota1" alt="mari buat kota1" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_mari buat kota1.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1544" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/mari buat kota2.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="mari buat kota2" alt="mari buat kota2" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_mari buat kota2.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1545" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/kota1.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="kota1" alt="kota1" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_kota1.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1546" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/kota2.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="kota2" alt="kota2" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_kota2.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1547" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/kota3.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="kota3" alt="kota3" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_kota3.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1548" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/kota4.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="kota4" alt="kota4" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_kota4.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1549" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/kota5.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="kota5" alt="kota5" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_kota5.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-1550" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/kota6.jpg" title=" " rel="lightbox[set_39]" >
								<img title="kota6" alt="kota6" src="http://jongarsitek.com/wp-content/gallery/kelasinspirasi/thumbs/thumbs_kota6.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


<p>Mari berbagi Mimpi ditulis oleh teman teman yang lulus dari jurusan arsitektur dan sudah bekerja dan terlibat dalam gerakan kelas inspirasi 25 April 2012.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/04/27/kelasinspirasi-mari-berbagi-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panel Diskusi : Metode Masa Kini Konservasi Bangunan</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/04/18/panel-diskusi-metode-masa-kini-konservasi-bangunan/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/04/18/panel-diskusi-metode-masa-kini-konservasi-bangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 13:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1720</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jongarsitek.com/2012/04/18/panel-diskusi-metode-masa-kini-konservasi-bangunan/publish_itb_konsv/" rel="attachment wp-att-1721"><img src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2012/04/publish_itb_konsv.jpg" alt="" title="publish_itb_konsv" width="750" height="1061" class="aligncenter size-full wp-image-1721" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/04/18/panel-diskusi-metode-masa-kini-konservasi-bangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEUKEN #2 : THE FLAVORSOME INTIMACY</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/04/18/keuken-2-the-flavorsome-intimacy-2/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/04/18/keuken-2-the-flavorsome-intimacy-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 02:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1716</guid>
		<description><![CDATA[KEUKEN #2 : THE FLAVORSOME INTIMACY from Keuken Bandung on Vimeo. House The House Presents: KEUKEN #2 : The Flavorsome Intimacy 26th of February, 2012, all day long. Down the Saparua street of Bandung, KEUKEN is a one-day food festival which addresses the issue of utilizations of city&#8217;s public spaces through the wisdom of the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="http://player.vimeo.com/video/40278255?title=0&amp;byline=0&amp;portrait=0" width="750" height="422" frameborder="0" webkitAllowFullScreen mozallowfullscreen allowFullScreen></iframe>
<p><a href="http://vimeo.com/40278255">KEUKEN #2 : THE FLAVORSOME INTIMACY</a> from <a href="http://vimeo.com/keukenbdg">Keuken Bandung</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
<p>House The House Presents:</p>
<p>KEUKEN #2 : The Flavorsome Intimacy<br />
26th of February, 2012, all day long.<br />
Down the Saparua street of Bandung, </p>
<p>KEUKEN is a one-day food festival which addresses the issue of utilizations of city&#8217;s public spaces through the wisdom of the street-inspired culture. Envisioned to question the role of the public spaces and its honest correlation to the challenges of the better urban living, KEUKEN takes place to give you a lookout to experience urban environment unique by way of celebrating the most exciting practice of everyday life within it, eating.</p>
<p>In this second edition, together with eclectic mix of handpicked chefs, artists, entertainers and variety of emerging food tenants from all over the city, the festival will still serve all the luscious excitements to bring people and the city closer together again. KEUKEN is ecstatic to encourage you to get to the bottom of our urban environment, and reveal the critical notions and range of practices concealed beyond its spectacles, through the foods, feast, and a full on festivity.</p>
<p>Take a stroll, smell the spices, go slow, mouth-shop it,<br />
Reclaim the street, eat!</p>
<p>keukenbdg.com<br />
@keukenbdg</p>
<p>Collaboration with:<br />
BCCF, EOC MGT, Kodam III Siliwangi.</p>
<p>Supported by:<br />
Teh Kotak, Lee Cooper, Happy Go Lucky Delicacies, Gaza<br />
UNKL 347, Nordhen Basic, Amble, E-Bike, Ina Green Farm, Airplane</p>
<p>Media partner by:<br />
Oz Radio Bandung, Deathrockstar, Fold, Geeks Bible, RAW, Infobdg, Info Bandung,<br />
Suave, Bandung Retweet, Promobdg, Kulinerbdg, Jongarsitek!, SUB</p>
<p>Filmed by:<br />
Fadil<br />
Maruto Ardi<br />
Indira Larasati<br />
Sarah Soeprapto<br />
Marisca Saviola<br />
Leonard Kawun</p>
<p>Graphic Design by:<br />
Sahid Maulana</p>
<p>Edited by Handhyanto Hardian</p>
<p>Music by:<br />
Mayer Hawthorne &#8211; Mr. Blue Sky</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/04/18/keuken-2-the-flavorsome-intimacy-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jongBincang! Bandung 21 April 2012</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/04/16/jongbincang-bandung-21-april-2012/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/04/16/jongbincang-bandung-21-april-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 08:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1703</guid>
		<description><![CDATA[jongBincang! bandung kami mengundang rekan rekan untuk presentasi dan diskusi oleh 1. desadisain 2. radhityo adhi 3. pemenang 1 sayembara dekanat ekonomi UNPAD Simpul Space 18.30-21.00 Purnawarman 70 Bandung]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jongarsitek.com/2012/04/16/jongbincang-bandung-21-april-2012/jongbincangbandung750-3/" rel="attachment wp-att-1709"><img src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2012/04/jongbincangbandung7502.jpg" alt="" title="jongbincangbandung750" width="750" height="391" class="aligncenter size-full wp-image-1709" /></a></p>
<p>jongBincang! bandung </p>
<p>kami mengundang rekan rekan untuk presentasi dan diskusi oleh</p>
<p>1. desadisain<br />
2. radhityo adhi<br />
3. pemenang 1 sayembara dekanat ekonomi UNPAD</p>
<p><strong>Simpul Space</strong><br />
18.30-21.00<br />
Purnawarman 70<br />
Bandung</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/04/16/jongbincang-bandung-21-april-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Forum Arsitek ID.SG</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/03/01/forum-arsitek-id-sg/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/03/01/forum-arsitek-id-sg/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 10:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1698</guid>
		<description><![CDATA[Forum Arsitek Indo-Sing Minggu 11 Maret 2012 59a Geylang Baru Presentasi + Diskusi juara 1 dan 5 Sayembara Bunderan Summarecon Bekasi Juara 3 Pengembangan Museum Nasional Indonesia Screening Surprise Stove Singapore jongJelajah! singapura]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jongarsitek.com/2012/03/01/forum-arsitek-id-sg/poster-v2/" rel="attachment wp-att-1699"><img src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2012/03/POSTER-V2.jpg" alt="" title="POSTER-V2" width="750" height="1265" class="aligncenter size-full wp-image-1699" /></a></p>
<p>Forum Arsitek Indo-Sing<br />
Minggu 11 Maret 2012<br />
59a Geylang Baru</p>
<p>Presentasi + Diskusi<br />
juara 1 dan 5 Sayembara Bunderan Summarecon Bekasi<br />
Juara 3 Pengembangan Museum Nasional Indonesia<br />
Screening<br />
Surprise Stove Singapore<br />
jongJelajah! singapura</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/03/01/forum-arsitek-id-sg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pritzker Prize 2012: Wang Shu</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/03/01/pritzker-prize-2012-wang-shu/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/03/01/pritzker-prize-2012-wang-shu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 09:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dannywicaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1692</guid>
		<description><![CDATA[Ini menarik. Wang-Shu (49tahun) adalah salah satu arsitek cina paling menarik sekarang. Jika ada arsitek cina pertama yang berada di nominasi teratas untuk menerima pritzker prize, dia adalah orangnya. Dan hari ini terbukti. Saya pertama kali mengetahui tentang wangshu tahun 2009 lewat majalah MARK. Ningbo Historic museum of art nya (yang menjadi cover MARK edisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini menarik.<br />
Wang-Shu (49tahun) adalah salah satu arsitek cina paling menarik sekarang. Jika ada arsitek cina pertama yang berada di nominasi teratas untuk menerima pritzker prize, dia adalah orangnya. Dan hari ini terbukti.</p>
<p>Saya pertama kali mengetahui tentang wangshu tahun 2009 lewat majalah MARK. Ningbo Historic museum of art nya (yang menjadi cover MARK edisi itu) menarik perhatian saya. Setelah membaca edisi itu, saya mengusulkan agar Wang-Shu diundang sebagai salah satu pembicara di JAT2009. Waktunya tidak cocok, beliau tidak bisa hadir.</p>
<p>Agustus tahun 2010, saya dan beberapa orang teman, mengunjungi beberapa karyanya di kota Hangzhou dan Ningbo. Xiangshan Campus of Art di Hangzhou dan Ningbo historic museum dan Ningbo Art Museum.</p>
<p>Di Xiangshan Campus, dimana dia mendesain masterplan dan seluruh bangunannya, saya terkejut. Saya tidak menyangka kualitas ruang dan arsitekturnya akan sebagus yang saya lihat. Saya merasa desain itu mengajarkan saya tentang mempelajari dan mengenal asal-usul saya. Dibangunan itu, saya merasa bahwa Wang Shu sudah sangat memahami asal-usulnya dan berhasil menterjemahkan itu kedalam bahasa arsitektur kontemporer. Ini yang saya katakan kepada beliau dan beliau mengatakan bahwa dugaan saya itu benar.</p>
<p>Naiknya Wang-Shu ke permukaan arsitektur Internasional, sebetulnya cukup meteorik kalau kita melihat daftar panjang penerima-penerima lainnya. Mungkin bisa disamakan dengan Jeremy Lin di NBA (pemain basket NBA di klub New York Knicks, yang sebulan ini, mencuri perhatian dunia)</p>
<p><a href="http://movingcities.org/interviews/local-hero-an-interview-with-wang-shu/">Wawancara pertama dalam bahasa inggris dengan Wang-Shu</a> dilakukan oleh jurnalis Belgia yang kini bermukim di Shanghai, Bert De Muynck wawancara ini adalah artikel yang dimuat di majalah MARK tahun 2009 lalu . Itu adalah kali pertama dunia arsitektur internasional diperkenalkan kepada Wang-Shu.</p>
<p>Jika kemudian, 3 tahun setelah wawancara pertama yang dimuat di majalah MARK itu, Wang Shu kemudian mendapatkan Pritzker Prize, maka ini adalah hal yang sangat mengejutkan. Bandingkan dengan Peter Zumthor, yang setelah semua karyanya yang mengagumkan itu, beliau baru mendapatkannya di tahun 2009 kemarin. Atau Paolo Mendes Da Rocha yang mendapatkan pritzker prize di tahun 2006 di usia 78 tahun.</p>
<p>Saya rasa untuk tahun ini, Pritzker Prize terlalu terburu-buru memberikan penghargaan ini untuk WangShu, saya pikir panitia sendiri kurang mengenal dan belum mendapatkan banyak informasi tentang Wang Shu. Ini terbukti dari <a href="http://www.facebook.com/Markmagazine/posts/10150563266705836">&#8220;komplain&#8221; majalah MARK</a> yang merasa press release dari Pritzker Prize, banyak mengambil dari wawancara Bert de Muynck yang dimuat di majalah mereka</p>
<p>Saya sudah memperkirakan bahwa penerima Pritzker Prize tahun ini akan dari Amerika Selatan atau Asia, dan akan tidak terduga. Saya tidak mau menebak Wang Shu karena saya pikir beliau masih perlu beberapa karya lagi untuk membuktikan konsitensinya. Lima tahun lagi, jika beliau sudah memiliki beberapa karya terbangun dengan kualitas yang sama seperti Xiangshan Campus, maka saya akan berani menyebut namanya. Ini mengapa saya terkejut juga ketika namanya diumumkan sebagai penerima.</p>
<p>&#8220;Ketergesaan&#8221; dalam pemilihan Wang Shu sebagai penerima Pritzker tahun ini, mungkin menunjukan adanya hal yang mungkin bisa dibilang bergeser di dunia arsitektur global. Dari arsitektur yang merayakan ego arsitek, dan konsep-konsep besar, ke arsitektur yang lebih berkutat dengan hal-hal yang kecil, regionalisme dan konteks-konteks yang ada disekitar lingkungan si arsitek dan disekitar proyek.</p>
<p>Jika kita lihat, setidaknya sejak Paolo Mendes da Rocha (yg menerima di tahun 2006) 4 arsitek yang menerimanya adalah arsitek-arsitek yang selalu mencoba untuk mendesain dengan berangkat dari dan menggali konteks yang mereka miliki dalam proyek mereka. Misalnya stadion sepak bola Braga (yang di desain oleh Souto de Moura) yang menggunakan batu alam setempat dan menggunakan alam sekitar sebagai latar belakang. Begitu juga Zumthor, Kazuya Sejima, Ryue Nishizawa, dan Mendes da Rocha. Sekarang Wang Shu.</p>
<p>Saya curiga, para dewan juri tidak mampu menemukan arsitek seusia Wang-Shu dari negara lain, yang memiliki kualitas desain yang tinggi dan menghasilkan karya dengan latar belakang pemikiran seperti ini lagi. Oleh karena itu, mereka seperti memaksakan untuk memberikan penghargaan tahun ini kepada WangShu, meski dunia baru mengenalnya 3 tahun lalu, dan paling tidak baru 3 atau 4 karya dengan skala besar yang dia selesaikan. Rasanya belum juga ada buku yang pernah dia terbitkan, atau yang memuat kumpulan karyanya. Yang mungkin juga membantu beliau untuk terlibat lebih di dunia internasional adalah keikutsertaan beliau di Venice Biennale 2010.</p>
<p>Saya tidak ingin menduga banyak tentang para jurinya, namun yang menarik perhatian saya adalah Alejandro Aravena, arsitek Cile yang pemikiran-pemikirannya banyak berbicara tentang melihat hal-hal yang ada sekitarnya dengan kritis. Arsitek yang melihat bahwa arsitek dan arsitekturnya, sebaiknya juga bisa menyelesaikan masalah-masalah regionalnya, selain juga harus berkembang dari karakteristik regional yang ada. Saya pikir, Aravena punya peran besar dalam pemberian pritzker prize tahun ini kepada WangShu. Dan dengan <a href="http://www.pritzkerprize.com/about/jury-bios#stein">lineup juri yang kritis</a> seperti sekarang  saya pikir ketidakterdugaan seperti ini, masih akan berlanjut lagi di tahun-tahun ke depan. Saya menebak penerima berikutnya akan datang dari Amerika Selatan.</p>
<p>Kembali kepada Wang Shu; Kemunculan Wang Shu (dan banyak arsitek cina lainnya seperti Urbanus, Liu Xiaodu, Zhang Ke, Ma Yungson, Zhu Pei, Liu Jiakun, dll) sejalan paralel dengan boom ekonomi,properti dan keterbukaan pemerintah cina kepada dunia. Ketika pada akhirnya kesempatan-kesempatan untuk mendesain itu datang, arsitek-arsitek cina mampu menghasilkan karya arsitektur yang mampu membuat banyak arsitek dan pemerhati arsitektur dari negara-negara lain, menoleh kepada mereka dan kemudian mengakui kualitas hasil kerja mereka. Kini, dengan banyaknya arsitektur yang menarik di cina, dan kemudian dengan diakuinya Wang Shu sebagai penerima, apa yang dianggap sebagai penghargaan tertinggi dalam dunia arsitektur, rasanya iklim arsitektur cina sudah berada diantara iklim arsitektur yang paling menarik di dunia.<br />
Yang menarik untuk diikuti adalah pengaruh apa yang akan terjadi kepada aristek-arsitek muda atau mahasiswa arsitektur di cina sekarang. Saya pikir ini adalah pengangkat moral yang besar untuk arsitektur cina sekarang. Setiap arsitek di cina, rasanya bisa berpikir bahwa ada kemungkinan untuk hasil kerja mereka diberikan penghargaan tertinggi dalam arsitektur, karena arsitektur cina sudah ada dalam perhatian dunia. Hal ini pasti memacu, setidaknya beberapa arsitek cina, untuk menghasilkan karya yang paling tidak memiliki kualitas setara dengan Wang Shu, jika tidak lebih baik. Dan ini, hanya akan membuat kebudayaan bangun cina menjadi lebih baik.</p>
<p>Indonesia kini memiliki pertumbuhan ekonomi yang berada diantara yang terbesar di dunia. Dan banyak yang bilang bahwa apa yang terjadi di Indonesia kini, memiliki gejala yang sama seperti ketika cina akan boom properti dan ekonomi. Ekonomi baik, dan pembangunan bergeliat dimana-mana. Dari yang saya dengar, banyak teman arsitek juga tidak kekurangan kerjaan. Bahkan beberapa minggu terakhir, banyak sekali iklan lowongan kerja di milis ini, dan di facebook. Kesempatan untuk menghasilkan karya sepertinya terus ada dan mungkin bertambah banyak.</p>
<p>Pertanyaan untuk kita jawab lewat karya: apakah kita mampu menghasilkan hasil kerja yang mampu membuat arsitek dan pemerhati arsitektur dari negara lain, menoleh dan memperhatikan kita juga?</p>
<p>Danny Wicaksono</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/03/01/pritzker-prize-2012-wang-shu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jongBerbagi! mobile library : berbagi buku, berbagi ilmu</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/02/23/jongberbagi-mobile-library-berbagi-buku-berbagi-ilmu/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/02/23/jongberbagi-mobile-library-berbagi-buku-berbagi-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 09:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1683</guid>
		<description><![CDATA[kami bekerja sama dengan TK Tulip di Cicaheum Bandung membuat satu modul rak rak buku yang bisa di pindah, digeser untuk mengamodasi keterbatasan ruang sebagai perpustakaan sederhana. Mari menyumbangkan buku, mengisi rak rak untuk berbagi pengetahuan bagi mereka yang membutuhkannya. mari berbagi. jongArsitek!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jongarsitek.com/2012/02/23/jongberbagi-mobile-library-berbagi-buku-berbagi-ilmu/back-ground/" rel="attachment wp-att-1684"><img src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2012/02/back-ground.jpg" alt="" title="back-ground" width="750" height="488" class="aligncenter size-full wp-image-1684" /></a></p>
<p>kami bekerja sama dengan TK Tulip di Cicaheum Bandung membuat satu modul rak rak buku yang bisa di pindah, digeser untuk mengamodasi keterbatasan ruang sebagai perpustakaan sederhana. </p>
<p>Mari menyumbangkan buku, mengisi rak rak untuk berbagi pengetahuan bagi mereka yang membutuhkannya. mari berbagi.</p>
<p>jongArsitek!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/02/23/jongberbagi-mobile-library-berbagi-buku-berbagi-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEUKEN #2 : The Flavorsome Intimacy</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/02/20/keuken-2-the-flavorsome-intimacy/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/02/20/keuken-2-the-flavorsome-intimacy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 04:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1678</guid>
		<description><![CDATA[KEUKEN #2 : The Flavorsome Intimacy Jl. Saparua, Bandung February 26th, 2012 Keuken is a one-day food festival which addresses the issue of the utilizations of city&#8217;s public spaces through the wisdom of the street-inspired culture. Envisioned to question the role of the public spaces and its honest correlation to the challenges of the better [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jongarsitek.com/2012/02/20/keuken-2-the-flavorsome-intimacy/keuken-3x5-layered/" rel="attachment wp-att-1679"><img src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2012/02/Keuken-3x5-Layered.jpg" alt="" title="Keuken-3x5-(Layered)" width="750" height="1251" class="aligncenter size-full wp-image-1679" /></a></p>
<p>KEUKEN #2 : The Flavorsome Intimacy<br />
Jl. Saparua, Bandung<br />
February 26th, 2012</p>
<p>Keuken is a one-day food festival which addresses the issue of the utilizations of city&#8217;s public spaces through the wisdom of the street-inspired culture. Envisioned to question the role of the public spaces and its honest correlation to the challenges of the better urban living, Keuken takes place to give you a lookout to experience the urban environment unique by way of celebrating the most exciting practice of everyday life within it, eating.</p>
<p>In this second edition, together with eclectic mix of handpicked chefs, artists, entertainers and a variety of emerging food tenants from all over the city, the festival will still serve all the luscious excitements to bring people and the city closer together again. Keuken is ecstatic to encourage you to get to the bottom of our urban environment, and reveal the critical notions and range of practices concealed beyond its spectacles, through the foods, feast, and a full on festivity.</p>
<p>Keuken#2: The Flavorsome Intimacy, This 26th of February, 2012, all day long, down the Saparua street of Bandung, take a stroll, smell the spices, go slow, mouth-shop it, reclaim the very street, and eat!</p>
<p>keukenbdg.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/02/20/keuken-2-the-flavorsome-intimacy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi &#8220;Ruang Alternatif anak dalam Berkreasi dan Belajar&#8221;</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2012/02/02/diskusi-ruang-alternatif-anak-dalam-berkreasi-dan-belajar/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2012/02/02/diskusi-ruang-alternatif-anak-dalam-berkreasi-dan-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=1672</guid>
		<description><![CDATA[Mengundang Diskusi dengan tema: &#8220;Ruang Alternatif anak dalam Berkreasi dan Belajar&#8221; dan pembukaan pameran hasil karya anak anak panti asuhan Mitra Muslim dengan judul “Cita Cerita Kami” garapan Open Your (Heart) Studio &#038; Galeri Gerilya yang akan diselenggarakan pada : Hari/Tanggal : Minggu, 5 Febuari 2012 Waktu : 10.00 WIB – selesai Tempat : Galeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jongarsitek.com/2012/02/02/diskusi-ruang-alternatif-anak-dalam-berkreasi-dan-belajar/poster2/" rel="attachment wp-att-1673"><img src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2012/02/poster2.jpg" alt="" title="poster2" width="750" height="1061" class="aligncenter size-full wp-image-1673" /></a></p>
<p>Mengundang </p>
<p>Diskusi dengan tema: &#8220;Ruang Alternatif anak dalam Berkreasi dan Belajar&#8221; dan pembukaan pameran hasil karya anak anak panti asuhan Mitra Muslim dengan judul “Cita Cerita Kami” garapan Open Your (Heart) Studio &#038; Galeri Gerilya yang akan diselenggarakan pada :</p>
<p>Hari/Tanggal : Minggu, 5 Febuari 2012</p>
<p>Waktu           : 10.00 WIB – selesai</p>
<p>Tempat          : Galeri Gerilya, Jl. Raden Patah No.12, Bandung</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2012/02/02/diskusi-ruang-alternatif-anak-dalam-berkreasi-dan-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

