Logo
  • 10×10: An Accidental Autobiography

    21 October 2009 by p.khrisno.a.
    Categories: News and Updates

    banner-teguh

    10×10: An Accidental Autobiography

    by Teguh Ostenrik

    Curated by C&C Projects for A.O.D. Art Space. Fully Supported by think.blank.

    OPENING RECEPTION: Saturday, October 24. 6pm onward

    Hosted by Amalia Wirjono & Izabel Jahja

    80′s music all night long by Back In The Days

    Exhibition runs from October 24 – November 8, 2009

    Read more

    {No comments}

    Tips Yeah!! Foto Prewed Kini Bisa di Karya Kita Sendiri

    21 October 2009 by p.khrisno.a.
    Categories: Architect Does!, Brilliant!, News and Updates

    banner-wog

    Kini Foto Pre Nikah Tidak harus ke luar negeri dan mencari tempat eksotis di sekitar Kepulauan Karibia. Gigin, Principal 12Akitek melakukan foto foto Pre wed nya di karya arsitektur sendiri! Bangunan yang meraih IAI Award Tahun 2008 ini terbukti bahwa arsitektur bisa menjadi inspirasi lokasi yang eksotis, dan tentunya Arsitektural!

    Read more

    {8 comments}

    Roadshow WorkshopAMI “Ruang Tinggal Dalam Kota”

    20 October 2009 by p.khrisno.a.
    Categories: News and Updates

    banner-wami

    Trailer Final AMI Ruang Tinggal Dalam Kota from wagionobustami on Vimeo.

    Read more

    {No comments}

    HelarFest09, Riuh Rendah 65 events!!! Ramaikan Bandung Kota Kreatif!

    19 October 2009 by p.khrisno.a.
    Categories: News and Updates

    banner-Helar

    Helar, Ngahelar ngaliwat imah kabogoh hayang katenjo supaya ditanya at. diaku; ting. hero, heroy.
    Helaran iring-iringan mapay-mapay jalan gede nembongkeun panganten at. budak nu rek disunatan minangka ngingetan ondangan; nu sok ngayakeun ~ teh bareto nu baleunghar.

    Helar Festival adalah sebuah rangkaian kegiatan perayaan yang ditujukan untuk menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang dalam lingkup kota Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Bandung Creative City Forum, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangaan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kota Bandung. Upaya untuk mengembangkan platform ekonomi kreatif di kota Bandung selama ini dirintis secara mandiri oleh berbagai komunitas masyarakat yang tergabung dalam Bandung Creative City Forum. Selain Helar Festival, forum ini juga menginisiasi pengembangan strategi branding dan membangun jaringan kerja sebagai upaya untuk mengukuhkan kota Bandung sebagai kota kreatif yang siap berkompetisi secara global.

    Read more

    {No comments}

    Akar

    18 October 2009 by Admin.
    Categories: Brilliant!

    banner-akar

    Ada yang lebih kuat dari air, ketika sungai Cijulang membelah dataran Batu Karas selama berpuluh – mungkin bahkan beratus – tahun. Ada yang tetap kukuh ketika badan air hijau gelap berkekuatan besar itu menoreh permukaan, mengikis tepian, melepaskan batu-batu raksasa dari tempatnya dan menghanyutkannya begitu saja seperti perahu kertas. Perjalanan dengan sampan bermesin tempel dari dermaga Ciseureuh ke hulu menunjukkan hal itu. Bukan tebing-tebing tinggi yang jadi dinding-dinding di kiri-kanan sungai yang perkasa. Bukan gua besar dengan stalagtit dan stalagmit gelap yang menyerupai geligi naga raksasa. Tidak juga air terjun Palatar yang gemuruh di mulutnya. Melainkan: akar.

    Read more

    {No comments}

    Matering Material

    18 October 2009 by Admin.
    Categories: Brilliant!, digiMove

    banner-matering

    Abstract

    I was triggered by the two opposing texts from two different medias. They are talking about architect’s role based on their directions of practice. This writing tries to explain why it is wrong to do that: commenting contemporary architecture without relating it to its architectural thinking/ theory. As a result, this writing tries to convince that material based digital innovations are the true advantages of our time of life that we should use as the starting point.

    By critiquing some related projects, which explains more about “what is not”, I try to define an abstract area that can still be explored. Promoting the material itself, in which can be injected of layers of values in order to be able to adapt and interact in context; it will leaves a new periphery in the readers mind worth to investigate.

    Read more

    {No comments}

    Grey House

    17 October 2009 by Admin.
    Categories: Architect Does!, We Proudly Present..

    banner-greyhouse

    In our perspective, we see ourselves as a partner for client. And the moderate client for this house allows us to explore all about new material with modest budget of US$15.000. We explore the material to get effective budget and reduce unnecessary thing.
    Read more

    {1 comment}

    Bengkel Kerja . workshop ruang tinggal dalam kota .

    17 October 2009 by Admin.
    Categories: We Proudly Present..

    moble_Page_01

    Saya akan mulai dengan sekumpulan fakta:

    Pembangunan kota jadi makin cepat dan nyaris tak terkendali, gempita – namun tunggang langgang. Ada kepadatan yang menyesakkan – di saat yang bersamaan, tak merata. Komodifikasi dari hampir segala hal membuat harga tanah di tengah kota tak terjangkau. Terpinggirnya masyarakat menengah ke luar kota. Suburbanisasi kian menjadi. Jarak antara rumah dan tempat kerja makin jauh. Kemacetan yang bertambah mengakibatkan pemborosan energi, waktu dan tenaga. Tingginya tingkat stres. Sistem angkutan umum yang buruk. Jumlah kendaraan pribadi bertambah secara drastis. Bertambahnya ruas jalan yang tak menyelesaikan apa-apa. Berkurangnya ruang hijau di dalam kota dengan kecepatan yang mencemaskan. Berkurangnya resapan kota. Terjadi perluasan daerah reklamasi yang mengikis hutan bakau dan memprivatisasi pesisir. Intrusi air laut ke tengah kota. Polusi yang makin parah. Banjir tahunan makin lama makin tinggi. Kurangnya pasokan air bersih untuk semua. Pemukiman kumuh dalam lipatan-lipatan kota: pinggir rel kereta api, bawah jembatan, pinggir sungai, dan lahan-lahan tidur. Penggusuran yang sewenang-wenang dan tak manusiawi. Ketiadaan fasilitas sosial yang memadai. Sampah kota tidak tertangani dengan baik. Bertambahnya jumlah kaum miskin kota. Gerak modal dan barang yang makin cepat. Kota yang terus bergerak dan tak pernah tidur. Kita, yang bangun pagi dengan mata cemas. Selalu.

    Read more

    {No comments}

    Arsitektur? Propaganda Sosial?

    16 October 2009 by p.khrisno.a.
    Categories: Brilliant!, We Proudly Present..
    [1]
    Anak anak kecil berlari riang, dalam tawa mereka bersendau gurau, mengejar silih berganti, bermain dalam keriangan dan kepolosan.
    pada satu jaman, masih teringat satu ruang dalam kampung ini terasa menyenangkan. tempat yang riuh dengan canda gurau, setiap sore setiap manusia berlalu mudik dengan kesibukannya entah berloncat ria bermain voli, mengejar silih merebut satu bola dalam tanding sepak bola kampung di lapangan yang tak terlalu kotak, memang agak menyamping dan miring rupanya lapangan itu, disudut lain, beberapa anak kecil berteriak
    woi tarik tarik tarik!!! ulur ulur!!
    sore yang teduh tersebut, sebuah lapangan dengan tanah merah dimana rumput malu menjuntai sesak karena terinjak injak manusia gembul diatasnya tampak ramai, di isi dengan beberapa warga dari rukun warga atau tetangga sebelah yang ingin sekedar bersantai, bertemu, atau hanya bermain, sebagai media sosial, bertemunya dan tempat berkumpulnya pasangan pasangan muda yang baru, berkenalan, sapa, tersenyum, lalu tampak bergandengan.
    pohon trembesi tampak meneduhi tak jauh dari lapangan kecil dan padat ini, disana sudah berjongkok dan berduduk duduk ibu ibu berbincang, bercanda, sambil mengawasi anaknya yang berlarian bersamaan dengan riuh rendahnya kepadatan lapangan tersebut.
    dengan turunnya matahari ditemani dengan meredupnya merah matahari sebelah barat, adzan maghrib pun bersautan, manusia manusia ini pun kembali, lelah bersantai dan berkumpul berolahraga, kembali ke peraduannya kerumah masing masing untuk kembali dalam lingkaran keluarganya.
    Kemudian lambat laun rekam jejak ingat itu memudar dalam waktu, ketika sebuah ruang lapang menjadi satu saksi bisu yang terus berdiri semakin usang termakan waktu semakin terhimpit dengan merasuknya pembangunan rumah kontrak..
    sepetak, dua petak, semakin himpit dan semakin hilang ketika seorang kaya membeli seluruhnya dan menjadikannya sebagai rumah besar, baru saja dibelinya dari seorang betawi yang ingin mengawini anaknya yang bertemu di ladang ini.
    [2]
    prasyarat untuk eksistensi sebuah kemanusiaan yang lebih tinggi bukanlah negara, melainkan bangsa yang memiliki kemampuan yang diperlukan. Negara hanyalah tujuan untuk merangkum seluruh keinginan bangsanya sebagai bangsa yang merdeka.
    apa yang menjadi keuntungan kita bagi manusia indonesia yang hidup sekarang adalah bahwa kita hidup dari darah perjuangan dengan bambu dan celurit, dari primordialisme yang akhirnya terdobrak dengan pedidikan untuk menuntut kebebasan dan kesetaraan seluruh suku, ras dan agama. Bangsa ini memang masih sangat baru, ketika sebuah bangsa yang berdiri dengan loncatan jaman megalitik menuju modern. ketika sebuah negara subur sarat bencana membuat kita sebagai bangsa yang selalu memulai segala sesuatu dari awal karena letak geografis kita.
    kita dan negara akan menjadi sebuah kehancuran bila akhirnya budaya dikesampingkan, bila akhirnya tujuan globalisme didasarkan atas semata keinginan internasionalisme, mengikuti perkembangan diluar sana tanpa melihat bagaimana kayanya negara kita.
    budaya telah terbukti menciptakan peningkatan martabat dan kecantikan sebuah bangsa, dimana kecantikan dan martabat akhirnya menumbuhkan sifat kebanggaan dahsyat untuk bersaing dalam dunia global yang semakin datar dan terjangkau. Kebebasan dan, kemenangan dan kedamaian kita adalah ketika budaya dapat bertahan dan menjadi dasar rakyat berjalan.
    keyakinan bahwa setiap manusia berpikir dan berkomunitas menciptakan budaya tidak dapat ditinggalkan dan harusnya menjadi keunggulan dibanding dengan negara lain.
    Indonesia adalah rahmat Tuhan yang sangat indah, dengan kekuatan daratan dan lautan, dengan iklim yang sangat adaptable bagi seluruh rakyat dunia, tempat dimana kita tidak akan mati hanya karena sebuah cuaca, negara dengan iklim yang dapat diterima oleh seluruh penduduk dunia. Negara dengan seluruh kekayaan didalamnya. seluruh sumber makanan dan seluruh sumber daya untuk hidup ada semua di negara kita tanpa kita harus cari dari tempat lain diseluruh negeri ini.
    satu yang perlu kita lakukan adalah, bahwa kita tidak dapat menyatukan seluruh negara ini dalam satu suku, agama, terlebih ras, justru sebuah rasa nasionalis, kebanggaan untuk berbeda, untuk selalu meningkatkan budaya yang sudah terasah oleh jaman dan mengembagkannya sebagai kekuatan kita yang dahsyat! dan akhirnya dapat memproduksi budaya baru, ilmu pengetahuan baru yang justru dapat dinikmati seluruh anak negeri.
    bangsa ini bukan bangsa satu agama, bukan negara satu suku, bukan satu ras, negara ini terbukti hasil inkulturasi dari seluruh pengaruh.
    ini saatnya kita maju, dengan bangsa besar, bangsa yang berbudaya bukan karena kita mendapatkannya secara cuma cuma , tetapi karena perjuangan setiap keturunan untuk tetap hidup berasimilasi dan mengembangkan budaya yang pantas pada jamannya, tidak semena atas dorongan doktrin dan propaganda hidup modern ala dunia barat atau satu ajaran agama tertentu!
    [3]
    Pendidikan Arsitektur berkembang, terus mencari jatinya, termasuk dengan masyarakat kita yang terus berkutat dengan perkembangan negeri yang mencari jatinya. Lalu apakah arsitek dapat mempengaruhi jumlah banyak manusia, mendorong perkembangan kota bahkan menjadi simbol perubahan?
    Arsitek mengukir bumi ini dengan lingkungan binaannya, bagi sebagian arsitek yang besar timbul karena pemikirannya terhadap pemahaman ruang yang baru, bagaimana ruang dapat mempengaruhi baik pengguna maupun penglihatnya. apakah arsitektur kemudian dapat menjadi “visual massage”, sebuah bangunan yang dapat memanjakan mata penglihatnya sebagai suatu keindahan.
    Arsitektur adalah gabungan teknik dan estetika sebagai ilmu yang merangkum segala ilmu pengetahuan yang tak sekadar pemenuhan fisik manusia layaknya pangan dan sandang. Arsitektur kemudian mempengaruhi hidup manusia.
    kita sudah seharusnya bergerak, bukan lagi mempromosikan sebuah kota atau sebuah perusahaan semata, namun sebuah dunia ide yang ideal tentang lingkungan yang baru tentang budaya baru dalam bentuk realitas yang pantas untuk menjadikan lingkungan kita yang lebih baik. Sudah sepantasnya bangunan tak lagi meninggalkan jejak alien semata, sebuah arsitektur yang autis yang hanya menunjukkan betapa “briliannya” sang desainer.
    Arsitektur tidak lagi tentang ego arsitek semata, hanya menunjukkan tanda dari sang penciptanya.
    dengan perkembangannya, arsitektur mengisi globalisasi dengan caranya sendiri.
    kita sadar akhirnya arsitektur kemudian berdiri bukan sekadar hal estetika dan teknikal, tetapi lebih dari itu dia membawa pesan budaya, sebuah produk kebudayaan.
    propaganda sosial.
    [epilog]
    yahoo messenger pun membuka, dalam ketuk tangan mengetik, lalu pembicaraan singkat berlanjut..
    minggu 29.03.2009 15.23 pm
    binxxxxx_xxxxxxx : yuu
    logxx : apanya yuk?
    binxxxxx_xxxxxxx : jadi bagaimana menggabungkan seluruh paragraf diatas menjadi satu kesatuan?
    logxx : semuanya bisa dipisahkan dan digabungkan ada saatnya kita memisah dan menggabungkan tergantung kebutuhan yang dicapai
    binxxxxx_xxxxxxx : jadi ga pa pa?
    logxx : iya
    binxxxxx_xxxxxxx : lalu bagaimanakah dia bisa dipahami sebagai kesatuan ?
    logxx : pemikiran tidak akan menghasilkan sesuatu yang hidup sebelum seluruh pemikiran itu menjadi sebuah gerakan perjuangan dan menjadi komunitas.
    binxxxxx_xxxxxxx : salahnya?
    logxx : ketika ke egoisan menjadi ketamakan dan menganggap salah satunya menjadi unsur yang tertinggi dan sebagai jalan pintas menuju kemapanan.
    binxxxxx_xxxxxxx : gw jadi bingung
    logxx : gapapa bingung adalah salah satu jalan untuk memahami hal, paling tidak semua terangkum dalam contoh yang mudah dimengerti
    binxxxxx_xxxxxxx : apakah itu tidak menyebabkan menjadi cetek?
    logxx : …
    binxxxxx_xxxxxxx : …
    logxx : mari bangun ….
    Regards
    Paskalis Khrisno Ayodyantoro
    untuk jongArsitek!

    propaganda

    [1]

    Anak anak kecil berlari riang, dalam tawa mereka bersendau gurau, mengejar silih berganti, bermain dalam keriangan dan kepolosan.

    pada satu jaman, masih teringat satu ruang dalam kampung ini terasa menyenangkan. tempat yang riuh dengan canda gurau, setiap sore setiap manusia berlalu mudik dengan kesibukannya entah berloncat ria bermain voli, mengejar silih merebut satu bola dalam tanding sepak bola kampung di lapangan yang tak terlalu kotak, memang agak menyamping dan miring rupanya lapangan itu, disudut lain, beberapa anak kecil berteriak

    woi tarik tarik tarik!!! ulur ulur!!

    Read more

    {1 comment}

    Bandungku, Tempat Belanjaku.

    15 October 2009 by p.khrisno.a.
    Categories: Brilliant!, News and Updates

    [Padalarang 12 desember 1995]

    Terantuk antuk, masih terkantuk, jalan saat itu baru saja kembali lurus, setelah berputar putar, meliuk liuk mengikuti bentuk pegunungan, masih dalam jok ke empat dari belakang kendaraan bis HIBA, menderu dalam jalan yang masih kosong ini, ban berputar mencoba mencengkeram jalan yang terus naik dan kemudian turun, beberapa pohon pinus, pohon pohon hutan tropis tampak melambai cepat ketika mobil ini berlalu. setelah terbiasa dengan gerakan cepat mobil ini, mual yang sebelumnya mendera, akhirnya terbiasa juga, dan membawa tubuh ini tertidur. Read more

    {No comments}
    Page 16 of 17First«...10...1314151617»
    • Home
    • We are the Jongs!
    • Grab a magz!
    • jongBincang!
    • Meet and Greet :)
    • Need to Contact Us?
    • Shop!
    • News and Updates
    • We Proudly Present..
      • We are Architects
      • Brilliant!
      • Architect Does!
    • digiMove
    • Follow Us On

    • Recent Posts

      • jongBincang! Julien de Smedt by Vidour
      • #KelasInspirasi : Mari Berbagi Mimpi!
      • Panel Diskusi : Metode Masa Kini Konservasi Bangunan
    • Recent Comments

      • irma rachmasari on VIDOUR : Arsitektur Rumah Indonesia?
      • cung on jongJelajah! Singapura
      • frumensius rosman leku on vidour : Wae Rebo Series – Ngole Wae Rebo | Wae Rebo Journey
    • architerian-160-60-1
    • vidour
     
    Copyright © 2009 JongArsitek!.com. All rights reserved.
    Wordpress, theme design by Infochel. Hosting by Raxdata Networks.