<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jongArsitek! &#187; News and Updates</title>
	<atom:link href="http://jongarsitek.com/tag/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jongarsitek.com</link>
	<description>desain menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 01:39:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>10&#215;10: An Accidental Autobiography</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2009/10/21/10x10-an-accidental-autobiography/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2009/10/21/10x10-an-accidental-autobiography/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>
		<category><![CDATA[exhibition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jongarsitek.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[10&#215;10: An Accidental Autobiography by Teguh Ostenrik Curated by C&#38;C Projects for A.O.D. Art Space. Fully Supported by think.blank. OPENING RECEPTION: Saturday, October 24. 6pm onward Hosted by Amalia Wirjono &#38; Izabel Jahja 80&#8242;s music all night long by Back In The Days Exhibition runs from October 24 &#8211; November 8, 2009 Gallery Hours: Tuesday-Friday: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-296" title="banner-teguh" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2009/10/banner-teguh.jpg" alt="banner-teguh" width="750" height="120" /></p>
<p><strong>10&#215;10: An Accidental Autobiography</strong></p>
<p><strong>by Teguh Ostenrik</strong></p>
<p>Curated by C&amp;C Projects for A.O.D. Art Space. Fully Supported by think.blank.</p>
<p>OPENING RECEPTION: Saturday, October 24. 6pm onward</p>
<p>Hosted by Amalia Wirjono &amp; Izabel Jahja</p>
<p>80&#8242;s music all night long by Back In The Days</p>
<p>Exhibition runs from October 24 &#8211; November 8, 2009</p>
<p><span id="more-295"></span></p>
<p>Gallery Hours:</p>
<p>Tuesday-Friday: 3-8pm</p>
<p>Saturday-Sunday: 12-7pm</p>
<p>To make an appointment or get more info, email: info@candcprojects.com</p>
<p>A.O.D. Art Space</p>
<p>Jl Panglima Polim V no. 38</p>
<p>Jakarta Selatan</p>
<div><img class="alignnone size-full wp-image-297" title="teguh_flyers" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2009/10/teguh_flyers.jpg" alt="teguh_flyers" width="750" height="1071" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2009/10/21/10x10-an-accidental-autobiography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sou Fujimoto at JongArsitek!</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2009/10/13/news-2/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2009/10/13/news-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dannywicaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>
		<category><![CDATA[We are Architects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/jongarsitek/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Arsitektur jepang selalu menarik untuk di perhatikan. Beberapa generasi telah mendefinisi perjalanannya, mulai dari era Kyonori Kikutake, Fumihiko Maki, Tadao Ando, Toyo Ito hingga SANAA, arsitektur Jepang seakan tidak pernah kekurangan pendekar-pendekar pendefinisi budaya bangun mereka. Pada edisi kali ini, JongArsitek! menampilkan Sou Fujimoto. Seorang arsitek muda jepang, yang bersama Junya Ishigami, Akihisa Hirata, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 5px;">Arsitektur jepang selalu menarik untuk di perhatikan. Beberapa generasi telah mendefinisi perjalanannya, mulai dari era Kyonori Kikutake, Fumihiko Maki, Tadao Ando, Toyo Ito hingga SANAA, arsitektur Jepang seakan tidak pernah kekurangan pendekar-pendekar pendefinisi budaya bangun mereka.<br />
Pada edisi kali ini, JongArsitek! menampilkan Sou Fujimoto. Seorang arsitek muda jepang, yang bersama Junya Ishigami, Akihisa Hirata, dan beberapa arsitek muda jepang lainnya, adalah generasi baru pendekar arsitektur Jepang.</p>
<p style="margin: 5px;"><span id="more-21"></span><br />
“The Final Wooden House” yang kali ini ditampilkan di JongArsitek! telah memenangkan penghargaan di World Architecture Festival di Barcelona pada tahun 2008, dan rasanya merupakan salah satu rumah paling menarik dan paling orisinil yang pernah di desain.<br />
Itu dan beberapa artikel lain: Laporan kuliah umum Rem Koolhass di Polimi, artikel tentang pendidikan arsitektur, dan desain rumah sakit di UGM, adalah isi dari JongArsitek! edisi 11.</p>
<p style="margin: 5px;">Selamat Membaca…</p>
<p style="margin: 5px;">-JongArsitek-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2009/10/13/news-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecha Kucha Bandung (diterbitkan di Majalah Archicentrum, edisi bulan maret)</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2009/10/13/news-1/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2009/10/13/news-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dannywicaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/jongarsitek/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Adakalanya datang ke acara presentasi desain itu membosankan. Suara presenter yang kecil, lampu yang redup dan pembicaraan yang berkepanjangan adalah kombinasi mematikan yang biasanya akan diikuti oleh dengkuran peserta, atau suara percakapan dari orang-orang yang berdiri di barisan paling belakang. Sang presenter pun dengan tidak mau kalah, akan terus berbicara untuk membela integritasnya. Sedangkan pirsawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 5px;">Adakalanya datang ke acara presentasi desain itu membosankan. Suara presenter yang kecil, lampu yang redup dan pembicaraan yang berkepanjangan adalah kombinasi mematikan yang biasanya akan diikuti oleh dengkuran peserta, atau suara percakapan dari orang-orang yang berdiri di barisan paling belakang. Sang presenter pun dengan tidak mau kalah, akan terus berbicara untuk membela integritasnya. Sedangkan pirsawan sekalian sudah terlalu jenuh. Pemikiran jadi tidak tersampaikan, tanya jawab menjadi seadanya, dan akhirnya diskusi membangun pun patah sebelum sempat terbangun tinggi. Jadi seringkali acara seperti itu kemudian hanya menjadi ajang kumpul2 bagi sebagian orang. Setidaknya itu sampai akhirnya Pecha Kucha di ciptakan.</p>
<p style="margin: 5px;"><span id="more-19"></span></p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Jangan pernah berpikir bahwa anda telah melakukan hal yang paling kreatif jika anda belum pernah menghadiri atau ambil bagian di Malam Pecha Kucha. Disitulah istilah “diatas langit masih ada langit” benar-benar bisa dirasakan. Pecha Kucha adalah sebuah acara presentasi insan kreatif yang sangat unik. Siapa saja yang mengaku kreatif, dapat berpresentasi dengan menggunakan 20 slide (dan hanya 20 slide) dimana tiap slide harus berdurasi 20 detik, sebelum di ganti gambar berikutnya. Dengan begitu setiap presenter hanya diberikan waktu 6 menit dan 40 detik untuk menjadi terkenal. Jika di kebanyakan presentasi para pembicara kemudian berbicara berputar-putar dan berkepanjangan, maka di acara ini, semua orang dipaksa untuk berbicara dengan cepat dan efektif. 20 detik perslide benar-benar merubah cara para pesertanya berpresentasi.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Pecha Kucha digagas oleh Astrid Klein dan Mark Dytham, mereka ini adalah sepasang arsitek yang berpraktek di Jepang dengan reputasi yang sudah mendunia. Di gagas dan di adakan pertama kali di Jepang pada tahun 2003, Pecha Kucha adalah acara yang bereaksi terhadap “penyakit” presentasi para arsitek dan desainer. Acara ini bertujuan untuk mempertemukan desainer2 muda dalam sebuah acara yang santai tapi terkendali. Istilah Pecha Kucha yang diambil dari bahasa jepang, adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan suara yang di hasilkan dalam percakapan. Rupanya setelah berjalan beberapa saat, acara ini mengundang banyak perhatian dan review yang baik. Nama besar dalam dunia arsitektur dan desain yang pernah menjadi peserta acara ini seperti, Rem Koolhas, Ben van Berkel, dan Ron Arad, ternyata membangkitkan  gengsi, pamor dan kualitas acara ini. Kini setelah 5 tahun, Pecha Kucha adalah sebuah franchise dan telah diadakan di 168 kota di dunia. Dan Indonesia cukup beruntung untuk memiliki satu malam kreatif ini.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Di Indonesia, Bandung adalah satu-satunya kota yang mengadakan acara Malam Pecha Kucha. Di gagas oleh Deddy Wahjudi dari LABO, acara ini sudah diadakan 3 kali, itu berarti 3 malam penuh kreatifitas dan inspirasi. Bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, malam Pecha Kucha Bandung ke-3 ini menghadirkan 16 insan kreatif yang mempresentasikan apa yang telah mereka kerjakan dan hasilkan selama ini.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Presentasi malam itu dibuka oleh monolog indonesia menggugat yang dibawakan oleh Wawan Sofyan. Lantang, keras dan membahana, Wawan Sofyan membacakan pidato pembelaan Bung Karno ketika di adili di gedung tempat acara Pecha Kucha malam itu berlangsung. Pembukaan yang tepat untuk malam yang rasanya sangat menggugah rasa kebangsaan para pengunjung yang datang malam itu.  Selesai monolog, berturut Adi Dharma, JongArsitek, dan Manuel Heischel menjadi 3 presenter pertama malam itu.</p>
<p style="margin: 5px;">Adi Dharma adalah seorang artis grafiti dari komunitas grafis bandung FAB. Dia bercerita tentang grafiti dan apa saja yang telah dia lakukan selama ini. Ia menunjukkan beberapa karya grafiti nya, baik yang di tembok maupun yang disepatu. Beberapa desain grafiti baik yang di tembok dan di sepatu.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">JongArsitek! adalah sebuah publikasi arsitektur cuma-cuma, yang disebar melalui internet. Kegelisahan atas kualitas publikasi arsitektur di indonesia dan semangat untuk membagi pengetahuan arsitektur kepada khalayak yang lebih luas dengan cara yang terjangkau, melatar belakangi berdirinya publikasi gratisan ini.</p>
<p style="margin: 5px;">Manuel Heischel adalah seorang seniman grafis asal Jerman yang telah tinggal di bandung selama 3 tahun. Malam itu dia mempresentasikan desain-desainnya, beberapa ada yang berkolaborasi dengan beberapa seniman bandung.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Kemudian setelah ketiga orang diatas, berturut-turut Rizky Adiwilaga, Erick Soelaiman, Vitorini dan Aat Soelaiman maju dan mempresentasikan pemikiran mereka, sebelum break setengah waktu.</p>
<p style="margin: 5px;">Rizky Adiwilaga adalah seorang pengacara. Walau profesinya “nyeleneh” (dalam konteks acara loh ya…) tapi presentasinya sangat vital. Rizky mempresentasikan tentang undang-undang HAKI. Walaupun berprofesi sebagai pengacara, tapi presentasinya sangat kreatif dan hidup. Kocak dan bersemangat, ga ada yang ngalahin slid</p>
<p style="margin: 5px;">Cicadas Kiaracondong. Cintaku kandas, bete dong…”</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Erick Sulaiman adalah seorang komikus, dengan karya-karya yang menyindir situasi kehidupan dan pemerintahan baik di Indonesia maupun di dunia sekarang. Kepeduliannya terhadap situasi sekitar dituangkannya lewat komik-komik yang, dengan sensitivitas yang sangat tinggi. Cara yang sangat ringan untuk menggugah kesadaran hidup.</p>
<p style="margin: 5px;">Vitorini mungkin tidak akan suka jika dibilang unik, tapi sikapnya untuk berdiri membela hak-hak kaum wanita demi dunia yang lebih ramah bagi wanita, patut dihargai tinggi. Ada yang bilang arsitektur adalah profesi yang maskulin, tapi dia membuat sebuah biro arsitektur yang hanya menerima arsitek wanita. Hanya ada satu pria di kantornya, sang office boy.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Ada 13.000 lebih pulau di indonesia. Tapi saya yakin 99% penduduk Indonesia tidak ada yang mengetahui dimana letak pasti pulau2 itu, apalagi letak pulau2 terluar Indonesia, yang jika hilang atau terebut maka hilang pulalah sebagian luas wilayah Indonesia. Aat Soelaiman dari Garis Depan Nusantara, bersama rekan-rekannya, melakukan ekspedisi ke pulau-pulau terluar di wilayah barat Indonesia. Sebagian besar yang hadir benar-benar di buat terbuai dan terpesona oleh keindahan alam yang kita miliki, yang tidak banyak diketahui oleh sebagian besar penduduk bangsa ini.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Setelah istirahat singkat, babak kedua presentasi malam itu kembali diisi oleh 7 presentasi. <em>And it was started with a bang!, </em>Slamet Rahardjo maju pertama.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Saya arsitek, bukan orang film, jadi jarang bagi saya untuk melihat cerita dari seorang pelaku film, tapi malam itu saya merasa beruntung karena malam itu adalah kali pertama saya melihat seorang aktor, Slamet Rahardjo, berbagi hidupnya sebagai aktor papan atas indonesia. Presentasi 6,5 menitnya memberikan sebuah semangat kematangan kepada rekan-rekan muda yang datang. Menyegarkan… kutipan malam itu yang terus terngiang : “Klo cinta Indonesia, jangan bikin film judulnya mas suka, masukin aja!” dan semua orang bertepuk tangan meriah.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Phaerly Maviec Musadi maju sebagai orang kedua setelah Slamet Rahardjo, untuk mempresentasikan The Neverland, sebuah <em>supervised playground project </em>atau sebuah proyek bermain yang di awasi. Terdengar sangat janggal? itu jika anda tidak menyaksikan presentasinya. Tapi jika ada ada disana malam itu, maka anda akan sadar, bahwa ini adalah salah satu presentasi yang paling menginspirasi. Program ini dibuat untuk anak-anak jalanan agar mereka dapat terus bermain dan menikmati masa kecil mereka. Mereka memanfaatkan skateboarding untuk melakukan perubahan pada mental anak. Slogan “Jangan buang sampah sembarangan, Jaga antrian, dan jangan ngomong anjing” termasuk salah satu yang paling menohok!</p>
<p style="margin: 5px;">Aldo Khalid dan Dwinita Larasati maju berturut-turut. Aldo bercerita tentang bagaimana dia kecanduan mainan lalu membuat sebuah museum mainan, dan kemudian dia mempresentasikan bagaimana cara mengubah kecanduannya itu menjadi sesuatu yang menguntungkan pecandu-pecandu mainan lainnya. Lewat museum mainan yang didirikannya Aldo menggunakan koleksinya untuk kebaikan penggila mainan lainnya. Sedangkan Tita mempresentasikan diary nya yang di tuangkan dalam bentuk komik. Keseharian yang di gambar ini telah dimulai sejak dirinya masih muda, kini graphic diary ini telah beredar di internet lewat situs multiply nya dan telah di terbitkan kedalam beberapa seri.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Pembaca mungkin pernah mendengar sebuah restoran baru di Grand Indonesia, namanya Social House. Secara harga, restoran itu aga berat buat kantong saya, tapi secara desain, saya harus katakan itu adalah salah satu desain interior restoran terbaik di Jakarta. Arsiteknya, Willis Kusuma, malam itu mempresentasikan desainnya ini. Kemampuannya untuk mengolah layout ruang dan ketelitiannya dalam mengolah detil-detil kecil di paparkannya dalam gambar2 detil yang terlihat kompleks, namun sangat informatif.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Dendy unkl/347 maju sebelum malam itu dipamungkasi oleh duet URBANE Reko Tomo dan Angga Latief. Dendy bercerita tentang awal dia mendirikan (mungkin) salah satu clothing line paling ternama di kota bandung, unkl/347. Kegigihannya untuk membuat sebuah clothing line yang dimulai dari dalam kamar kos, kini telah menjadi inspirasi bagi banyak distro di kota bandung. Malam itu, pionir ini berpresentasi dengan sangat santai, dengan gayanya yang khas.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Duet pemenang Urbane Employee of the year tahun 2007 dan 2008, Reko dan Angga kemudian mempresentasikan beberapa project URBANE dan bagaimana kehidupan kerja di salah satu biro yang meroket paling cepat dalam 5 tahun terakhir ini.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Pecha Kucha mengkomunikasikan karya nyata insan kreatif yang ada di Indonesia, paling tidak mereka yang bermukim di Jakarta, Bandung dan sekitarnya. Malam itu saya tersadar akan 2 hal, yang pertama adalah, bahwa saya masih belum melakukan apa-apa, masih banyak kemungkinan yang bisa dan harus saya lakukan. Yang kedua adalah, bahwa ternyata ada banyak potensi kreatif di negara ini (dan saya yakin masih banyak lagi diluar sana), yang jika di manfaatkan dan di wadahi dengan layak, akan dapat menaikkan harkat derajat dan martabat bangsa ini. Di acara ini saya melihat kualitas nyata pemikiran-pemikiran kreatif manusia indonesia, dan yang membanggakan, sangat terasa sekali bahwa latar belakang semua yang mereka lakukan adalah hasrat yang dalam atas bidang yang mereka geluti, bukan motif ekonomi. Ini adalah inspirasi terbesar yang harusnya di bagi kepada masyarakat lebih luas. Sempatkanlah untuk datang di acara 2 bulan sekali ini. Temukan mereka di Facebook atau di</p>
<p style="margin: 5px;"><a style="color: #465f7b; text-decoration: none; background-color: transparent;" href="http://pechakuchabdg.blogspot.com/">http://pechakuchabdg.blogspot.com/</a></p>
<p style="margin: 5px;">Danny Wicaksono</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2009/10/13/news-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jongArsitek! Ketika Teknologi Mediasosial Merambah Arsitektur</title>
		<link>http://jongarsitek.com/2009/10/09/bantuan-100-alat-bantu-dengar/</link>
		<comments>http://jongarsitek.com/2009/10/09/bantuan-100-alat-bantu-dengar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 06:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>p.khrisno.a</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brilliant!]]></category>
		<category><![CDATA[digiMove]]></category>
		<category><![CDATA[News and Updates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/jongarsitek/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman sedang asik didepan laptopnya. membuka halaman facebook, halaman teranyar abad ini dengan kemampuan untuk bersosialisasi dengan canggih. Dalam beberapa saat ia berbincang sejenak, menggugah (upload) foto yang baru saja ia foto dengan photobooth, sebuah aplikasi bawaan macintosh untuk dapat mengambil foto dengan efek tertentu, lalu memberi metadata/tag (data dalam data) dan mengomentarinya seraya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 5px;"><img class="alignnone size-full wp-image-103" src="http://jongarsitek.com/wp-content/uploads/2009/10/rambah.jpg" alt="" width="750" height="120" /></p>
<p style="margin: 5px;"><strong>S</strong>eorang teman sedang asik didepan laptopnya. membuka halaman facebook, halaman teranyar abad ini dengan kemampuan untuk bersosialisasi dengan canggih.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;">Dalam beberapa saat ia berbincang sejenak, menggugah (upload) foto yang baru saja ia foto dengan photobooth, sebuah aplikasi bawaan macintosh untuk dapat mengambil foto dengan efek tertentu, lalu memberi metadata/tag (data dalam data) dan mengomentarinya seraya memberi tahu temannya di Paris kegiatan di Jakarta saat itu.</p>
<p style="margin: 5px;"><span id="more-6"></span></p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>S</strong>eorang teman lainnya baru saja mengunduh (download) gambar proyek restorannya dari email(kotak surat elektronik), teman lainnya sedang asik ber-tele conference dengan beberapa teman lainnya di Singapura yang tidak mudik, kala itu sedang libur lebaran di jakarta. Perubahan perubahan ini sangat nyata disekitar kita, kafe tongkrongan sekelas olala, coffee bean, dan starbucks mau tak mau menyediakan internet wifi untuk bekerja, karena pada dasarnya kopi dan internet adalah sebuah fasilitas kerja yang menyenangkan bagi banyak orang, apalagi bagi pekerja industri kreatif dalam mencari ide-ide baru.</p>
<p style="margin: 5px;">Malam minggu ini, Plaza FX sedang sangat ramai ramainya. orang berlalu lalang, berhamburan, berbelanja, window shopping. manusia berputar, mengobrol, bercanda, berkelakar dengan manusia lainnya. Jam menunjukkan hampir pukul 12 malam, tetapi kegiatan tak seakan berhenti dengan menyepinya jalan sudirman didepannya. Mall ini buka hingga jam 3 pagi, menyungguhi arena sosialisasi yang luas dengan kafe, restoran, karaoke, dan lain sebagainya, termasuk internet gratis yang berusaha mewadahi gaya hidup (lifestyle) baru manusia urban Jakarta.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>S</strong>ebutlah facebook, my space, friendster, technocrati, delicious, blogs, dan social media lainnya telah mempengaruhi gaya hidup sekarang. Ekonomi dan sosial telah beralih, berpindah menuju gaya baru. Perkembangan ini makin meningkat di Jakarta, Bandung dan kota besar Indonesia lainnya karena kurangnya ruang-ruang publik yang baik bagi penduduk kita. Ruang ruang publik yang seharusnya di jadikan tempat bersosialisasi tidak tersedia, sehingga manusia manusia ini mengandalkan fasilitas virtual sebagai ruang sosialisasi yang cukup aman dan cepat.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>M</strong>anusia berbincang, berbagi data, bahkan dalam perkembangannya sebuah penyelesaian masalah perusahaan di kemukakan di internet dan dapat terselesaikan dalam waktu yang signifikan dibanding harus mengeksplor secara individual dengan keterbatasan. Internet kini adalah jaring dunia yang hampir tak terbatas, segala ragam informasi ada didalamnya, dan manusia manusia terkoneksi kedalamnya, bayangkan bila kita meresearch sebuah bangunan rumah, yang dulunya harus kita cari melalui buku, atau survey ke bangunan contoh, kini kurang dari 0.07 detik kita mendapatkan 1,260,000,000 hasil penelusuran google terhadap kata “house” sebagai bahan analisa kita.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>S</strong>ebagai pekerja industri kreatif, kita mau tidak mau dihadapkan pada peluang baru dalam perubahan ini. sebagai contoh, seorang desainer arsitek sedang mencari sebuah model orang untuk dipakai dalam skala gambar, dibandingkan dengan membuat model baru, yang harus memakan sekitar satu jam, pekerja ini lebih baik mencari di internet dengan masuk ke forum sketchup. Dalam waktu kurang dari 2 menit, ia berhasil mendapatkan sekitar 500 hasil pencarian pada satu alamat forum, dan dalam waktu 5 menit berikutnya dipakai untuk mengunduh. Contoh lainnya adalah ketika seorang desainer mendapat satu proyek di Toraja, sang arsitek walau hanya melakukan survey sekali, ia bisa mendapatkan sebuah bentuk topografi dan keadaan tapak melalui google earth, kemudian untuk mencari sebuah karakteristik desain Toraja, Voila! dengan satu keyword “Toraja”, sang desainer berhasil mendapatkan jumlah entri yang mendukung untuk researhnya tentang Toraja.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>P</strong>erkembangan teknologi dan meningkatnya karya karya dan ide yang bertebaran di internet membuat satu perubahan penting dengan munculnya sebuah license baru, seperti open source, general public license, creative common license dan sebagainya. License license ini bertujuan untuk membuka sebuah kemungkian baru dalam memanfaatkan teknologi internet sebagai satu perpustakaan yang besar dan memudahkan sebuah pekerjaan yang sebelumnya terlalu rumit.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>D</strong>alam perkembangannya, saya semakin yakin dengan apa yang disebut <strong>Karl Marx</strong> bahwa kita sedang menuju ke dalam masyarakat sosialis, sebuah kritik pedas terhadap kekuatan aktor pemodal besar, dimana sebuah teknologi dan media telah membentuk sistem ekonomi baru, ekonomi yang diproduksi oleh kekuatan sosial.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>A</strong>rsitektur pun turut serta didalamnya, sebua ide yang abstrak yang akhirnya mewujud dalam kekuatan baru, ia tidak lagi berupa sebuah kekuatan privat bagi perusahaan besar, di lain sana, di segala tempat di muka bumi, dimana bersemayam kekuatan pikiran tersembunyi, justru sebagai kekuatan yang harusnya dapat terangkul dalam media sosial. Perusahaan besar tidak lagi bergantung pada kekuatan pribadi dan internalnya yang mungkin terbatas, tetapi justru perusahaan besar dan konsultan konsultan kecil dapat merubah pola produksi desain dan mengefesiensikan proses produksi nya yang tinggi melalui kekuatan sosial media baru.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>D</strong>engan kolaborasi, dan media sosial yang baru, arsitektur kemudian dapat menjadi sebuah kajian kritis, dimana siapa saja, baik pakar, bahkan anak smp dapat dengan mudah mengomentari bahkan menambahkan sebuah ide menjadi ide yang matang dalam tempo yang tak terbayang sebelumya dibanding dengan nilai penelitian yang dapat memakan waktu dan biaya yang tinggi.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>A</strong>kumulasi perubahan ini memunculkan kekuatan baru, “Anda telah melihat solusi dan portfolio saya! anda bisa kontak saya dimana saja!”</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>D</strong>iterangkan oleh <strong>Thomas Friedman</strong>, pengarang buku <em>the world is flat</em>, bahwa globalisasi baru disebabkan dan menyebabkan perubahan kolaborasi dan cara perusahaan atau individu mengatur kemampuan berinovasi dan memproduksi sesuatu. Secara jelas<em>wikinomics</em> menurut <strong>Don Tapscott</strong> dan <strong>Anthony D’williams</strong> adalah sebuah kolaborasi masal baru mengubah cara perusahaan atau masyarakat memanfaatkan pengetahuan serta kemampuan untuk berinovasi dan menciptakan nilai. Prinsip prinsip wikinomics sendiri adalah keterbukaan, kesebayaan (peering), (berbagi) sharing, dan bertindak global.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>M</strong>edia sosial kemudian meningkatkan produktifitas desain, dan mempercepat proses produksi ide. Media sosial kemudian pula menjadi sebuah perpustakaan besar yang dapat diakses siapa saja, anda orang Amerika, orang India, tidak peduli dimana anda berada, setiap orang dapat menjadi mitra anda.</p>
<p style="margin: 5px;"><strong>K</strong>ritik pedas yang harus di perhatikan adalah keanonimanitas yang harus terus di awasi, sebuah media sosial kemudian berkembang dapat dipercaya bila ia terus melakukan pembaharuan, dan menjadi nilai data yang realible. Sebuah badan media sosial kemudian harus dapat melakukan pertanggungjawaban publik terhadap nilai keabsahan datanya, dimana nilai nilai ini akan tergantung bagaimana komunitas intinya dapat menyeleksi terhadap content-nya.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>B</strong>ahkan dalam perjalanannya, gerakan gerakan media sosial ini mendapat tentangan dari eksekutif dan pemilik modal besar seperti <strong>Bill Gates </strong>(<em>cnet.com</em>), karena dianggap sebagai bentuk komunis, tetapi dengan perkembangan waktu, <strong>Howard Rheingold</strong> menjelaskan bahwa komunisme akan mencekik kebebasan individu, tetapi kolaborasi masa berbasis individu dan perusahaan akan menggunakan komputasi guna mencapai hasil bersama.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>P</strong>erubahan kolaborasi dan cara individu atau perusahaan mengatur kemampuan untuk berinovasi serta memproduksi sesuatu yang baru ini. Sudah saatnya dijawab oleh para arsitek, sebuah media baru yang memungkinkan kita berkolaborasi dengan banyak pihak.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>D</strong>engan dibentuknya website jongArsitek! kami berusaha mengikuti perkembangan teknologi sosial media ini membawa kita kepada jalan baru, sebagai penciptaan komunitas baru yang berdasarkan kepercayaan. Sebagai tempat dan wadah dimana anda sebagai arsitek ataupun siapa saja dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pemikiran dan solusi arsitektural serta membuka kemungkinan-kemungkinan wawasan baru bagi Indonesia.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>K</strong>ekuatan perseorangan dalam komunitas sosial, sebuah kekuatan baru demi kelangsungan kebersamaan.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>M</strong>engutip <strong>Michael Foucault</strong> dalam introduksi <em>Anti OEdipus oleh Deleuze &amp; Guttarri</em>, bahwa hasrat tidak berasal dari kekurangan, sebaliknya hasrat adalah kekuatan produktivitas, “dia bukan sebuah teater, tetapi sebuah pabrik”.</p>
<p style="margin: 5px;"><strong>H</strong>asrat (ber)arsitektur jangan dipendam! Mari berkolaborasi untuk arsitektur kita.</p>
<p style="margin: 5px;">
<p style="margin: 5px;"><strong>We are the media</strong>!</p>
<p style="margin: 5px;">-<em>Paskalis Khrisno Ayodyantoro-</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jongarsitek.com/2009/10/09/bantuan-100-alat-bantu-dengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

